Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Kelegaan Zero terhadap racun Luwina


__ADS_3

Setelah pingsan cukup lama Luwina tersadar saat membuka matanya . Yang pertama dia lihat adalah wajah tampan milik Zero yang berada disampingnya .Pria itu tersenyum lega saat melihat wanita yang di cintai nya telah sadar .


" Zero ... bagaimana dengan keadaan Daddy ?." Luwina bertanya dengan mata sendu .


" Untuk saat ini Daddy masih menjalani perawatan. Jadi bersabar lah kita tunggu dokter keluar ." Jawab Zero dengan lembut .


Luwina hanya memandang Zero dengan tatap nanar . Keduanya hanya diam Zero membiarkan Luwina untuk berpikir tenang terlebih dulu .Tak lama pintu terbuka terlihat seorang wanita masuk dengan senyum lembut yang menenangkan.


" Bagiamana keadaan mu saat ini kakak ipar ?." Ay bertanya dengan bercanda .Luwina merona kerena malu . Saat Ay dengan mudahnya memanggilnya kakak ipar .


" Eemm ...aku sudah lebih baik .Terima kasih dan maaf merepotkan mu ." Jawab Luwina dengan tersipu malu .


" Tidak masalah lagi pula kita keluarga jadi jangan merasa sungkan ." Sahut Ay tanpa terlihat canggung.


Zero terkekeh melihat ekspresi Luwina yang terlihat mengemaskan disaat sedang malu malu . Ay menoleh kepada sang kakak yang terkekeh dengan mengerutkan kening .


" Kak ...apa yang lucu sehingga terkekeh begitu .?" Ay bertanya dengan mengerutkan kening .


" Tidak ada ...hanya kalian lucu saja ." Jawab Zero dengan mengangkat bahu dengan acuh .

__ADS_1


" CK ...dasar menyebalkan ." Gerutu Ay dengan kesal . Dia tahu sang kakak hanya akan bersikap seperti ini kepada orang terdekatnya saja .


Dan untuk saat ini dia sudah cukup puas dengan apa yang dilihatnya. Sejak bersama dengan Luwina Zero terlihat lebih manusiawi.Dan yang pasti tidak pernah bermain wanita lagi itu sudah menjadi hal yang luar biasa .


" Baik lah kalian disini saja ...aku akan pergi untuk melihat para dokter ." Ucap Zero sambil mengacak acak rambut Ay . Yang membuat wanita itu cemberut kesal . Zero selalu memperlakukan nya seperti anak kecil .


" CK ...pergi sana ."Sahut Ay dengan kesal sambil merapikan rambutnya yang berantakan .Ruangan itu terlihat lebih tenang setelah Zero pergi . Ay menghembuskan nafas kasar saat melihat punggung Zero yang menghilang dibalik pintu .


" Huh .... kenapa aku harus memliki Kakak sepertinya? ." Tanya Ay mendesah kesal .


" He he he ...aku rasa bukan hanya kamu yang kesal memliki kakak sepertinya." Sahut Luwina dengan terkekeh geli .Dia bisa merasakan kasih sayang Zero begitu besar kepada sang adik . Itu bisa dilihat dari mata pria itu yang selalu lembut kepada Ay .


" Iya kau benar ..... "ujur Ay sambil tersenyum.


" CK ...CK ...kenapa tidak membawanya keruangan Luwina kau bisa menidurkannya disana . Juga Ay yang bisa menjaga disini dia akan sakit jika tidur dipelukan mu ." Suara Zero yang pelan membuat Erik menoleh .


Tapi tidak menjawab ucapan Zero hanya memberi kode dengan tangga nya .Zero dahak jika gadis kecil itu baru saja tidur sehingga tidak lagi bersuara .


" Haish .... kenapa bisa dia lebih posesif dari pada Xavier . Aku tidak rasa tidak akan ada yang berani mendekat nya nanti jika dewasa . Lihat lah bodygraud yang selalu ada untuk nya itu ." Gumam Zero sambil menggeleng lemah . Erik sudah membawa Xaviera pergi keruangan Luwina .

__ADS_1


Cklek .....


"Kau sudah disini?. " Nenek Elma tidak lah terkejut melihat Zero yang sudah berada di sana .


" Eemm ...aku menunggu anda .Luwina bersama dengan Ay saat ini . Jadi aku bisa melihat anda disini ." Ungkap Zero dengan datar ." Lalu bagaimana hasil lab sekarang?Apa itu berbahaya untuk Aura kedepan nya ?"Tanya Zero dengan cemas .


" Tidak perlu cemas ...racun itu hanya untuk melemahkan daya ingat . Tahu bisa dibilang orang itu bertujuan untuk membuat Luwina menjadi bodoh . Tapi gagal karena racun itu tidak berfungsi dengan baik juga ada beberapa komponen yang tidak lengkap .Jadi jangan khawatir dengan ramuan yang diberikan Erik itu sudah cukup untuk menetralisir nya ." Jawab Nenek Elma dengan lugas . Tidak ada keraguan dari Ucapan wanita tua itu .


" Hah ...aku sudah tua dan juga tidak tahu sampai kapan kau bisa menjaga Erik. Jadi Aku harap kau bisa menjaganya saat aku sudah tidak sanggup lagi .Aku yakin nona muda ku saat ini sedang melihat putra nya yang tumbuh menjadi luar biasa ." Nenek Elma berkata dengan sendu . Mengingat nona muda yang menolongnya saat dia diambang Kematian . Sehingga dirinya mengikuti nona mudanya hingga kematian yang memisahkan mereka .


Zero yang mendengar itu menghela nafas lega dengan hasil nya . Dia tidak lagi terlalu khawatir dengan masalah racun yang berada di saraf otak Luwina saat ini .


" Aku akan menjaga nya .... itu bukan hanya untuk balas Budi kepada kalian .Tapi juga demi keponakan ku yang begitu lengket dengan Erik ." Jawab Zero sambil terkekeh geli sangat mengingat bagaimana Xaviera yang mengklaim jika Erik hanya miliknya.


" Yaeh ...aku hanya berharap dia bisa hidup dengan tenang bersama dengan kalian . Tidak pernah ada yang mengetahui keberadaan nya disini sehingga itu bisa membuat kalian semau aman ." Sahut nenek Elma dengan harapan penuh dengan keselamatan bersama .


🌺🌺🌺🌺🌺


Huh . syukurlah racun itu tidak berbahaya guys....

__ADS_1


sorry ya kemarin ngak bisa up soalnya lagi sibuk ....


Untuk hari ini diusahakan deh yang terbaik


__ADS_2