Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Perkembangan tuan Scotly


__ADS_3

Satu Minggu berlalu sejak tuan Scotly dilarikan kerumah sakit . Keadaan nya saat ini cukup baik dengan kategori masih bisa bertahan meski bantuan mesin .Selama berada di Indonesia Luwina belajar banyak. Mulai dari masakan hingga agama yang di miliki sang kekasih .


Noela dan z


Zus harus pulang terlebih dulu karena tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama . Sedangkan Jackson hampir setiap hari menghubungi mereka .


" Aura ... kita kan kerumah sakit hari dokter bilang ada perkembangan ." Ucap Zero saat mereka sedang sarapan .


" Eemm ..aku ikut ." Jawab Luwina dengan senyum lembut . Wanita itu tetep berusaha untuk tersenyum tapi siapa pun akan tahu jika wanita itu sedang memendam sedihnya .


" Kami ..ada bersama mu jadi jangan lah terlalu bersedih . " Sahut Ay yang menyadari raut wajah luwina yang berubah .


" Eemm .. mam kan ada Xera jadi mam tidak boleh sedih lagi ." Xaviera ikut angkat bicara . Dan itu bisa membantu untuk sedikit menghilangkan kesedihan Luwina saat ini .


" Tentu ....mam tidak akan sedih jika bersama dengan princess nya mam. Apa lagi prince mam mau tersenyum untuk mam .Pasti mam akan lebih bahagia lagi ." Luwina berkata dengan menciumi Xaviera yang dekat dengan nya .


" Huh .. mam senyum Eris itu mahal mam ." Sahut Xaviera dengan cemberut .

__ADS_1


" Kakak ... " Suara Xaviero terdengar Setalah sekian lama tidak ada suara .


" Huh ... Adik ku yang manis ad apa .?" Xaviera bertanya dengan menoleh xaviero .


" Tidak ada ... " Jawab bocah tiga tahun itu dengan pelan dan kembali memakan makanan nya yang sudah disiapkan oleh sang ibu .


" Makan lah ...dengan tenang Xera duduk yang bagus . Oke dad tidak ingin kamu jatuh dari kursi ." Seru Xavier saat melihat sang putri yang mulai bertingkah .Pria dengan 2 anak itu hanya bisa menghela nafas . Melihat anak perempuan nya yang super aktif berbeda dengan sang adik .


"Iihhss ...Dad . " Gumam Xaviera yang kembali duduk dengan benar .


" Sudah ayo makan sebentar lagi kakak Erik datang menjemput mu .Jadi cepat selesai kan makan mu dengan benar. " Ay angkat bicara sehingga Xaviera terdiam apa lagi pagi ini Erik yang akan mengantarnya kesekolah . Sehingga gadis kecil itu lebih semangat untuk pergi kesekolah .


Setelah sarapan dengan penuh drama yang diciptakan oleh Xaviera . Kini Zero dan Luwina berada dirumah sakit . Sedang bersama dengan dokter yang bertanggung jawab kepada tuan Scotly .


" Dokter bagaimana keadaan Daddy saya saat ini .?" Luwina bertanya dengan nada cemas .


"Syukurlah keadaan tuan saat ini sudah membaik . Terus lah berdoa semoga tuan lekas sadar .Saat ini hanya itu yang bisa kita lakukan untuk saat ini. " Jawab dokter itu dengan senyum lembut .

__ADS_1


" Dok...apa bisa Daddy dipindahkan jika keadaan nya sudah lebih baik .?" Luwina bertanya lagi dengan perasan lebih baik .


" Untuk saat ini masih sangat beresiko jika dipindahkan . Tunggu lah saat beliau sudah sadar agar tim juga bisa memantau ." Jawab dokter itu lagi dengan ramah .


" Terima kasih dok ..." Ucap Zero dengan tulus .


" Nona ... Anda bisa kembali ke London jika memang ada hal yang mendesak . Saya akan menjaga tuan sampai tuan bisa kembali kesana . " Baweli berkata dengan suara lirih . Guratan kelelahan begitu jelas diwajah tua pria itu .


"Tidak paman ...aku akan pulang bersama dengan Dad . Dan diperusahaan ada Maxim yang menjaga nya jadi saya rasa itu sudah cukup untuk saat ini . " Luwina menjawab dengan cukup lirih . Dia tidak mungkin bisa meninggalkan daddy nya dalam keadaan seperti ini .


" Baik lah nona ... " Jawab Baweli dengan menundukkan kepala nya . Pria paruh baya itu tidak lagi tahu apa bisa sang tuan pulang dalam keadaan hidup . Meski hanya tinggal sedikit nafas yang berada ditubuhnya .


"Paman ... pergi istirahat ruangan gunakan ruangan samping untuk itu . Anda pasti lelah jika terus menunggu dikursi . Jangan sampai anda ikut sakit ,itu akan membaut dad cemas ." Zero meminta Baweli untuk istirahat .Dia tidak tega melihat pria paruh baya itu berjaga sepanjang waktu .


" Terima kasih tuan muda ... saya akan istirahat disamping ." Ucap Baweli . Memang benar apa yang dikatakan pria itu . Jangan Sampai dia juga jatuh sakit .Dan itu akan membuat orang lain repot untuk mengurusnya .


Kepergian Baweli membuat ruang tunggu menjadi hening . Luwina hanya menatap kosong kearah sang ayah yang masih belum sadar. Dengan berbagai alat penunjang kehidupan yang berada ditubuhnya saat ini.

__ADS_1


" Dad ...bangun ...apa dad tidak ingin memeluk lagi . Zero telah melamar ku lagi apa dad tidak ingin melihat ku menikah ."Lirih Luwina dengan sedih . Tanpa dia sadari air mata nya mengalir begitu saja. Zero yang berdiri disamping nya hanya bisa memeluk Luwina untuk memenangkan wanita itu .


__ADS_2