TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Benar-benar Menyebalkan!


__ADS_3

Brakkk


Tanpa sengaja Alika menutup pintu kamarnya dengan keras. Kejadian tak terduga tadi membuat jantungnya berdebar hebat hingga saat ini.


"Ahhhhh bibir perawanku..." Keluhnya, sembari menyentuh bibir ranumnya yang baru saja mendapatkan ciuman untuk pertama kalinya. Meski hanya menempel itu tetap saja bisa di bilang ciuman, kan?


Ia menghela napas, irama jantungnya masih saja belum bisa normal. "Kenapa juga aku harus terjatuh," Rutuknya. "Dan kenapa harus dia yang merenggut ciuman pertamaku." Sambungnya lagi.


Sebuah ketukan di susul suara dari Ibu membuatnya harus segera bersiap, hari ini acara istimewa sepupu sekaligus sahabatnya, ia akan mendampingi gadis itu di hari pentingnya.


Alika segera bersiap, ia pakai kebaya yang sudah di persiapkannya, merias diri dengan make up yang cukup natural membuat wajah manisnya semakin terpancar.


Ia keluar dari kamar, bersamaan dengan pintu kamar di sebelahnya yang juga terbuka.


Haishhhh kenapa bisa berbarengan begini, sih. batinnya.


Slow jantung, berdetaklah biasa saja.


Namun, pria tampan yang baru saja keluar dari kamar itu malah membuat irama jantungnya semakin bertalu, rasanya ia ingin kembali


masuk ke dalam kamar dan mengurung diri di sana. Sayangnya, harus ia urungkan saat melihat sang ibu berjalan ke arahnya.


"Syukurlah, kalian sudah siap." Ucap Ibu.


Kalimat ibu membuat pria itu menoleh padanya, menatapnya dengan senyuman penuh arti.


"Euleuh-euleuh, si ujang teh meni beuki kasep pakai pakaian rapi begini." Puji Ibu saat melihat penampilan Rega.


Pria itu hanya tersenyum, mungkin juga ia tak mengerti apa yang di katakan Ibu padanya.


"Hayuk atuh, Neng! Itu si Za sudah nanyain kamu." Cetus sang Ibu kali ini padanya karena melihatnya tak bergerak.

__ADS_1


"I-iya, Bu. Ibu duluan saja ke rumah Bibi." Sahutnya.


"Ya sudah atuh, Ibu duluan nya." Kata Ibu yang ia angguki, "Ibu duluan nya, kasep! Euleuhhh meni beuki kasep pisan kamu teh." Ucap Ibu seraya mencubit gemas pipi pria itu.


"Ibu..." Keluhnya, merasa tak enak hati dengan apa yang dilakukan sang Ibu pada atasannya.


"Iya-iya, Ibu pergi duluan, kamu juga cepetan nyusul, kasihan Neng Za nunggu."


"Iya, Bu."


🌺🌺🌺🌺


"Saya minta maaf atas perlakuan Ibu saya, Ibu terkadang suka lepas kontrol kalau menyukai sesuatu." Ucapnya setelah sang Ibu berlalu.


Rega tersenyum tipis, "Apa kau juga begitu?" Ucapnya.


Hah? Begitu? Begitu apanya maksudnya?


Glek. Alika menelan ludahnya saat pria itu malah mendekat, membuatnya mundur perlahan.


"Ma-maksudnya?"


"Apa kejadian tadi juga karena kehilangan kontrol? Apa karena kau menyukaiku?" Ucap pria itu lagi.


*Eh? Tunggu dulu! Dia tidak berpikir kalau aku sengaja jatuh dan menciumnya, kan?


"Pak*, a-apa maksud Anda? Kejadian tadi itu benar-benar tak di sengaja." Ucapnya membela diri dengan terbata, ia terus mundur hingga tubuhnya sudah merapat ke tembok.


Rega menyandarkan kedua lengannya di tembok hingga mengungkung tubuh gadis itu. "Benarkah? Tapi aku tidak merasa begitu?" ucap pria itu.


"Pak!"

__ADS_1


"Pak lagi? Kau minta di hukum, ya?"


"Maksudku, Rega. Kau tau kalau tadi itu aku terjatuh karena menginjak sesuatu, kan? I-itu benar-benar sebuah kecelakaan." ucap Alika semakin gugup.


"Sengaja juga tak apa, aku menyukainya." Ucap pria itu, tersenyum smirk. "Kau satu-satunya wanita yang membuat jantungku berdebar hebat hanya karena bersentuhan." sambung pria itu lagi.


Jantung Alika semakin berdebar, saat lelaki itu terus menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Pak!" Pekiknya saat pria itu semakin mendekatkan wajahnya.


Ingin ia mendorong mundur tubuh pria di depannya, tapi tubuhnya justru menghianati, ia malah memejamkan matanya.


Rega tersenyum gemas saat melihat Alika memejamkan mata, dengan kedua alis yang saling bertautan. Pria itu bisa melihat rasa takut dan gugup *bersamaan.


Mengapa menggodamu begitu menyenangkan?. Batin Rega*.


"Apa kau sedang berharap kejadian tadi berulang?" bisiknya di telinga Alika membuat gadis itu membuka mata dan menggeleng cepat.


"Lalu kenapa memejamkan matamu? Apa kau ingin aku menciummu?"


"A...aku..."


Rega tersenyum menggoda, "Tapi maaf kali ini aku harus mengecewakanmu, keluarga Inder sudah dekat dan aku harus menyambut mereka." Ucapnya membuat mata gadis itu semakin membulat.


"A-aku tidak..."


"Kita lakukan lain kali, ya, aku turun duluan." Pangkas Rega seraya berlalu tanpa dosa.


Alika membulatkan matanya, menatap punggung pria itu yang terlihat naik turun, pria itu pasti sedang menertawakan dirinya.


"Hei! Aku tidak seperti yang kau pikirkan!" sanggahnya. "Gak usah ke geeran ya." Imbuhnya lagi tapi pria itu tetap berjalan menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia berpikir kalau aku ingin dia menciumku?" rutuknya kesal.


"Ahhh dia benar-benar menyebalkan!"


__ADS_2