
Keesokan harinya terdapat iring iringan mobil yang sedang menuju ke pemakaman umum .
Terlihat rombongan yang mampu menarik perhatian publik . Setelah beberapa saat rombongan itu tiba di mereka segara menuju kearah salah satu makam yang agak berbeda . Xavier duduk didepan makam bersama dengan keluarga nya .
" Assalamualaikum.... Mom dad kami datang untuk menengok kalian lagi ." Ucap Ay dengan sendu .
"Sayang sudah mari kita berdoa semoga mereka diberikan tempat yang layak disisi nya ." Sahut Xavier dengan lembut .
" Eemm .... mas pimpin doa . Tidak mungkin kan kak yang melakukannya ." Jawab Ay sambil melirik Zero .
" Jangan meremehkan kakak mu Ay ...apa lagi didepan mom ." Sahut Zero dengan cemberut .Luwina pun merasa kaget dengan kelakukan Zero . Selama ini dia hanya tahu jika pria itu dingin tidak tersentuh .
Saat Xavier mulai memimpin doa Luwina hanya diam . Dia tidak tahu apa pun yang sedang diucapkan oleh mereka saat ini . Bahkan Zero pun ikut dengan suara yang merdu mengusik kalbu .
" Mereka berbeda agama dengan kita ... mayoritas mereka Islam jadi jangan terkejut dengan apa yang kau lihat sekarang ." Ucap Noela dengan lirih dia tidak ingin menganggu saat mereka berdoa .
"Eemm ... aku tidak tahu itu .Aku pikir bos sama seperti kita ." Jawab Luwina dengan menganggukkan kepala nya .
" Tidak dari awal dia berbeda dengan kita semua ,dari dulu meski belum ada mereka Zero sering kesini dan berdoa seperti sekarang ." Sahut Zus dengan lirih . " Kadang bos juga mengaji meski sangat jarang dan suara nya sangat merdu ." Lanjutannya dengan mengingat kapan Zero melakukan nya .
Setelah setengah jam berlalu Xavier mengakhiri doa dengan senyum lembut . Pria yang saat ini sudah memiliki 2 anak itu masih terlihat khusyuk dalam berdoa .Bahkan Zero dengan suara bergetar masih mengucapkan doa yang indah untuk kedua orang tua nya .
__ADS_1
" Amin......" Ucap Semau orang dengan serempak .
" Mom dad ... kami akan selalu mendoakan kalian semoga diberi tempat yang indah di surga." Lirih Ay sambil mengusap air mata yang hampir terjatuh .
" Ayo setelah ini kita harus berangkat ke panti sesuai dengan yang sudah kita jadwalkan ." Seru Zero sambil menggendong Xera .
" Saya sudah mengatur nya tuan semua barang akan segera sampai disana ." Sahut Anton saat melihat Xavier melirik nya .pria itu sedang asyik dengan putri kecilnya .
"Bagus ...kau selalu tahu apa yang sedang kita butuhkan ." Sahut Xavier mengendong Xaviero sambil mengandeng istrinya .
" Rik .... dia ada disana nanti kau temui dulu anak itu . Zus akan memberitahu mu semua yang ingin kau tahu tentang anak itu ." Bisik Zero kepada Erik .Bocah berusia 10 tahun itu hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban .
Panti asuhan yang mereka datangi kali ini adalah panti dimana Zero dan yang lainnya pernah singgah sebelum mereka bisa berdiri seperti sekarang .Mereka tiba di panti yang disambut ramah oleh pengurus panti dan juga kepala panti .
" Selamat datang kembali .... nak ... bunda merindukan kalian. " Sambut kepala panti yang bisa dipanggil bunda oleh mereka .
Noela memeluk wanita itu dengan penuh kasih .
" Bunda tidak perlu menyambut kami seperti ini ... kami yang akan mendatangi bunda didalam . Sebaiknya bunda beristirahat dengan baik jangan kelelahan ." Ucap Noela sambil memeluk bunda Maria .
" Aku tidak apa Noel ... bunda senang kalian datang . Lihat anak anak sangat bahagia saat bermain dengan teman baru mereka ." Jawab Bunda Maria dengan senyum hangat .Wanita tua itu menoleh kearah Luwina lalu kembali menoleh Zero yang tersenyum manis saat ini .
__ADS_1
" Amaura ... Nak kau masih hidup . Oohh tuhan terima kasih kau masih memberkati orang yang kau kasihi. " Ucap Bunda Maria dengan sendu saat melihat Luwina .
" Maaf ... bunda saya .... saya ...Aahh .... " Ucapan Luwina terputus saat wanita itu merasakan sakit kepalanya .
"Jangan diingat ... biarkan itu semua terkubur bersama kenangan masa lalu ." Ucap Zero dengan lembut sambil memeluk Luwina yang sedang kesakitan .
"Nak apa yang terjadi ..?" Tanya Bunda Maria dengan khawatir jika terjadi sesuatu kepada Luwina .
"Tidak ada bunda tenang lah ... Luwina mengalami amnesia saat kecelakaan jadi dia tidak mengingat masa lalu nya ." Jawab Zus mencoba untuk menenagkan bunda yang terlihat cemas .
" Ya ...tuhan .... maafkan bunda nak ." Ucapnya Dengan sedih .
" Tak apa bunda .... bukan salah bunda aku akan membawanya untuk istirahat. " Sahut Zero dengan senyum teduh .
" Iya bawa masuk .... kamar kalian sudah dibersihkan oleh anak anak ." Jawab bunda Maria dengan suara bergetar .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Guys .... aku butuh kopi guys ....
Tolong Like and comen yah ....
__ADS_1