TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Visual dan Prolog.


__ADS_3

Taksi yang ditumpangi Alika melaju menembus derasnya hujan yang mengguyur Ibukota.


Gadis itu duduk di kursi belakang menatap kosong pada jalanan lengang yang jarang terjadi di kota metropolitan ini.


Alika menghela napasnya berharap mampu mengusir sesak yang kian memenuhi dadanya.


Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia untuknya, ternyata menjadi hari paling menyedihkan, menyakitkan sekaligus memalukan. Tak hanya bagi dirinya tapi juga keluarganya.


Penghianatan dari pria yang sangat dicintainya tepat di hari pertunangan mereka menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping.


Kini...ia memutuskan untuk pergi, berharap bisa melupakan rasa sakit yang lelaki itu torehkan.


Dering ponsel disaku jaketnya membuatnya mengalihkan perhatian sejenak. Nama sang sepupu yang tampil di layar ponselnya membuatnya menggeser icon hijau guna menjawab panggilan.


"Alika kau dimana sekarang? Apa kau baik-baik saja?" suara panik Za membuatnya tersenyum getir, sepupunya itu pasti sudah mendengar apa yang terjadi padanya.


"Aku baik-baik saja! Tak perlu mengkhawatirkanku, ingat kau sedang hamil!" ucapnya dengan suara yang serak.


"Jangan bohong! Aku sudah tau semuanya. Katakan kau dimana dan aku akan menyuruh Inder untuk menjemputmu." Suara Za kini terdengar serak, ahhh sepupunya itu pasti sedang menangis.


"Aku baik-baik saja, sungguh! Apa kau pikir aku selemah itu, huh!" sanggahnya sembari tertawa kecil, mencoba menenangkan Za.


"Kalau begitu katakan kau dimana sekarang? Jangan membuatku khawatir, Al!"


Alika menghela napasnya, mau tidak mau ia harus jujur juga. "Za dengarkan aku! Aku baik-baik saja, saat ini aku sedang menuju bandara."


"Bandara? Kau mau pergi kemana?"


"Iya, ada tawaran pekerjaan yang cukup bagus, jadi aku putuskan untuk mengambil pekerjaan ini, gajinya juga lumayan tinggi. Aku sudah izin pada orangtuaku, dan mereka setuju."


"Pekerjaan? Di mana? Apa di luar kota, atau di luar negri?" Cecar Za.


"Maaf, tapi aku tak bisa memberitahumu!"


"Kenapa?"


"Aku tak ingin kau berbohong jika ada yang bertanya keberadaanku, jadi maaf aku tak bisa bicara padamu."


"Tapi Al, bagaimana jika aku ingin bertemu denganmu? Sebentar lagi aku akan melahirkan, apa kau tak ingin melihat anakku?" ucap Za semakin terisak.

__ADS_1


"Aku akan menghubungimu, kita bisa video call, kita masih bisa saling bertukar kabar. Lagipula..."


Cekitttt... Taksi yang berhenti mendadak membuatnya terantuk kursi di depannya.


"Ada apa pak?" Tanyanya kaget.


"Wahhh ada orang gak waras yang nyalip, Neng." Jawab supir taksi. "Eh... bukan orang gak waras, tapi sepertinya itu begal, Neng! Lihat dia menghalangi jalan kita!"


Alika menatap kearah yang ditunjuk sopir taksi iti, sebuah mobil sport melintang menghalangi laju mobil mereka. Dan ia tau benar siapa pemilik mobil sport mewah itu.


Seorang pria keluar dari mobil dan mendekati taksi yang ia tumpangi, bruk. Dia menggebrak kaca mobil menyuruh sopir membuka pintu taksi itu membuat si sopir ketakutan.


"Aduhhh bagaimana ini, Neng? Itu beneran begal kayaknya."


"Huuhhh!" Alika menghembuskan napasnya kasar. "Itu teman saya, Pak! Saya bicara dengannya sebentar tapi bapak tungguin saya, ya. Jangan pergi!" Pintanya.


"Oh, Iya Neng. Bapak tunggu."


Ia membuka pintu taksi lalu... Gep. Tangannya ditarik paksa untuk keluar dari taksi itu.


"Apa yang kau lakukan, Hah?!" bentaknya ketika pria itu setengah menyeret tubuhnya secara paksa. "Tak cukup kau menyakiti hatiku, sekarang kau ingin menyakiti fisikku juga?" hardik Alika dengan lantang.


"Untuk apa? Apa kau ingin aku menghadiri pernikahanmu? Apa kau benar-benar belum puas menyakitiku?" Cercanya setengah menjerit.


"Aku akan membuktikan kalau aku hanya dijebak, Al! Jangan pergi, berikan aku kesempatan untuk bisa membuktikan kalau aku tak bersalah!" Pinta lelaki itu.


"Sudah terlambat, Ga!" Ucapnya. "Hati orang tuaku sudah terlanjur hancur! Orang tuaku sudah terlanjur malu, tak ada yang bisa diperbaiki lagi!"


"Dan Kau! Kau bahkan sudah setuju untuk menikahinya, jadi untuk apa kesempatan yang kau minta? Sekarang biarkan aku pergi, biarkan aku hidup tenang!" Ucap Alika seraya berbalik.


Namun, dengan cepat tubuhnya ditarik dalam rangkulan pria itu. "Aku hanya akan menikah denganmu! Percayalah padaku, Al!" Ucap lelaki itu.


Sejenak ia terhanyut, tapi bayangan kejadian pagi itu serta wajah sedih kedua orangtuanya kembali melintas dipikirannya membuatnya mendorong keras lelaki itu.


"Berhenti mempermainkan perasaanku, Ga! Mungkin aku memang sangat mencintaimu. Tapi maaf, kali ini aku tak bisa memaafkanmu!" Ucapnya sembari berbalik dan berlari menjauh dari lelaki itu.


Alika berlari, kembali masuk taksi yang tadi ia tumpangi. Ia akan pergi... Melupakan semua kepahitan yang terjadi dalam hidupnya.


Haiiii ketemu lagi sama aku,😘

__ADS_1


Ini kisahnya Mas Rega sama Alika, Ya😊 Tadinya mau kugabung di novelnya Za, tapi kupikir bakal panjang banget kalau kugabung disana secara kisah mereka kan bakal agak rumit😂


Tapi tenang gak bakal senyesek, Za kok😊 bakal lebih banyak manisnya ketimbang bawangnya😊


Dibawah sudah ada visualnya mereka, Ya😘


Bantu Rate 5, Like, dan komen disetiap bab nya👌


Makasih buat semua dukungannya, and Happy reading😘😘



Alika Aurora.



Rega Arya Prakasa



Queenza dan Inder



Reihan



Ivana



Thalia



Mario


Udah baru segitu dapetnya😊

__ADS_1


Jangan lupa Rate, like, and komen😘 Kalo mau kasih gift juga boleh banget.


__ADS_2