TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Perasaan Alika


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Inder dan Queenza bertambah romantis dengan hujan yang tiba-tiba turun, meski pada awalnya semua orang berhamburan mencari tempat berteduh, namun kemesraan sepasang sejoli itu mampu membuat semua orang kembali ke tempatnya, dan rela basah-basahan demi menyaksikan adegan romantis mereka.


Beruntung hujan kembali reda hingga acara kembali di lanjutkan sampai acara terakhir meski dengan pakaian yang basah kuyup tapu mereka tetap menikmati kemeriahan acara itu.


Di sisi lain Rega menatap tak suka saat melihat seorang pemuda mendekati sekertarisnya, terlebih mereka terlihat begitu akrab.


Dadanya terasa seperti terbakar melihat kedekatan Alika dengan pria itu, Siapa lelaki itu? Kenapa Alika bisa tertawa selepas itu? sedangkan saat bersamanya saja wanita itu tak pernah tersenyum dan bahkan mereka lebih sering berdebat.


Semua pertanyaan itu terus bergelut di batinnya hingga membuat pria berparas rupawan itu tak tahan lagi untuk melangkahkan kaki mendekati mereka.


Rega bahkan menepis tangan Thalia yang hendak menghalanginya untuk pergi, ia juga memperingatkan wanita itu untuk tidak mengikutinya. Mengabaikan semua tatapan protes dari kedua orang tuanya yang tak menyukai sikap kasarnya pada Thalia.


Rega tetap melangkah, lalu menarik tangan Alika dan menempatkan tubuh gadis itu di belakang punggungnya hingga membuat gadis itu memekik kaget.


"Apa yang kau lakukan, Pak?" pekik Alika tertahan.


Matanya membola, rasa kesal yang tadi sempat menguap, ia rasakan kembali, membuatnya memajukan bibirnya.


"Aku dari tadi mencarimu dan kau malah santai di sini." Ucap Rega dengan santai seraya menyilangkan tangannya di dada.


"Hei! bisakah kau sedikit lembut pada wanita?" bentak pria di belakangnya namun Rega abaikan, mata lelaki itu menatap pokus pada gadis yang kini mengerucutkan bibirnya seraya menatapnya sebal.


Benar-benar menggemaskan! batin Rega.


Alika menghembuskan napas kesal, sebelum bicara. "Tidak apa-apa, dia bos ku, dia memang sudah biasa melakukan apapun seenaknya." Ucapnya menenangkan pria di belakang sang bos.


Sudut bibir Rega terangkat mendengar ucapan Alika, ia lalu meraih tangan gadis itu lagi, namun kali ini jauh lebih lembut. "Ikut aku, ada pekerjaan yang harus kita selesaikan." Ucapnya seraya menarik lembut wanita itu, mengabaikan tatapan penuh rasa ingin tau dari lelaki lain di sana.


Sedangkan Alika, ia hanya mengangguk pelan, ia menatap lembut sembari tersenyum pada Mario seakan menyakinkan laki-laki itu bahwa dia akan baik-baik saja.


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Alika menatap tangan kekar yang kini menggenggamnya erat. Ia hanya mengikuti kemana kaki pria di depannya melangkah.


Namun, ia sedikit bingung saat Rega justru membawanya menuju bagian depan pelaminan.


"Untuk apa kau membawaku kemari?" tanyanya.


Pria itu menoleh, lalu tersenyum manis. "Sebentar lagi acara lempar bunga, apa kau tak mau menangkap bunga itu?"


Kening Alika berkerut bingung. "Bukankah tadi kau yang bilang kita ada pekerjaan?" cibirnya.


Rega tertawa hingga memperlihatkan barisan rapi giginya. "Apa kau pikir aku ini bos yang kejam? Sampai memberimu pekerjaan di hari pernikahan sepupumu?" ucap lelaki itu.


Alika tak menjawab, ia hanya menatap pria itu dengan raut wajah yang bingung.


"Lagi pula, ini bukan hanya pernikahan sepupumu, tapi juga pernikahan sahabatku, bagaimana mungkin aku akan melewatkannya hanya demi sebuah pekerjaan." Imbuh lelaki itu.


"Lalu kenapa kau membawaku pergi dan bilang kalau kita ada pekerjaan?" tanya Alika.


Pria itu lalu sedikit menjauh dari Alika, dan bergabung bersama pemuda lainnya yang juga bersiap menangkap bunga dari kedua mempelai.


Meninggalkan Alika yang kebingungan dengan sikapnya.


Ahhh benar-benar menyebalkan! Batin Alika kesal.


Suara pembawa acara yang mulai menghitung mundur menyadarkan Alika dari lamunannya, ia pun bergegas ke sisi lain pelaminan, bergabung bersama para gadis lajang di sana.


Kini tiba saatnya pelemparan bunga semua pria dan wanita lajang sudah bersiap di depan pelaminan.


Dengan membelakangi mereka Za melempar buket bunganya.


Hap. Rega dan Alika menangkap bunga itu secara bersamaan membuat suasana kembali riuh menggoda mereka berdua.

__ADS_1


"Apa ini berarti kita berjodoh?" Goda Rega dengan menaik turunkan kedua alisnya membuat wanita itu kesal.


"Enak saja, kau ambil saja sendiri dan berikan pada jodohmu!" Sungut Alika, seraya memberikan buket bunga itu pada Rega.


Gadis itu masih kesal mengingat kejadian di rumahnya tadi. Namun, reaksi Alika justru memancing Rega untuk semakin menggodanya. "Ayolah, Al. Apa yang kurang dariku." Ujar Rega dengan wajah memelas, tapi tak sedikitpun membuat gadis itu berhenti melangkah.


"Wahh Bun, sepertinya abis ini ada yang minta dilamarin lagi." Timpal Ayah Rangga.


Membuat semua orang kembali tergelak dan menggoda mereka.


Alika melengos, ia memilih pergi menjauhi orang-orang yang tengah menggodanya, menepi dan memilih untuk masuk ke rumah Za agar orang-orang berhenti menggodanya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Alika kembali ke rumahnya setelah acara pesta usai, kedua orang tuanya sudah kembali ke rumah Za setelah berganti pakaian, sedang ia lebih memilih merebahkan diri di kamarnya yang sementara ini di tempati sang bos.


Hari belum terlalu malam, tapi tubuhnya sudah terasa sangat lelah, hingga ia memutuskan untuk istirahat alih-alih kembali menemui sang sepupu.


Lagipula disana sudah banyak orang yang membantu, dan ia juga merasa sangat tak nyaman bila harus terus menyaksikan kemesraan sang bos dengan calon tunangannya.


Ahhh... Alika menghela napas panjang, entah kenapa ada rasa asing yang belakangan ini terus hadir di hatinya jika berhubungan dengan bos barunya itu.


Ada kekaguman, setiap kali melihat ke profesionalannya dalam bekerja.


Jantungnya sering berdetak tak beraturan setiap kali mereka berpandangan, hatinya juga tak jarang membuncah setiap kali sang bos melemparkan rayuan, padahal ia tau itu hanya sekedar gombalan dari pria yang bahkan tak pernah cukup dengan satu wanita.


Ya, Alika tahu siapa itu Rega Arya Prakasa. Meski baru bekerja beberapa hari dengan nya, tapi rekam jejak seorang Rega sudah banyak ia dapatkan.


Bad boy sejati, playboy kelas kakap yang seharusnya ia hindari tapi ia malah terjebak dalam lingkaran pekerjaan untuk satu tahun lamanya.


Dan sekarang hanya satu yang bisa ia lakukan, sebisa mungkin ia akan mencegah hatinya untuk terpesona apalagi jatuh cinta pada lelaki itu, tapi bisakah? sedangkan sekarang saja sudah ada rasa lain yang berdiam di hatinya pada lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2