
"Pah, papa ngomong apa sih?!" Sentak Canika. Dia memberikan segelas air kepada suaminya. "Ini, mas." Canika memberikan gelas itu kepada suaminya.
Wildan menerima uluran gelas itu. "Terimakasih, sayang."
Untuk mencairkan suasana, Rey berdehem cukup keras. "Ekhem!"
"Sudah-sudah, lanjutkan makan kalian." sambung Renata. Dia meminta semua orang untuk melanjutkan makan malam mereka.
Setelah selesai makan malam bersama. Para laki-laki langsung menuju ruangan lain. Dan tentunya para wanita membereskan meja.
Malam semakin larut. Kini jarum jam menunjukkan pukvl 9 malam. Anak-anak sudah tertidur di ruang tv bersama omma dan oppa mereka.
Viola tersenyum saat melihat tangan mungil putrinya itu menggenggam tangan mungil Darriel. Viola menghampiri suaminya.
"Mas, lihatlah. Sepertinya kamu akan berbessan dengan Rey." Ucap Viola yang membuat arah pandang Yuda beralih ke arah putrinya.
"Hahaha, kita lihat saja nanti."
Sedangkan itu. Renata mengerutkan keningnya saat melihat ke-tiga sahabatnya itu dengan kompaknya memberikan surat undangan.
"I-ini?" Renata menatap ke arah mereka bertiga.
Dewi menganggukkan kepalanya. "Iya, Ren. Kita mau merried bareng."
Renata tersenyum manis. Dia memeluk ketiga sahabatnya itu. "Selamat ya. Selamat karna kalian akan segera menikah. Dan maafkan aku, karna aku menikah lebih dulu dari kalian." Tutur Renata.
Ya, menang saat masih duduk di bangku SMA ke-empat sahabat itu saling berjanji kalau mereka akan melakukan merried secara bersamaan. Tapi ternyata, Renata lah yang lebih dulu merried.
Anna mengusap punggung Renata. "Santai aja kali, Ren. Kita udah bahagia kok liat kamu sama yang lainnya mau dateng."
"Nah, iya tuh." Timpah Tiara.
"Baiklah," Renata kembali memeluk sahabatnya.
Sedetik kemudian. Datanglah Canika dengan membawakan nampan yang berisikan minuman hangat. Tak lupa juga dengan beberapa cemilan.
__ADS_1
"Eh iya, gimana kalo kita main permainan? Ya buat hiburan aja gitu." Usul Anna.
"Iya, ayok. Tapi main apa?" Tanya Dewi.
Canika mendongakkan kepalanya. "Emm... Bagaimana kalau kita main Truth or Dare?"
Prok..
Dewi menepuk tangannya. "Nah, ayok tuh!"
"Oke, bentar ya. Aku ambil dulu botol buat mainnya." Canika kembali masuk ke dalam apartemen. Dia mengambil botol yang bisa dimainkan.
Tiara, Nino, Rey, Renata, Tip, Anna, Bima, Dewi, Aulia, Gio, Viola, Yuda, Canika, dan Wildan. Kini para pasangan itu sudah membentuk lingkaran yang dimana ditengah mereka ada sebuah botol yang siap diputarkan.
"Siap?"
Tiara memutar botol itu. Botol itu terus memutar hingga botol itu berhenti dan menunjuk ke arah Dewi.
Anna tertawa keras saat melihat sahabatnya itu menjadi korban pertamanya. "Hahaha.. Mampvs lu, Dew!"
"Truth or Dare?"
"Truth aja deh." Jawab Dewi. Dia memilih Truth yang dimana itu adalah sebuah kebenaran/kejujuran.
"Oke, siapa yang ngambil ciuman pertama lu?" Tanya Anna sambil menaik turunkan alis nya.
"Bima." Dengan santainya Dewi menjawab pertanyaan dari Anna.
"Gila lo hahaha,"
Tiara memberikan pertanyaan. "Siapa cowok yang pernah lu kagumi?"
"Sekretaris Wildan,"
Deg.
__ADS_1
Spontan Canika menatap ke arah Dewi. Dia tidak terkejut karna siapapun pasti mengagumi sosok suaminya. Ya terlebih dirinya sendiri.
Melihat sikap Canika. Dewi langsung membenarkan maksudnya. "Eh, maksudnya itu aku mengagumi bukan suka. Tapi rasa kagum aja gitu."
Para wanita memberikan pertanyaan kepada Dewi secara bergantian. Kini waktunya mereka memutar botol itu kembali.
Botol itu kembali berputar. Dan kini mengarahkan ke arah Yuda.
"Truth or Dare?" Tanya Anna.
"Dare,"
"Peluk Renata dan cium keningnya." Ucap Anna yang membuat Rey langsung menajamkan pandangannya.
Plak!
Dewi menepuk pundak Anna. "Gile kali lu, An! Noh liat, tuan Rey mau nerkam lu!"
Anna mengusap punggungnya. "Sakit, ege! Ehh kan cuma permainan!"
"Ayo, dong!"
Renata menatap ke arah Rey. "Hanya tiga detik!" Tegas Rey.
Setelah mendapatkan izin dari Rey dan Viola. Yuda dengan perlahan mulai memeluk Renata. Dia mengecup singkat keningnya.
Melihat itu. Semua orang tertawa karna melihat wajah Rey yang sudah merah padam.
Sikatnya setelah semua orang. Kini yang tersisa hanya Canika dan Wildan. Kedua pasangan pengantin baru itu mendapatkan giliran akhir.
"Oke, karna kebanyakan yang milih Truth. Jadi, Cika dare aja ya?" Ucap Tiara yang diangguki oleh Canika.
...----------------...
Mampir ke sini juga, yuk! ceritanya tak kalah seru loh!!
__ADS_1