
Begitu mereka sampai sudah terdengar teriak Xaviera dengan Alisha . Kedua bocah itu begitu senang dengan celotehan mereka .
" Hore ...kita punya adik bayi ....lagi ." Teriak Xaviera dengan.meloncat kesana kemari .
Para orang dewasa juga terlihat senang dengan kabar kehamilan Luwina .
" Kakak ipar selamat .... semoga kak dan si baby diberikan kesehatan .Aku doa kan semoga Kakak yang akan mengalami ngidam .,"Ucap Ay dengan senyum licik kepada sang kakak .
" Aku berharap juga begitu ...jadi dia bisa tahu rasanya ." Ungkap Xavier dengan wajah senang .
" Anda benar tuan ...biar dia tahu rasanya jika ngidam itu seperti apa ." Zus juga menyetujui ucapan Xavier .
" CK ...bisakah kalian berdua jangan semakin mendesak ku .Awas saja kau Zus aku tidak akan membantu jika menginginkan sesuatu lagi ." Sahut Zero dengan kesal .Bisa bisa nya ipar dan asisten nya memberikan doa yang sama .
" Biar kau tahu ...rasa nya bos ..itu menyiksa tapi juga ada rasa kepuasan tersendiri. " Zus berkata dengan santai . Tanpa perduli dengan raut wajah Zero yang telah berubah .
__ADS_1
Ditengah tengah kegembiraannya mereka saat ini. Tiba tiba seorang dokter berlari menuju ruangan perawatan tuan Scotly .
" Apa yang terjadi ...?" Luwina bertanya dengan lirih . Meski dia sudah tahu apa hasil akhir yang akan terjadi . Tapi hati kecil wanita itu masih belum bisa menerima kenyataan . yang saat ini berada didepannya. Dengan berat hati wanita itu melangkah menuju ruangan rawat sang ayah.Didamping sang suami yang siaga berada disisi nya .
" Tenang lah .... semau sudah waktunya . Ingat saat ini kamu tengah hamil ,Jadi jangan terlalu tegang ." bisik Zero dengan lembut. Pria itu berusaha untuk selalu memberi semangat kepada istrinya . Luwina hanya menganggukkan kepala nya .
Suasana kembali hening Erik sendiri telah membawa anak anak yang lain untuk pergi . Agar tidak menganggu proses yang akan dilakukan oleh dokter .
" Kakak ipar tenang lah .... kami semau ada bersama mu Ikhlas kak semau nya . agar Daddy mu juga bisa pergi dengan tenang . " Ay berbisik dengan lirih sambil mengusap punggung Luwina yang bergetar . Menahan Isak tangis nya berada di pelukan sang suami.
" Eemm ..aku...sudah ikhlas ....semoga Saat dad bertemu dengan mom .Bisa menyampaikan pesan ku . Jika sekarang aku sudah bahagia bersama dengan keluarga kecil ku .Bersama dengan suami dan calon anak ku ." Lirih Luwina yang masih bisa didengar oleh orang lain .
Hanya dalam waktu beberapa menit berita meninggalnya bangsawan Scotly. Beredar dengan cepat , para pengusaha yang pernah menjadi rekan kerja . Datang berbondong-bondong untuk mengucap kak bela sungkawa .
" Hubby ... sekarang dad tidak lagi sakit kan ..?" Tanya Luwina dengan lirih .
__ADS_1
" Yaeh ... sekarang kita hanya bisa mengirim doa untuk dad . Semoga bisa berada disamping nya ." Jawab Zero memeluk erat tubuh lemah sang istri . Pemandangan itu terlihat banyak mata semau orang tidak menduga apa yang dilihatnya saat ini . Mereka bisa melihat beberapa keluarga besar . dengan bisnis yang yang bisa dikatakan berada ditingkat yang luar biasa .
"Ay ....tolong temani kakak ipar mu ...aku akan menyambut tamu ...tubuh kakak ipar mu saat ini sangat lemah . jadi jangan jauh jauh dari dokter ." Zero berpesan kepada sang adik .
" Pergi lah kak urus dengan baik . Biar Kakak ipar bersama ku . Disini ada juga nyonya Hadwin juga ada Zahra dan Noela yang menjaga nya . " Sahut Ay dengan tatapan sendu .Wanita dengan dua orang anak itu juga sangat sedih .Kepergian tuan Scotly memang sudah lama mereka tahu . Tapi mereka tetap saja tidak bisa menerima nya .
" Maaf aku merepotkan kalian semau ..." Lirih Luwina berdasar dipelukan nyonya Hadwin .
" Mom.... jangan pergi juga . Biarkan ini yang terakhir ." Lirih Luwina mulai memejamkan mata nya .Fisik dan mentalnya saat ini sangat lemah .
" Istirahat lah .... nak . jangan pikirkan apa pun saat ini . Kamu harus bisa menjaga kandungan mu . Ingat kamu saat ini sedang hamil ." Nyonya Hadwin menitihkan air mata nya . Wanita paruh baya itu bisa merasakan betapa lemahnya sang putri saat ini .
Zahra datang membawa air putih untuk Luwina . Wanita dengan hijab itu berjalan dengan tenang . Dia meletakkan air putih itu di nakas yang ada berada disamping tempat tidur .
Sedangkan para pria saat ini tengah sibuk mengurus tamu . dan juga jenazah tuan Scotly . Tamu berdatang semakin banyak mereka saling menyapa dan mengucapkan bela sungkawa .
__ADS_1
" Saya mohon ...maaf istri saya tidak bisa menyambut kalian semua . keadaan istri saya sedang tidak baik . Jadi sekarang sedang istirahat di kamar . Terima kasih atas kedatangan kalian semua . Saya mewakili keluarga besar meminta maaf .Jika ada salah yang dilakukan oleh tuan Scotly semasa hidup ." suara Zero terdengar serak . Saat. berbicara di depan semau orang . Pria itu terlihat tegar tapi juga ada kesedihan yang tidak bisa disembunyikan .
Hingga mata hari sudah mulai condong ke barat . Iring iringan mobi keluar dari kediaman Scotly . Mobil pertama adalah mobil yang mengantar jenazah tuan Scotly . Mobil kedua disini Zero dan Luwina . Mobil dibelakang nya baru lah para pelayat yang datang .