Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Racun yang ada di otak Luwina


__ADS_3

Mereka semua berbincang dengan santai dihalaman belakang . Disana juga terdapat berbagi tanam bunga yang indah terutama . Salah satu bunga yang menjadi favorit nyonya Oliver semasa hidupnya .


Zero sendiri yang merawat bunga itu dia ingin terus merasakan . adanya sang mommy saat merawat bunga utus sediri .


" Aku tidak menyangka jika ada taman bunga yang begitu indah . Aku sampai berasa berada di taman bunga ." Ucap Nyonya Hadwin dengan senyum cerah .


" Tentu nyonya ,Menurut Zayden bunga ini sudah ada sejak mendiang mommy masih ada . Dan dia sendiri juga yang merawat nya ala lagi bunga mawar yang ada disebelah sana ." Ucap Noela sambil menujuk hamparan bunga mawar yang indah.


" Waow.... Aku tidak pernah bisa menduga jika pria seperti bisa merawat bunga seindah ini ." Ungkap nyonya Hadwin penuh kekaguman.


" Ha ha ha .... nyonya ada banyak hal yang anda tidak ketahui dari dirinya . " Sahut Noela dengan tawa canggung .


" Yah mungkin kau benar ." Sahut Nyonya Hadwin dengan senyum yang mengembang.


"Apa yang dikatakan mom memang benar . Jadi mungkin kita bisa untuk memahami nya lagi kedepannya ." Sambung Luwina dengan mata berbinar cerah .


" Tentu saja .... kita akan melakukan nya lain kali ." Sahut nyonya Hadwin .


Para wanita bercanda dengan senang sambil menikmati taman bunga yang begitu indah . Berbeda dengan para pria yang ada diruangan kerja Zero saat ini . Mereka terlihat agak tengang dimana tuan Hadwin saat ini terlihat sedang menatap Zero dengan tajam .


" Sekarang bagaimana dengan mereka semua .?" Tanya Tuan Hadwin dengan suara yang rendah .


" Mereka berad di markas. Dan yeah keadaan mereka tidak cukup baik saat ini ." Jawab Zero dengan senyum menyeringai .

__ADS_1


" Lalu dimana bajingan Scotly berada saat ini?." Lagi lagi tuan Hadwin bertanya dengan sarkas .


" Untuk tempat pastinya aku juga belum tahu . Tapi yang aku tahu dia berada di Indonesia dibawah pengawasan ipar ku .Dan juga orang orang ku yang ada disana ." Jawab Zero dengan senyum menantang .


" Ada satu hal yang ingin aku Sampaikan keadaan Aura tidak sebaik yang kalian kira selama ini ."Ucap Zero dengan suara pelan .


Tuan Hadwin cukup tercengang mendengar apa yang baru saja diucapkan pria muda yang ada didepannya .


"Apa maksud mu ....?" Tuan Hadwin bertanya dengan mata melotot .


" Sakit kepala yang dirasakan selama ini bukan hanya akibat benturan yang alami sewaktu kecelakaan terjadi . Tapi itu juga terjadi adanya racun yang yang menjalar ke otaknya. Aku juga baru tahu itu setelah Aura mau melakukan pemeriksaan ." Ungkap Zero dengan menundukkan kepala nya .


" Sial kenapa kami tidak menyadari itu .?" Ucap Tuan Hadwin dengan nada yang bergetar karena gelisah .


" Aku harap ini hanya kita yang tahu .Aku tidak ingin istri ku khawatir dengan keadaan luwina saat ini ." Ucap Tuan Hadwin dengan nada cemas .


" Aku tahu .... jadi tenang saja . Aku hanya akan memberitahu mu saja . Jika nanti ada bahan obat yang sulit tolong bantu aku untuk mendapatkan nya ." Sahut Zero dengan wajah yang muram .


" Tentu saja ... jadi jangan pernah lupa untuk memberi tahu kau perkembangan kesehatan nya ." Ucap tuan Hadwin dengan rasa tak berdaya .


" Eemm ... aku akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Luwina ." Jawab Zero dengan mantap ."Jadi untuk sementara biarkan dia berada disisi ku ." Lanjut Zero nada yang berbeda ada sedikit permohonan .


" Aku tahu lakukan yang terbaik . " Jawab tuan Scotly dengan sedih .

__ADS_1


Dia tidak bisa membayangkan jika sampai terjadi sesuatu kepada Luwina . Dia juga tidak ingin istrinya menjadi depresi lagi seperti dulu .Setelah kematian putri kecil mereka .


Keada hening untuk beberapa saat sebelum Zus masuk untuk memberi kabar . Jika terjadi sesuatu di markas .


" Bos .... terjadi sesuatu dimarkas saat ini . " Ucap Zus dengan sedikit senyum .


" Jika terjadi sesuatu kenapa malah tersenyum.?"Zero bertanya dengan geram .


" Eemm ... itu hehe ..... Margaretha sepertinya sudah tidak sanggup menahan diri lagi ." Jawab Zus dengan terkekeh pelan .


" Apa yang dilakukan wanita itu?." Zero bertanya sambil memicingkan mata .


" Eemm.... dia bercinta dengan mereka ." Jawab Zus dengan sedikit canggung untuk mengatakan nya saat ada tuan Hadwin yang berada di sana .


" Cih ....aku pikir apa biarkan saja . Dia pikir bisa lolos Jika berhasil bercinta dengan salah satu dari mereka ." Jawab Zero berdecih jijik . Meski dia membujuk para penjaga dengan tubuhnya itu tidak akan membuat nya bebas .


" Lalu bagaimana dengan reaksi enrico melihat itu semua .?" Lanjut Zero bertanya dengan seringai kejam .


" Dia hanya bisa melihat . Dengan tubuhnya yang saat ini semakin lemah dengan racun .Dia tidak akan bisa berbuat apa apa ." Jawab Zus dengan mengangkat bahu dengan acuh sambil menuang sebuah anggur yang sudah ada dimeja kerja Zero .


" Cih ... bajingan itu akan sangat senang jika putrinya bebas dengan cara merayu penjaga ." Sambung Zero dengan menyesap anggur di gelasnya .


Tuan Hadwin hanya terkekeh mendengar pembicaraan kedua pria yang ada didepannya .Dia juga bisa merasakan jika keduanya saling terbuka .

__ADS_1


__ADS_2