Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Malam pertama


__ADS_3

Pernikahan dilakukan dengan tertutup hanya orang orang terdekat saja yang datang. Sehingga hal itu tidak terhendus media sama sekali . Sehingga semau prosesi berjalan dengan lancar . Tanpa ada nya drama apa pun .


Hari begitu cepat berganti dengan rumah lama Oliver kini sepi hanya tinggal beberapa orang saja . Ay pulang bersama dengan keluarganya .Hanya Sam noela dan Jackson yang masih berada disana . Sedangkan keluarga Hadwin memutuskan kembali kehotel .


" Mom....kalian yakin akan kembali kehotel .Disini masih banyak kamar yang kosong .Apa kalian tidak kasihan dengan wanita hamil ini . Dia pasti capek ya kan kak.?" Tabah Luwina dengan cemberut .


" Tidak sayang ...kami akan Kembali hotel jadi nikmati waktu kalian . Segera lah berikan kami cucu lagi ." Jawab nyonya Hadwin dengan senyum lembut .


" Tapi mom ..." Luwina kembali merengek kepada mommy nya .


" CK ...jika ingin bersama Mom kenapa menikah . Kamu ini malu sama yang masih kecil ." Sahut tuan Hadwin dengan mencibir Zero yang sedang bersandar di salah satu pilar .Pria yang baru saja melepaskan masa lajangnya itu memutar mata dengan malas . Mendengar mertua nya mencibir nya dengan sengaja .


" Mom....lihat dad tidak sayang Luwi lagi ." Luwina kembali merengek kepada mommy nya . Tuan Scotly tersenyum dengan sendu melihat pemandangan didepannya saat ini .Dia bersyukur Luwina tumbuh bersama dengan keluarga yang menyayangi nya .


" Aura .... satu Minggu lagi kita akan kembali setelah semau urusan disini selesai . Ini juga sudah malam mom pasti lelah . Jadi biarkan mom pergi dengan begitu mom bisa cepat istirahat ."Zero memberi pengertian kepada istri nya itu .


" Baiklah ... mom harus segera istirahat jangan bergadang bersama Daddy ." Sahut Luwina dengan manja .

__ADS_1


Setelah perdebatan panjang akhirnya keluarga Hadwin . Meninggalkan kediaman lama Oliver .Ruangan tamu sepi semua para penghuni rumah telah berada di kamar masing masing .Begitu pula dengan pengantin yang saat ini tengah berada didalam kamar yang telah dihias dengan indah .


" Hubby ... ini indah ..."Gumam Luwina saat pertama kali memasuki kamar pengantin mereka .


" Eemm ...aku juga tidak tahu jika Ayesha kan menghiasnya seperti ini ." Jawab Zero dengan senyum mengembang dari bibirnya .Dia senang dengan semau yang disiapkan adiknya itu .Pria itu memeluk istrinya dengan lembut .


Luwina merasakan nafas hangat yang berada di lehernya . Dia merasa merinding tanpa sadar tubuhnya seperti terkena sengatan listrik .


" Uughh....Hubby ..." belum selesai Luwina berkata Zero telah lebih dulu menerjang bibir cerry miliki Luwina .


" Aku tidak bisa menahan nya lagi .... " bisik Zero Setelah melepaskan ciuman mereka .Dengan nafas tersengal-sengal ,mata dipenuhi dengan hasrat . Yang mengelora yang membuat siapa pun akan tengelam .


Kamar yang memiliki suhu AC cukup dingin tapi itu seakan tidak berfungsi untuk keduanya .Peluh menetes dari tubuh keduanya .


" Aura ... Tahan mungkin akan sakit .." Bisik Zero dengan senyum yang menggoda . Luwina hanya bisa mengangguk kepala nya sebagi jawaban . Saat dirinya sendiri telah dikuasai sepenuhnya oleh sentuhan yang diberikan oleh suaminya .


" Aahh ... sakit ......" Luwina berteriak dengan mencengkeram punggung Zero .

__ADS_1


"Ini hanya sebentar ....." Ucap Zero sambil menciumi seluruh wajah luwina . tangan juga terima tinggal diam untuk membuat Luwina merasa nyaman .


Setelah dirasa cukup Pria itu mulai bergerak .Dengan mata menatap wanita yang ada dibawahnya . Waktu berlalu yang terdengar dari kamar itu hanya erangan tertahan keduanya yang terdengar .Entah berapa lama keduanya berpacu . Hingga kedua nya kelelahan dan tumbang setalah sekalian lama mengejar keinginan mereka .


Mata hari sudah mulai tinggi tapi pengantin baru itu belom juga ada yang bangun . Sedangkan saat ini dimeja makan sudah menunggu mereka . Hingga akhirnya Zus tidak lagi menunggu keduanya untuk bangun .


" Sudah ayo makan ...jangan menunggu mereka . Aku yakin mereka tidak akan bangun dengan cepat . " Ucap Zus dengan menggelengkan kepala .Dia merasa kasihan dengan Luwina saat ini . saat ini yang pasti digempur habis habisan oleh saudaranya .


Yang lainnya mengerti apa yang dimaksud oleh Zus . Sehingga hanya tersenyum lalu memulai makan .


" Aku akan kembali besok .... " Jackson berkata dengan lemas .Yang membuat Zus dan Noela hanya saking pandang.


" Apa kau yakin dengan itu ....?"Tanya Noela dengan mengerutkan kening .


" Eemm ....aku tidak ingin mendengar suara kalian lagi . Huh ... menjengkelkan kalian tidak kasihan kepada . " Gerutu jackson . Yang dibalas senyuman dari keduanya .


" Terserah kau saja ... aku akan menjemput Carlos dirumah Anton . Bocah itu sungguh nakal lebih memilih tinggal bersama dengan mereka . Hanya karena dirumah Anton ada temannya ." Kali ini Zus lah yang mengerutu . kemarin Carlos lebih memilih ikut bersama dengan keluarga anton .

__ADS_1


" Ha haha.. sepertinya kau akan berbesan dengan Anton ." Tawa Jackson menggema diruangan makan .


"CK ...jangan membual sekarang mereka hanya anak kecil ." Sahut Noela dengan acuh tak acuh . Bagi semua itu hanya akan terjadi nanti saat mereka sudah besar. Lagi pula dia tau jika Anton tidak akan mengijinkan putri menikah dengan pria yang berbeda .


__ADS_2