
" Jangan menangis Aura....itu membuat ku kesakitan. " Lirih Zero sambil memeluk wanita itu .
" Tidak ...aku hanya ..." Ucapkan Luwina terputus kerena Zero lebih dulu menciumnya .
" Isshh ..apa sih ini dirumah sakit. " cicit Luwina dengan kesal .
" Aku tidak perduli biarkan saja ... ingat jangan menangis lagi ." Tekan Zero kepada Luwina . Wanita itu hanya bisa mengangguk kepala nya .
" Anak pintar ... " Ucap Zero sambil menepuk kepala Luwina .
"Aku bukan Xaviera oke ...jadi jangan lagi ." Sanggah Luwina dengan mata mendelik tidak suka .
" Eemm ...bagi ku kau tetap ank kecil . Yang akan merengek." Jawab Zero dengan entengnya .Luwina semakin cemberut dengan apa uang dikatakan pria itu .Tapi memang benar dia dulu sering melakukan hal itu kepada Zero .
" Jangan macam macam ..."Ucap Luwina dengan mata yang melotot .Ay yang berada tidak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum . Dia akan bahagia jika melihat Kakaknya bisa tersenyum lepas seperti saat ini .
" Ehem .... bisakah kalian bermesraan dirumah saja. " Seru Ay dengan memasang wajah kesal .
" CK ... kamu ini menganggu Kakak mu saja ." Gerutu Zero dengan tersenyum lebar .
" Bagaimana keadaan tuan Scotly saat ini .?" Ay bertanya dengan lembut .
__ADS_1
" Saat ini keadaan nya lebih stabil .Dan dokter bilang cepat atau lambat dia akan segera sadar ." Jawab Luwina dengan tegar .
" Berdoa lah ...Allah akan selalu memberi mukjizat kepada hambanya. " Sahut Ay dengan tulus ." Aku membawa sarapan untuk tuan Baweli apa dia ada disini .?" Ay bertanya sambil melihat sekeliling .
" Paman baru saja istirahat..diruangan sebelah ." Jawab Luwina menuju ruangan sebelah .
" Hah ...pada hal aku bawa makanan . Aku akan melihatnya ." Ucap Ay dengan menghela nafas .
Setelah kepergian Ay keduanya hanya bisa saling memandang . Dengan senyum yang menghiasi bibir keduanya .
" Ayo menikah ....Setelah daddy bangun ." Bisik Zero dengan suara serak .
" Apa ..aku yakin . Tapi bukan kah berbeda?". Luwina bertanya dengan mata yang melebar .
" Aura... rasa dibawah sana sangat sakit ." Bisik Zero dengan suara yang rendah .Mau tidak mau Luwina harus melirik bagaian bawah pria itu .Wanita itu tersenyum menggoda pria itu .
" Ayo cari hotel ...aku akan membantu untuk mengeluarkan nya ." Bisik luwina dengan senyum menggoda nya .Zero merasa aliran darahnya bekerja lebih cepat dari biasanya .
Pria itu melebarkan mata nya mendengar ucapan pelan dari wanita yang saat ini dipelukan nya .
" Ayo ..." Seru Zero sambil menarik tangan Luwina untuk segara keluar dari rumah sakit itu .
__ADS_1
Ketika Ay kembali dari ruang Baweli kebingungan mencari keduanya . Setelah berkeliling mencari tidak ada Ay memutuskan untuk kekantor . Karena dia tahu suaminya itu juga tidak akan membiarkan nya terlalu lama diluar .
" Haishh ...kemana mereka berdua .Sudah lah biarkan saja, Aku akan kembali kekantor sebelum tuan besar marah ." Gumam Ay dengan pasrah .
Wanita itu menyempatkan untuk melihat keadaan tuan Scotly yang masih berbaring lemah diranjang .Tanpa di sadari wanita itu pria yang telah menggerakkan tangannya . Hanya saja tidak ada yang tahu .
Dihotel yang terdekat dengan rumah sakit . Zero membawa Luwina kekamar suite yang dimiliki oleh hotel itu .Dengan gerakan yang cukup tergesa gesa . Keduanya mulai saling memuaskan dengan cara mereka sendiri .
" Uughh .... Aura kau semakin hebat ." Bisik Zero dengan wajah yang dipenuhi rasa nikmat . Yang menjalar keseluruh tubuhnya dengan sentuhan yang diberikan oleh wanita yang saat ini berada dibawahnya .
" Eemm ... Mmpphh..." Balas Luwina dengan suara yang tidak jelas .
Kedua nya saling memburu untuk mengejar rasa yang membuat keduanya melayang . Meski keduanya tidak melakukan nya dengan berhubungan badan . keduanya masih masih bisa tetap saling memuaskan .
Sudah hampir setengah jam keduanya melenguh dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat .
" Aahh .. kamu Luar biasa aura Aahh ..." Zero mengeram dengan keras saat sudah mencapai puncak kenikmatan .Sama halnya dengan Luwina tak yang sudah mencapai puncaknya sejak tadi . Ternyata kenikmatan itu bisa dia raih tanpa harus berhubungan badan .
" Terima kasih Aura ... kami luar biasa ." Ucap Zero dengan mata yang dipenuhi kepuasan yang luar biasa .
" Eemm ...aku lelah sekali ." Sahut Luwina dengan tubuh yang sudah lemas .
__ADS_1
" Eemm.. istirahat lah nanti kita akan kembali kerumah sakit ." Ujur Zero dengan senyum mengembang.
" Eemm ...." Jawab Luwina sambil memejamkan matanya.