Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Lenyap kan mereka semua


__ADS_3

Zero menemui Zus diruangannya ,dengan wajah muram yang membuat Zus mengerutkan kening .Bukankah tadi dia terlihat baik baik saja . Dan kenapa sekarang berubah muram .


" Bos ...kau kenapa apa tidak dapat jatah .?" Tanya Zus mengejek Zero baru.


" Diam ...kau aku ingin melenyapkan wanita secepatnya apa itu bisa .Jika bisa lakukan dengan bersih ." Sahut Zero dengan geram .


" Wanita ....yang mana bos wanita yang pernah naik keranjang mu banyak dan baru kali ini kau meminta ku untuk melenyapkannya.?" Tanya Zus dengan mengerutkan kening nya berfikir .


" Brigita ... lakukan dengan bersih ." Sahut Zero dengan dingin ." Dan juga bersihkan masion aku tidak ingin jika nanti Luwina datang kesana lagi masih ada tikus yang menganggu ." Lanjutnya sambil menyandarkan punggung lebar itu kesandaran sofa .


" Baik lah ....1 Minggu mereka semua akan lenyap seperti permintaan mu toh yang dimasion semau adalah tawanan mu .Jadi mudah melenyapkan mereka sekaligus tanpa harus membuang energi ." Jawab Zus dengan penuh keyakinan .


" Hemm ...aku percaya .Lalu bagaimana apa mereka berhasil menyusup masuk kedalam klan itu .?" tanya Zero yang sudah dalam mode berbeda lagi .Zus hanya bisa menghela nafas kasar .


"Hah ... iya meski tidak mudah untuk masuk kesana." Jawab Zus dengan sedikit ragu ." Tapi kita tidak bisa berkomunikasi melalui ponsel atau pun metode lain yang mengunakan internet .Jadi mau tidak mau mereka menggunakan surat manual dan juga sandi ." Lanjut Zus sedikit gusar .


" Eemm...tidak masalah lagi pula kita tidak terburu buru untuk itu .Sebelum aku kembali kesini Erik pernah menunjukan wajah aslinya ." Sahut Zero dengan pelan .


"Lalu apa bocah itu terlihat mirip dengan mendiang ayahnya sampai harus menyamar .?" Zus bertanya dengan antusias .


" Sangat .... " Jawab Zero ."Dan aku sepakat untuk melakukan sesuatu .Jadi dalam beberapa hari ini aku akan pergi ke panti untuk mecari seorang anak yang memliki perawakan mirip Erik .Setelah itu aku akan membaut anak itu menjadi Erik ." Sambung Zero dengan wajah kusam . Ini semau dilakukan untuk keselamatan keluarga nya dan juga Erik .Bocah itu terlalu pintar untuk saat ini dan yang pasti akan membuat nya diburu .Untuk sementara ini Erik masih aman selama nenek Elma masih ada tapi tidak selama nya .


" Jadi kau ingin mengirim anak itu kesana .Untuk menjadi Erik palsu .,?" Zus bertanya dengan heran kenapa juga harus palsu kenapa tidak Erik saja yang diantarkan kesana .


" Tidak ...untuk sekarang kita tidak tahu dimana para penghianat itu berada .Dan Erik juga belum bisa melindungi dirinya .Ada banyak waktu untuk Erik kembali merebut semuanya ." Jawab Zero dengan tegas .

__ADS_1


" Eemm....aku mengerti mungkin itu pilihan terbaik saat ini ." Sahut Zus saat mendengar penjelasan Zero .


Saat ponsel Zus berdering pria itu menoleh untuk melihatnya .Disana tertulis pesan dari seseorang yang bertugas untuk menyamar saat ini .


" Mr.... surat akan segara kami krim melalui kurir .Ada sandi yang bisaa kita gunakan saat misi ." Ucap orang itu dari seberang telfon .


"Baik ...Lakukan dengan hati hati ,jangan sampai bocor kalian tahu apa resiko nya jika ketahuan ." Jawab Zus dengan ancaman .


" Kami tahu ..." Jawab diseberang telfon .


" Jika sudah sampai serahkan kepada ku .Aku akan kembali keruangan ku ." Ucap Zero yang sudah diambang pintu .


"Baik bos .... jangan khawatir ." Jawab Zus dengan santai .Zero segera pergi dengan cepat karena pekerjaan nya yang banyak.Untuk saat ini tidak lah banyak waktu untuk nya bermain main lagi .Apa lagi gadis kecilnya sedang terancam bahaya .


" Yeah ... ini harus cepat gadis kecil jangan harap bisa pergi lagi dari ku .Aku sudah pernah kehilangan mu dan sekarang aku tidak akan lagi .Andai saja hari itu aku tidak pergi dan tetap mengikuti mu dalam diam.Aku tidak akan kehilangan mu ." Ucap Zero dengan lirih .


Ketukan pintu terdengar dari luar , Zero menekan sebuah tombol dari balik meja .Dengan cepat dia bisa melihat siapa yang sedang mengetuk pintunya .


Pria itu hanya diam memperhatikan siapa yang sedang berada didepan pintunya .Dengan cepat pria itu menghubungi Zus untuk mengusir wanita itu .


" Zus ....usir wanita itu aku malas ." Ucap Zero dengan malas .Tanpa menunggu jawaban Zus Zero mematikan telfonnya begitu saja.


Sedangkan Zus mengerutu dengan tidak jelas .


" Hah ...wanita mana lagi sih .... yang menganggu membuat ku ingin meledakan kepala nya saja ." Gerutu Zus melangkah keluar ruangan nya dengan kesal .Wajah tampan milik pria itu terlihat masam apa lagi saat melihat siapa wanita yang dimaksud Zero saat ini .

__ADS_1


" Kenapa wanita ini bisa disini ...." Batin Zus mengerutkan kening dengan kesal .


" Maaf nona apa sebelum nya ada janji..?" Zus bertanya dengan sopan saat berhadapan dengan wanita Yang ada didepannya ini .


" Eemm ...apa aku harus janji dulu untuk bertemu dengan nya .?" Wanita itu berbalik dengan cemberut .


" Maaf saat ini tuan senang ada meting bersama dengan klien diluar. Jadi jika ada perlu silahkan tinggalkan pesan ." Jawab Zus dengan tenang setenang lautan .


"Eemm...katakan jika aku mencarinya dan katakan juga untuk meluangkan waktunya untuk menemani ku karena Dad sudah setuju dengan melanjutkan janji Zero kepada pada ku ." Ucap Margaretha dengan percaya diri .


" Baik akan aku sampai kan .... nona " Jawab Zus sambil menahan tawanya .Kenapa ada wanita yang begitu percaya diri seperti ini .Zus hanya bisa menggelengkan kepala nya .


🌼🌼🌼🌼🌼


Guys .... kembang kopi nya jangan lupa oke ...


Aku butuh kopi untuk bisa up ....


Like comen nya juga ya jangan sampai terlewatkan . Berikan jempol kalian guys ....


Thanks you ....


See you next chapter ....


bye bye ....

__ADS_1


__ADS_2