Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Ayo menikah


__ADS_3

" Jangan menangis Aura....itu membuat ku kesakitan. " Lirih Zero sambil memeluk wanita itu .


" Tidak ...aku hanya ..." Ucapkan Luwina terputus kerena Zero lebih dulu menciumnya .


" Isshh ..apa sih ini dirumah sakit. " cicit Luwina dengan kesal .


" Aku tidak perduli biarkan saja ... ingat jangan menangis lagi ." Tekan Zero kepada Luwina . Wanita itu hanya bisa mengangguk kepala nya .


" Anak pintar ... " Ucap Zero sambil menepuk kepala Luwina .


"Aku bukan Xaviera oke ...jadi jangan lagi ." Sanggah Luwina dengan mata mendelik tidak suka .


" Eemm ...bagi ku kau tetap ank kecil . Yang akan merengek." Jawab Zero dengan entengnya .Luwina semakin cemberut dengan apa uang dikatakan pria itu .Tapi memang benar dia dulu sering melakukan hal itu kepada Zero .


" Jangan macam macam ..."Ucap Luwina dengan mata yang melotot .Ay yang berada tidak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum . Dia akan bahagia jika melihat Kakaknya bisa tersenyum lepas seperti saat ini .


" Ehem .... bisakah kalian bermesraan dirumah saja. " Seru Ay dengan memasang wajah kesal .


" CK ... kamu ini menganggu Kakak mu saja ." Gerutu Zero dengan tersenyum lebar .


" Bagaimana keadaan tuan Scotly saat ini .?" Ay bertanya dengan lembut .

__ADS_1


" Saat ini keadaan nya lebih stabil .Dan dokter bilang cepat atau lambat dia akan segera sadar ." Jawab Luwina dengan tegar .


" Berdoa lah ...Allah akan selalu memberi mukjizat kepada hambanya. " Sahut Ay dengan tulus ." Aku membawa sarapan untuk tuan Baweli apa dia ada disini .?" Ay bertanya sambil melihat sekeliling .


" Paman baru saja istirahat..diruangan sebelah ." Jawab Luwina menuju ruangan sebelah .


" Hah ...pada hal aku bawa makanan . Aku akan melihatnya ." Ucap Ay dengan menghela nafas .


Setelah kepergian Ay keduanya hanya bisa saling memandang . Dengan senyum yang menghiasi bibir keduanya .


" Ayo menikah ....Setelah daddy bangun ." Bisik Zero dengan suara serak .


" Apa ..aku yakin . Tapi bukan kah berbeda?". Luwina bertanya dengan mata yang melebar .


" Aura... rasa dibawah sana sangat sakit ." Bisik Zero dengan suara yang rendah .Mau tidak mau Luwina harus melirik bagaian bawah pria itu .Wanita itu tersenyum menggoda pria itu .


" Ayo cari hotel ...aku akan membantu untuk mengeluarkan nya ." Bisik luwina dengan senyum menggoda nya .Zero merasa aliran darahnya bekerja lebih cepat dari biasanya .


Pria itu melebarkan mata nya mendengar ucapan pelan dari wanita yang saat ini dipelukan nya .


" Ayo ..." Seru Zero sambil menarik tangan Luwina untuk segara keluar dari rumah sakit itu .

__ADS_1


Ketika Ay kembali dari ruang Baweli kebingungan mencari keduanya . Setelah berkeliling mencari tidak ada Ay memutuskan untuk kekantor . Karena dia tahu suaminya itu juga tidak akan membiarkan nya terlalu lama diluar .


" Haishh ...kemana mereka berdua .Sudah lah biarkan saja, Aku akan kembali kekantor sebelum tuan besar marah ." Gumam Ay dengan pasrah .


Wanita itu menyempatkan untuk melihat keadaan tuan Scotly yang masih berbaring lemah diranjang .Tanpa di sadari wanita itu pria yang telah menggerakkan tangannya . Hanya saja tidak ada yang tahu .


Dihotel yang terdekat dengan rumah sakit . Zero membawa Luwina kekamar suite yang dimiliki oleh hotel itu .Dengan gerakan yang cukup tergesa gesa . Keduanya mulai saling memuaskan dengan cara mereka sendiri .


" Uughh .... Aura kau semakin hebat ." Bisik Zero dengan wajah yang dipenuhi rasa nikmat . Yang menjalar keseluruh tubuhnya dengan sentuhan yang diberikan oleh wanita yang saat ini berada dibawahnya .


" Eemm ... Mmpphh..." Balas Luwina dengan suara yang tidak jelas .


Kedua nya saling memburu untuk mengejar rasa yang membuat keduanya melayang . Meski keduanya tidak melakukan nya dengan berhubungan badan . keduanya masih masih bisa tetap saling memuaskan .


Sudah hampir setengah jam keduanya melenguh dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat .


" Aahh .. kamu Luar biasa aura Aahh ..." Zero mengeram dengan keras saat sudah mencapai puncak kenikmatan .Sama halnya dengan Luwina tak yang sudah mencapai puncaknya sejak tadi . Ternyata kenikmatan itu bisa dia raih tanpa harus berhubungan badan .


" Terima kasih Aura ... kami luar biasa ." Ucap Zero dengan mata yang dipenuhi kepuasan yang luar biasa .


" Eemm ...aku lelah sekali ." Sahut Luwina dengan tubuh yang sudah lemas .

__ADS_1


" Eemm.. istirahat lah nanti kita akan kembali kerumah sakit ." Ujur Zero dengan senyum mengembang.


" Eemm ...." Jawab Luwina sambil memejamkan matanya.


__ADS_2