TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Mau Jemput Bidadari!


__ADS_3

Alika kini bisa merasa lega, Queenza sudah pulang, dan kini sedang berbahagia dengan kakaknya. Keadaan Inder juga semakin baik,


Rega bilang pria itu sudah bisa pulang besok, dan kabar itu membuatnya sedikit tenang.


Rega... takdir memilukan yang dialami sang sepupu membuat dirinya sering bertemu dengan pria itu.


Pria menyebalkan, yang selalu membuatnya naik darah tiap kali bicara dengannya. Tapi sekarang penilaiannya terhadap pria itu sedikit berubah.


Dibalik sikap congkak dan menyebalkannya ia bisa melihat ketulusan dimata pria berkulit bersih itu.


Melihat bagaimana dia menjaga Inder, dan menghandle semua urusan yang berhubungan dengan pria itu, jujur ia merasa begitu kagum pada Rega


Soal pekerjaan pria itu juga patut diacungi jempol, bagaimana tidak, pria itu tak hanya mengurus jadwal Inder tapi juga ikut andil dalam bisnis yang meliputi restoran dan hotel. Dan semuanya berkembang pesat berkat campur tangan pria itu, hebat bukan!


"Haishhhh!" desah Alika, kenapa ia jadi memikirkan pria mesum itu.


Alika merapikan penampilannya dan segera keluar dari kamarnya untuk segera berangkat bekerja, ia tak boleh terlambat! Manager resto tempatnya bekerja sudah kembali dalam mode killer beberapa hari ini, apalagi sekarang tak akan ada yang membelanya di sana karena Reihan sudah pindah kerja.


Ahhh mengingat lelaki itu cukup menyesakkan dadanya, sudah lebih dari seminggu pria itu menghilang entah kemana.


Tak ada kabar, tak ada penjelasan dan kemarin tiba-tiba ia mendapat kabar dari manager resto kalau pria itu sudah pindah bekerja, benar-benar membingungkan!


Beberapa bulan dekat dengan Reihan tak membuatnya mengenal Reihan dengan baik, pria itu tak pernah mau bercerita tentang dirinya, dia terlalu misterius!


Baru mengunci pintu, Alika terkejut saat berbalik. Sebuah motor sport sudah terparkir di depan kosannya seorang pemuda duduk disana membuka kaca face helmnya dan tersenyum padanya.


"Selamat pagi!" sapa pemuda itu seraya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Untuk apa dia berada di sini sepagi ini?" pikirnya.


Alika menghampiri lelaki itu, memandangnya secara keseluruhan, pria yang biasa memakai mobil itu kini duduk diatas jok motor sembari memeluk helm yang baru saja dilepasnya. Satu kata yang bisa mewakilkan penampilan pria itu. Tampan!


"Gue terlihat lebih keren, kan pake motor sport gini?" ucap pria itu congkak.


Haishhh... bisa-bisanya ia terpesona dengan pria mesum dan congkak itu!


"Biasa aja!" Jawabnya.


"Biasa aja! Tapi itu mata sampe gak berkedip lihat muka gue." Sindir pria itu, membuatnya salah tingkah.


"Siapa? Gak usah ngarang deh!" sanggahnya.


"Kamu ngapain di sini sepagi ini?" tanyanya lagi mengalihkan pembicaraan.


"Mau jemput bidadari," Ucap pria itu dengan senyum yang lebar.


Tempat kosan Alika memang berbeda dengan yang lainnya, sebenarnya lebih pantas di bilang rumah kontrakan dari pada kosan, karena kosan yang ia tempati adalah berupa rumah sederhana dengan dua kamar di dalamnya, itu sebabnya dia bisa berbagi rumah dengan sepupunya.


Alika melangkah melewati motor sport itu, tapi tangan pria itu menghalanginya. "Minggir! Aku buru-buru harus kerja!" ujarnya ketus.


"Tunggu-tunggu! Bagaimana kalau gue antar sampai tempat kerja?" tanya pria itu.


"Hah!"


"Anggap saja ini permintaan maaf, dan bukankah kita harus bicara tentang ganti rugi itu?" ucap pria itu.

__ADS_1


Alika mengerutkan keningnya."Tapi bukankah kau mau jemput bidadari mu?" cibir Alika.


Rega tersenyum, "Bidadarinya sudah ada di depanku," Katanya. "Aku tak perlu bidadari yang lainnya." Imbuh pria itu lagi.


Alika memutar bola matanya, "Rayuanmu tidak akan mempan padaku, Tuan!"


"Jadi, lo gak mau ikut?"


Alika menghela napas, "Sebenarnya tidak! Tapi karena aku buru-buru aku menerima tawaranmu." ucap wanita itu pada akhirnya.


Rega memberikan sebuah helm yang memang sudah ia siapkan pada Alika, pria itu turun dan membantu gadis itu memakai helmnya.


Deg... jantung Alika berdebar lebih kencang saat wajah mereka begitu dekat, "Huhhhh ada apa dengan jantungku?" gumamnya lirih.


"Ayo, naiklah!" Ajak Rega menyadarkannya.


Alika duduk di belakang pria itu, posisikan diri senyaman mungkin di boncengan motor itu.


"Lo gak pegangan?" tanya Rega saat tak merasakan sentuhan di pinggangnya.


Alika menggeleng, "Begini saja sudah cukup kan." ucapnya.


"Asal jangan nyalahin gue kalau nanti lo jatuh." Ucap pria itu seraya mulai menyalakan mesin kuda besi itu.


Baru saja melaju sebentar, pria itu sengaja menekan rem motornya mendadak membuat motor sport itu berhenti seketika dan membuat gadis yang ada di belakang kaget hingga tersungkur kedepan, membuat dua benda kenyal di dadanya menabrak punggung Rega


"Apa yang kau lakukan, hah! Kau sengaja ya?!" Bentak wanita itu.

__ADS_1


Dan Rega kini mematung, niatnya mengerjai wanita itu justru berimbas tak baik pada tubuh bagian bawahnya, dua benda kenyal yang terpental ke punggungnya membuat tubuhnya terasa tersengat aliran listrik hingga membuat tubuhnya menegang.


Gila! Bagaimana bisa gadis ini membuat tubuhnya langsung bereaksi seperti itu!


__ADS_2