TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 37


__ADS_3

Untuk yang menanyakan tentang terlewatnya episode atau kelanjutan, Author lupa mencantumkan beberapa bulan/beberapa hari๐Ÿ™๐Ÿ™


----------------


Kabar kelahiran penerus Mohana tentunya langsung menjadi topik ternama, Semua television menyelenggarakan berita keluarga Mohana. Bahkan kini semua orang ramai-ramai mendatangi rumah sakit yang dimana di situ ada penerus Mohana.


Tentunya Rey memperketat keamanan untuk keluarganya, Termasuk Baby twins nya.


Setelah mengadzani, Rey menaruh kembali baby twins. Ya, Dia memilih ruangan Baby dan ruangan Renata, di satukan.


Ruangan rawat Renata kini penuh dengan sodara-sodara ataupun kolegan bisnis Rey yang menyempatkan memberikan dia selamat atas kelahiran baby nya.


"Selamat atas kelahiran putra-putra anda tuan."


Rey tersenyum tipis, Dia menepuk pundak Wildan. "Terimakasih, Wil."


Wildan mengangguk.


Saat Wildan hendak pergi, Terlebih dulu pintu dibuka dengan keras dan hampir saja menghntam hidung mancung nya.


Brak!


"Canika!!" Pekik Mama Widia yang terkejut. Karna pada pasalnya Wildan berada di hadapan pintu.


Deg.


Canika yang tak kalah terkejutnya saat melihat Wildan yang kini tepat hadapannya. Wildan menatap tajam ke arah Canika, Dia langsung pergi begitu saja.


Mama Widia menggelengkan kepalanya, Anaknya ini benar-benar!!


Mama Widia menghampiri Canika, Dia menjewer telinga Canika. "Kalau mau masuk itu ketuk dulu pintunya!!"


"Aaawwshh!! Mama... Sakit!!" rintih Canika, Dia mengusap telinganya yang memerah karna jepitan dari tangan mavt mamahnya.


"Lagian kebiasaan banget!"

__ADS_1


Setelah cukup terdiam, Canika beralih dengan keponakannya. "Astaga!! Aku lupa kalau punya ponakan.." Gumam Canika, Dia langsung mendekat ke arah ponakannya.


"Astaga... Kenapa tampan sekali?? Ahh ini mah duplikatnya kak Rena! Kalo duplikat nya Kak Rey mana bisa seganteng ini..." Celetuk Canika yang mengundang gelak tawa.


Rey menatap tajam ke arah adiknya, Bisa-bisanya adiknya secara tidak langsung mengatakan kalau dirinya ini jelek!!


Canika tertawa kecil, "Hahaha... Kenapa kakak menatapku seperti itu?" Tanyanya.


Rey memutar bola matanya malas, Dia memilih mengusap rambut istrinya.


"Siapa nama-nama twins boy ini??" Tanya Dewi sambil menggendong bayi Renata.


Rey menoleh ke arah Renata, Dia mengecup kening Renata. "Kami berdua sepakat untuk menamai twins D." Jawab Rey.


"Darriel Mohana" ( Nama untuk baby yang di gendong oleh Dewi. )


"Danniel Mohana" ( Nama untuk baby yang di gendong oleh Tiara. )


"Dhanesh Mohana" ( Nama untuk baby yang digendong oleh Anna. )


"Wah... Nama-nama yang sangat bagus."


Setelah cukup selesai, Rey meminta waktu berdua hanya dengan Renata. Dia meminta semuanya untuk keluar dulu dari ruangan.


Rey mendekat ke arah istrinya yang masih saja terdiam, "Sayang??"


Tak ada sahutan ataupun jawaban dari Renata. Rey tau kalau istrinya itu masih marah kepadanya,


"Demi apapun sayang, Aku benar-benar tidak melakukan apapun dengan dia. Sungguh. Lihatlah." Rey memberikan rekaman CCTV yang berhasil dia salin ke ponselnya.


Renata terdiam melihat rekaman CCTV itu. Wajahnya berubah menjadi sendu.


Rey menarik Renata kedalam pelukannya, "Sudah, tidak apa-apa."


"Hiks.. Aku keterlaluan.. Hampir saja aku membahayakan anak-anak kita hiks.." tangis Renata pecah didalam pelukan Rey.

__ADS_1


1 bulan kemudian...


Setelah 1 bulan Renata melahirkan, Viona istri dari Yuda juga ikut melahirkan anak pertama mereka.


Melihat Viona meringis kesakitan, tanpa sadar Yuda juga ikut meneteskan air matanya.


Karna kelalaiannya, Hampir saja Yuda kehilangan Bayi dan juga istrinya.


"Hiks... Sakit!!" Ringis Viona saat mulai mengejan.


Yuda menggenggam tangan Viona, Dia mengecup kening Viona. "Ayo sayang.. Sedikit lagi!! Kamu pasti bisa!! Ayo sayang.. Demi baby kita.."


Viona yah hampir memejamkan matanya, Dia membuka matanya dengan perlahan. Spontan semangatnya kembali lagi. Dia mulai mengejan kembali.


"Eughhhhh... Aaaagggghhhh!!!!"


Oeee... Oeee... Oeee...


"Alhamdulillah..." Yuda langsung memeluk tubuh lemas Viona, Dia terharu.


Yuda menghujani banyak kecupan ke wajah Viona.


"Terimakasih... Terimakasih karna kamu sudah mau berjuang... Terimakasih" Ucap Yuda sambil mengecup kening Viona.


Viona menyahuti nya dengan senyuman, Dia sungguh lemas. Rasa sakit yang tadi ada kini rasanya sudah hilang.


"Selamat Pak, Buk. Anak pertama kalian perempuan.." sahut dokter sambil memberikan bayi mungil perempuan kepada Yuda.


Yuda mengadzani putrinya.


"Alyaa Putri Kusuma." Nama Anak pertama Viona dan Yuda.


Kebahagiaanpun datang di kehidupan Yuda dan Viona.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2