Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Malam penyerangan


__ADS_3

Malam semakin larut sehingga mereka mengakhiri sesi bercanda mereka . Yang sedang mempertimbangkan Erik sebagi penerus Zero . Awal nya David juga penasaran kepada bocah berusia 10 tahun itu .Saat banyaknya anggota Zero yang mengusulkan Erik .


Sampai Luwina mengatakan jika Erik adalah anak angkat dari adik Zero. Yang berada di Indonesia bisa dibilang anak angkat keluarga Subastian .Sehingga David faham apa yang membuat para anggota dengan senang hati menerima Erik .


" Iya ... jika kalian bersedia bocah itu menjadi penerus ku . Kalian harus siapa jika suatu saat bocah itu mengirim kalian kesana untuk perang besar . Hah .. tapi seperti nya dia engan melakukan itu ." Ucap Zero dengan sedikit pasrah .


" Huh ...bocah itu tidak bisa dipaksa sama sekali . " Sahut Zus dengan masam .


" Yeah sabar saja ...mungkin saat ini yang ada dipikiran nya hanya menjaga princess Subastian ." Noela ikut menimpali . Mengingat bagaimana Erik yang begitu menjaga Xaviera dengan sepenuh hati .


"Jika Xavier tahu ... mungkin dia kan mengamuk disini." Sahut Zero dengan terkekeh pelan .


Radit hanya bisa membayangkan wajah Xavier yang murka . Mengetahui putrinya menjadi bahan pembicaraan mereka saat ini .


" Aku yakin ... ipar mu itu akan marah jika ada yang punya pikiran terhadap sang princess ." Radit ikut membuat suasana semakin ringan .


"Baik lah sudah waktunya kita bergerak ...." Seru David sambil melirik jam mahal yang ada ditangan nya .

__ADS_1


Zero juga menganggukkan kepala nya sebagai tanda untuk mereka segera berangkat . Beberapa mobil motor dan juga helikopter telah siap untuk berangkat . Juga ada mobil khusus yang digunakan untuk mereka yang cedera .


" Baik lah sesuai dengan rencana kita bergerak sekarang ." Ucap Zus dengan keras . Dengan gerakan yang cepat mereka semau menghilang dikegelapan .


Zero berjalan berdampingan dengan David ,ditelinga mereka sudah terpasang aerphone untuk komunikasi . Jackson berkerja sama dengan IT David . Kedua nya cukup kompak dengan misi kali ini .


Malam yang gelap mobil yang dan kendaran lain mulai berjalan menuju markas musuh . Mereka semua berhenti dikegelapan yang cukup jauh sehingga musuh tidak menyadari kedatangan nya .


Di markas Eddelwis sendiri terlihat sepi hanya anggota yang tersisa yang masih ada di sana .Sedangkan anggota yang sudah berpindah haluan sudah pergi dengan berbagai alasan . Ada yang pergi untuk misi ada yang pergi untuk berlibur dan lain sebagainya.


Dengan gerakan yang senyap black shadow menyusup kedalam pesta . Mereka bisa melihat seorang wanita yang memberi mereka kode . Yah Clara wanita itu pun dibawa kesana oleh Jordan sehingga Zero bisa dengan mudah .


" Jor ... ini pesta apa sepertinya kalian semua sangat bahagia .?" Clara tersenyum lembut dengan wajah polosnya . Ini sudah ketiga kalian nya wanita itu dibawa Jordan datang kesana .Dan benar denah itu persis seperti yang sudah diberikan oleh mantan anggota Eddelwis .


"Tidak ada kami sering melakukan ini agar bisa melepas lelah saja ." Jawab Jordan sambil membelai punggung Clara dengan sensual .


Tanpa mereka sadari jika anggota Eddelwis sudah banyak yang berganti orang . Black shadow sudah mengambil alih tanpa disadari siapa pun .Dipojokan seorang pria berdiri dengan melipat tangan .

__ADS_1


" Bawa mereka keluar biar big bos yang mengurus ." Ucap Zus melirik beberapa orang yang tergeletak tak sadarkan diri .Zus bergerak kesini lain untuk mecari pria yang akan menjadi target pribadinya . Yeah pria yang saat ini sedang menikmati pelayanan seorang wanita .Zus duduk dengan santainya sambil meminum minuman musuh .


" Kau terlihat sangat sehat hari ini .... bahkan bisa bermain dengan mereka sendirian .Huh ... aku jadi ingin merasakan nya juga ." Ucap Zus dengan menopang tangan nya dilututnya.


Pria yang sedang menunggu mencapai puncak itu cukup terkejut dengan suara asing yang berada disamping nya .


" Sialan apa yang kau lakukan disini?." Pria itu berteriak dengan murka . Juga terlihat sangat kaget melihat musuh yang selalu dia hindari ada disampingnya .


" Kau sendang bertamu disini apa itu salah .?" Zus kembali bertanya dengan menyesap anggur yang baru saja dia tuang.


" Cih apa kau tidak takut jika minuman itu ada racunnya?." Pria itu berkata dengan marah .


" Tidak ....Sepertinya kau hidup dengan enak disini setelah mengubah wajah mu?." Pertanyaan Zus membuat pria itu gemetar .


"Setelah kau berhasil membunuh Carlos yang merupakan kakak mu sendiri . Kau terlihat sangat baik , Meski kau tidak membunuh Carlos . Dia juga akan mati dengan penyakit yang dia alami selama ini ." Lanjutnya dengan mata yang berkilat tajam .Dengan gerakan cepat Zus menancapkan sebuah suntikan keleher pria itu .Tak butuh waktu lam pria itu terjatuh pingsan . wanita yang menemani nya berteriak ketakutan saat ini .


Dengan teriak itu membuat pesta terhenti para anggota Eddelwis segera berlari Kearah teriak itu .

__ADS_1


__ADS_2