TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 71


__ADS_3

"Tidak! tarik lagi ucapanmu, Canika!" Bentak Wildan dengan suara baritonnya. Terlihat jelas dari raut wajah Wildan kalau dirinya saat ini sedang marah besar kepada Canika.


"Jangan egois, kak! jika memang kamu mencintainya. Maka, lepaskan aku!" Teriak Canika.


Wildan menarik Canika ke dalam pelukannya. Dia baru sadar kalau apa yang dia lakukan, sungguh salah. Wildan menyadari kehadiran bayi yang ada di kandungan Canika yang membutuhkan status ayah nya.


Cukup lama Canika menangis dalam pelukan Wildan. Dia sungguh lelah dengan sikap Wildan yang terkesan sungguh plin-plan.


Setelah memastikan istrinya sudah mulai tenang. Wildan mengajak Canika untuk mengobrol dengan tenang. Dia memberikan segelas susu hangat untuk istrinya itu.


Wildan menyodorkan segelas susu hangat itu kepada Canika. "Ini, minumlah."


Canika mengambil gelas itu tanpa melirik ke arah Wildan. Dia masih tidak bisa menerima sikap suaminya tadi.


"Maafkan aku, setelah anak ini lahir. Aku akan menceraikanmu," Lirih Wildan.


Tubuh Canika seakan langsung lemas. Dia sungguh tidak menyangka kalau sebentar lagi, dirinya akan menyandang status janda.


Canika mencoba menahan air matanya. Dia menatap ke arah Wildan. "Baiklah jika memang itu yang kamu mau, aku siap diceraikan setelah anak kita lahir." Final Canika.


"Tapi, aku ada satu permintaan." Sambung Canika yang membuat Wildan menatap ke arahnya. "Tolong, selama aku hamil. Perlakukan aku layaknya seorang istri, anggap aku menjadi istrimu."


Terdengar sangat pilu, tapi inilah kenyataannya. Sebuah rumah tangga yang terbentuk karna adanya suatu kesalahan. Kedua pasangan yang tidak saling mencintai, atau lebih tepatnya hanya Canika lah yang mencintai suaminya.

__ADS_1


Wildan menganggukan kepalanya. Dia setuju dengan permintaan istrinya itu. Mungkin inilah yang akan menjadi awal penyesalan Wildan.


Canika memeluk suaminya. Dia mengusap punggung suaminya. "Istirahatlah, besok kamu akan memerankan peran sebagai suami sesungguhnya." Ucap Canika.


Tidak ada jawaban apapun dari Wildan. Dia hanya menganggukan kepalanya. Wildan mengecup kening Canika, dia mengusap perut rata Canika. "Kamu juga beristirahatlah,"


Canika menganggukan kepalanya.


"Iya, mas. Goodnight."


Cup.


Canika mengecup pipi Wildan. Dia tersenyum manis ke arah suaminya itu.


Ke-esokan harinya...


Setelah makan sudah tersaji. Canika melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 6 pagi. Dia bergegas menuju kamar suaminya untuk membangunkannya.


Klek...


Dengan sangat perlahan, Canika membuka pintu itu. Dia menangkap sosok laki-laki yang dia cintai, masih terlelap dalam mimpinya.


Canika membuka gorden kamar suaminya. Dia mendekat ke arah suaminya. "Bangun, mas. Sudah pagi." Bisik Canika tepat di telinga Wildan.

__ADS_1


"Eumm.." Wildan membuka kedua matanya. Dia cukup terkejut saat melihat siapa yang berada di atas tubuhnya itu.


Cup...


Canika mengecup singkat bibir suaminya. "Goodmorning, suamiku. Ayo bangun!"


Entah apa yang dirasakan oleh Wildan. Dia menarik tengkuk leher istrinya. Dia membalas ciuman singkat dari istrinya itu. "Morning kis, baby."


Blush!


Wajah Canika seketika langsung memerah bak kepiting rebus. Dia sungguh tidak menyangka akan mendapatkan respon dari suaminya.


Canika bangkit dari tempat tidur suaminya. Dia menarik tangan suaminya untuk segera membersihkan tubuhnya.


"Cepatlah mandi, sayang. Aku sudah menyiapkan masakan kesukaanmu."


Wildan menganggukan kepalanya. "Baiklah, sayangku. Tunggu aku, ya." Jawab Wildan sambil mengusap rambut Canika.


Deg.


"Sadar Canika! ini hanyalah sandiwara saja, semua yang dia lakukan, hanya untuk bayinya saja! kamu harus sadar diri!"


...----------------...

__ADS_1


Halo, semuanya. Ayo mampir ke karya temenku, yuk!



__ADS_2