TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 36


__ADS_3

Sebelum membaca, Author mohon budayakan tinggalkan jejak kalian. jadilah pembaca yang aktif. dukungan kalian adalah semangat Author. ayooo dukung!!!


----------------


Renata terhenti sejenak, Dia merasakan perutnya semakin sakit.


"Ahhhh!! Sakit..." Teriak Renata sambil memegangi perutnya.


Mendengar teriakan istrinya, Rey langsung berlari menghampiri Renata. Disusul oleh yang lainnya. Terlihat jelas air ketuban Renata sudah pecah.


"Ba-bawa dia si@l4n!!" Tiara berteriak saat melihat Rey hanya terdiam diri.


Rey tersentak kaget, Dia langsung mengangkat tubuh Renata. Dia berlari keluar dari perusahaan dengan menggendong Renata.


Seisi kantor dibuat heboh, Mereka juga langsung menyudutkan Wilona sebagai penyebabnya.


Bukan hanya itu, Mereka juga dibuat terkejut melihat seorang Reyendra menangis.


Rey menggelengkan kepalanya, Dia membawa tubuh istrinya yang kesakitan itu ke dalam mobil.


"Sayang, Bertahanlah.." Lirih Rey, Dia sungguh takut jika terjadi apa-apa kepada Renata.


Saat sudah berada di depan mobil, Rey memasukan Renata di kursi penumpang.


Wildan langsung mengambil posisinya, "Tuan, Biar saya yang membawa mobilnya. Anda temani Nyonya."


Rey mengangguk, "Baiklah, Cepat!"


Renata yang kesakitan, Dia menggenggam erat tangan Rey. Sesekali Renata meringis kesakitan. "Hiks... Sakit!!!" Ringis Renata sambil mengatur nafasnya.


Rey menggenggam tangan Renata, Dia mengecup kening Renata. "tahan sayang.. Sebentar lagi kita akan sampai hmm??"


"WILDAN! CEPATLAH!!" Sentak Rey yang membuat Wildan menambah kecepatan mobil nya.


Sesampainya di rumah sakit. Rey langsung menggendong Renata dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit.


"DOKTER!!!"


"SUSTER!!!"


"TOLONG ISTRI SAYA!!"


Teriak Rey yang menggema di setiap sudut rumah sakit.


Sedetik kemudian, Para perawat dan dokter langsung menghampiri Rey. Mereka langsung mengambil alih membawa Renata.


Renata dilarikan ke ruangan UGD, Namun langsung dibawa ke ruang oprasi.


Deg.


Rey kaget saat istrinya kembali di bawa ke ruangan.


"Ada apa dokter?? ADA APA DENGAN ISTRI SAYA?!!" Tanya Rey dengan mimik wajah cemas nya.


"Mohon maaf tuan. Tapi pasien harus melakukan oprasi."


Tes...


Air mata Rey meneteskan, Dia mengerutuki kebod0hannya yang sungguh bod0h.

__ADS_1


"Tolong istri saya dok! Apapun itu tolong selamatkan istri saya!!" Pinta Rey dengan mimik wajah sendu nya.


"Kami akan melakukan yang terbaik, Tuan. istri anda kekurangan cairan, Dan terlebih itu istri anda harus mengeluarkan bayinya sekarang juga. Jika tidak nanti akan membahayakan bayinya." Jawab Dokter yang membuat Rey semakin terpukul.


Bugh!


Tuan Bram memberikan bogem mentah nya kepada anaknya, Dia sungguh tak habis pikir, bagai bisa Rey kecolongaan?


"Hiks... Pah... Bagaimana ini???" Tangis Mama Widia pecah di dalam pelukan suaminya. Dia sungguh mengkhawatirkan Renata dan keempat cucu nya.


Pak Bram mencoba menenangkan Istrinya, Sebelum itu dia meminta Rey untuk menjaga Renata.


Sedangkan itu di sisi lain, Seorang laki-laki tampan yang terlihat kini tengah menahan amarah.


Bagaimana tidak? wanita yang dulu dia cintai dan sekarang dia relakan namun kini wanita itu disakiti?!!


"Ba.jingan!!"


Siapa lagi kalau bukan Yuda? Ya, Kejadian diruangan Rey tentunya langsung menjadi topik hangat.


Yuda langsung marah besar, Dia sungguh sangat marah. Terlibat jelas aura tubuhnya.


Viona hanya terdiam, Jauh dilubuk hatinya dia sungguh sakit hati. Istri mana yang tidak sakit hati saat mengetahui kalau suaminya masih memperdulikan masalalunya.


Yuda menuju rumah sakit dengan kecepatan kencang.


Sesampainya disana, Dia langsung berlari menuju ruangan Renata. Sangking paniknya, Dia sampai lupa degan Viona.


Viona tersenyum getir, Walaupun jiwa dan raga suaminya telah dimilikinya namun tetap saja hatinya masih milik wanita lain.


"Sebegitu cintanya kah kamu kepada dirinya? Apa aku harus mundur??" Lirih Viona. Dia berjalan perlahan menyusul suaminya.


Amarah Yuda semakin memuncak saat melihat laki-laki yang sungguh membuatnya tersorot emosi.


Bugh!


Yuda memvkul tepat diwajah tampan Rey.


Ya, Rey. Dia mendapatkan bogem dari Yuda.


Yuda menarik kemeja Rey. "Jika sampai terjadi sesuatu kepada Renata. Gua gaakan maafin lu Rey! Gua akan bikin perhitungan sama lu!! Camkan itu!!"


Viona menahan tubuh Yuda, "Mas... Sabar!!"


Viona menenangkan Yuda, Dia mengajaknya untuk pergi ke ruangan lain.


"Tidak perlu secemas itu mas, Mbak Rena pasti akan baik-baik saja. Dia wanita yang kuat," Ucap Viona sambil mengusap punggung suaminya. meskipun hatinya sakit, Tapi dia tidak mau egois.


Yuda membuang nafas kasarnya, "Bagaimana aku bisa tenang? Ren--" Yuda terdiam.


Dia lupa, Dia lupa kalau saat ini di sampingnya itu istrinya. Melihat wajah Viona yang terdiam, Dia hanya tersenyum.


"Ma-maaf.."


Viona tersenyum kecil. "Tidak perlu meminta maaf, mas."


Di dalam ruangan, Tepatnya kini Renata terpaksa melakukan cs.


Sudah lewat beberapa menit, Terdengar suara tangisan bayi yang menggema di ruangan.

__ADS_1


Oee... Oee... Oee...


Oee... Oee... Oee...


Oee... Oee.. Oee...


Oee... Oee... Oee..


Suara tangisan yang menggema membuat hati Rey berhenti berdetak.


Dia mematung, "Ba-bayiku??" Pekik Rey. Dia langsung memeluk Mamahnya.


"Mah.. Hiks.. It-itu bayi Rey..."


Mama Widia tak kalah bahagianya, Dia membalas pelukan anaknya.


Tak berselang lama, Dokter keluar dari ruangan dengan Renata yang dipindahkan ruangannya.


Rey dan yang lainnya langsung menyusul Renata. Tepatnya setelah menunggu beberapa saat sampai Renata siuman.


"Sayang??" Panggil Rey dengan suara gemetar nya, Dia langsung memeluk Renata.


"Mas..." Lirih Renata yang melemah.


Cup...


Cup...


Cup...


Rey mengecup semua area wajah Renata. Dia tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih. "Terimakasih sayang... Terimakasih karna kamu telah memberikan aku sebuah kebahagiaan yang sungguh luar biasa... Terimakasih.."


Renata hanya tersenyum kecil, Dia mengusap pelan wajah suaminya. "Tidak perlu berterimakasih sayang.." Secara perlahan kesadaran Renata tak terjaga. Dia mulai tertidur kembali.


Rey langsung kaget, Dia berteriak memanggil nama Renata. "Sayang?? Rena!! Renata??"


Rey berbalik, "Dok, Ada apa dengan istri saya??" Tanya Rey kepada dokter.


"Tidak usah khawatir Tuan. Istri anda hanya tertidur biasa mungkin karna obat dari kami." Jawab Dokter.


Rey mengangguk. Dia mulai menemani Renata yang masih tertidur.


Tak berselang lama, 4 Suster masuk ke dalam ruangan rawat Renata dengan membawa bayi masing-masing.


"Permisi, Tuan, Nyonya."


Melihat objek lucu dan menggemaskan, Tentunya Dewi, Anna, Dan Tiara langsung mengambil mereka.


"Iii... Lucu sekali!!! Lihatlah dia sungguh tampan." Sahut Dewi yang menggendong salah satu putra Renata dan Rey.


Anna menganggukkan kepalanya, Dia setuju dengan apa yang diucapkan oleh Dewi. "Benar, Apalagi ini... Sungguh sangat tampan!!"


Tiara juga ikut heboh, Dia tak henti-hentinya memuji ketampanan keempatnya.


Ya, Renata melahirkan 4 jagoan tampan.


----------------


Hay, Salam hangat dari author. seperti biasa author minta dukungan dan support nya dari kalian semua untuk novel author.

__ADS_1


LIKE+KOMEN+VOTE!


RATE BINTANG 5 DAN BERIKAN BUNGA KALIAN🌹🌹🌹


__ADS_2