
" Istirahat lah ... dulu kamar kalian sudah bersihkan oleh para pelayan . Saat makan malam Hendri akan memanggil kalian ." Ucap Zero dengan lembut . Bahkan Luwina juga terkejut jika Zero bisa selembut itu Jiak bersama dengan sang adik .
" Eemm ... aku tahu kak besok kami akan keperusahaan sebentar setelah itu kita kan pergi bersama kesana ." Jawab Ay dengan sendu .
"Jangan menangis ... oke mereka akan sedih jika setiap tahun kau datang dengan menangis ."Sahut Zero sambil memeluk Ay dengan erat .
" Hiks .... aku hiks .... " Ay sudah menangis berada dipelukan Zero .
"Sweety ...jangan menangis oke ...Kau punya kakak punya Xavier punya anak punya kami semau . Mereka ada dihati kita jadi jangan bersedih jika kau tetap bersedih aku akan menurunkan semua foto mereka." Ucap Zero dengan lembut dari suara pria itu juga berubah serak .
" Sayang .... jangan terlalu lama memeluk nya , Kau membuat ku cemburu kemari peluk aku saja jangan memeluk nya ." Seru Xavier saat melihat istrinya memeluk Zero .
"CK ...dasar posesif maniak istri , Aku ini kakak ipar mu Xavier berani nya kau .." Zero berteriak dengan geram .
" Cih ... aku tidak takut menyingkir kau membuat istri ku menangis ." Seru Xavier sambil mendorong Zero pergi ." Pergi Kakak ipar sana peluk wanita mu sendiri jangan mengganggu istri ku ." Lanjutannya setelah memeluk istrinya dengan manja .
Ay hanya bisa terkekeh saat melihat semua ini. Dia tahu kakak dan suami nya hanya bercanda untuk menghiburnya .
__ADS_1
Luwina hanya bisa diam memandangi mereka , Dia tidak tahu apa yang sudah dialami kedua saudara itu sehingga begitu besar rasa cinta Zero kepada yang adik .Bahkan penjaga diperketat saat mereka datang .Meski mereka tidak terlihat Luwina masih bisa mengetahui keberadaan mereka .
" Apa yang sedang kau pikirkan ... Luwi ?" Tanya Zero saat menyadari Luwina berdiri sambil Melamun .
" Tidak ada... sir jika sudah tidak ada yang sir butuhkan aku akan pulang ." Jawab Luwina dengan terkejut . Dia tidak menyadari jika Zero sudah berada disampingnya .
" Menginap lah disini sebentar lagi Zus dan setelah menjemput Carlos ." Ucap Zero dengan tenang . Tapi masih terlihat kesedihan di mata pria itu .
" Tapi Sir ....ini acara keluarga anda apa tidak sebaiknya saya pulang .?" Tanya Luwina dengan ragu .
"Tidak malam ini bukan pesta .... Besok peringatan kematian orang tua ku . Dan itu lah yang membuat Ay bersedih begitu juga dengan kami semau ." Jawab Zero dengan suara serak .Entah dorongan dari mana Luwina mengusap lembut punggung pria itu membuat nya sangat nyaman .
"Aku akan menepati janji ku mom ... aku akan membawa nya besok bertemu dengan mu ." Batin Zero yang masih memeluk Luwina . Yang tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang sedang melihat mereka .
" Semoga pilihan mu tidak salah kak ." Ucap Ay dengan lirih .
" Tenang lah sayang ....dia tahu mana yang terbaik untuk nya ." Sahut Xavier sambil membelai rambut hitam Ay .
__ADS_1
Zahra dan Anton hanya bisa melihat dengan diam . Saat kedua nya ingin turun mereka disuguhi pemandangan yang berbeda .Begitu pula dengan 3 orang ya berdiri diambang pintu .
"Maaf akan aku .... dan terima kasih ." Ucap Zero lirih saat melepaskan Luwina .
"Eemm ... tidak masalah sir aku juga tahu bagaimana rasanya saat kita tidak berdaya untuk menyelamatkan orang yang kita sayangi ." Jawab Luwina bergetar dia merasakan apa yang saat ini dirasakan Zero .
" Eemm .... aku kehilangan mereka saat aku berusia 5 tahun . Aku melihat nya membawa Ay pergi saat setelah mom melahirkan nya .Hingga membuat mom meregang nyawa .Sedangkan aku hanya bisa bersembunyi sampai aku sanggup untuk melawannya dan membawa adik ku kembali ." Jawab Zero dengan mata yang memerah .Setiap kenangaan itu seperti menghantam tubuhnya saat ini . Membuat pria yang gagah itu lemah seketika saat melihat bagaimana Daddy nya melindungi dirinya dan juga mommy yang tengah hamil .
Mendengar tawa menggelegar saat mobil itu telah masuk kedalam jurang .
Dilantai atas Ay kembali terisak didalam pelukan suaminya . Wanita 2 anak itu tidak bisa membayangkan bagaimana menderitanya sang kakak saat itu .
"Hiks ... aku tahu kakak hanya pura pura kuat saat bersama ku tadi .Lihat dia sendiri sekarang begitu lemah saat bersama dengan nya .Hiks .. hiks... hiks..." Ucap Ay sambil menangis sendu didalam pelukan Xavier yang masih memeluk nya dengan erat .
" Sayang sudah hentikan sebentar lagi anak anak akan kesini . Jangan biarkan mereka melihat mu menangis, mereka akan ikut bersedih jika kamu seperti ini ." Sahut Xavier dengan lembut mengusap air mata sang istri .
"Eemm... terima kasih selalu ada untuk ku ." Ucap Ay dengan senyum . Xavier hanya menganggukkan kepala sambil mengecup kening Ay dengan mesra .
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺