TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 81


__ADS_3

...Hallo, semuanya. Sebelumnya author minta maaf karna baru bisa update kembali, ayah author mengalami musibah yang membuat author tidak bisa update episode. Mohon do'a nya dari kalian semua, agar ayah author bisa kembali sehat dan author bisa update seperti kemarin lagi. ...


...----------------...


Jika bisa memilih, Canika memilih tidak datang ke acara saat itu yang dimana disitu awal dari kisahnya bersama Wildan.


Jika mengingat dulu bagaimana perlakuan manis Wildan kepadanya. Dia sangat merasa kalau dirinya adalah wanita yang paling beruntung di dunia. Tapi ternyata salah, dia justru menjadi wanita termalang karna jatuh cinta kepada orang yang salah.


Canika mengambil nafas dalam-dalam, dengan dirinya berada di Villa ini, cukup membuat dirinya merasa sedikit perbaikan.


Melihat semua keluarga sedang berkumpul dan saling bercanda tawa, semua itu cukup menutupi rasa sakit di hati Canika.


Terlintas dipikirannya, andai saja Wildan tidak melakukan hal itu, mungkin kini keluarga kecilnya itu sudah bahagia. Namun bagaimana lagi? nasi sudah menjadi bubur. Tidak bisa diperbaiki.


"Kenapa kamu gak gabung sama yang lainnya?" Vian bertanya saat melihat Canika yang terduduk di tangga tanpa berniat turun dan bergabung bersama yang lainnya.


Canika mendongakkan kepalanya. Dia menatap ke arah Vian, sepupunya itu. "Gapapa, aku mau cari udara seger." Jawabnya. Canika berdiri dari duduknya. Dia turun ke bawah yang tepatnya ke arah kolam ikan.


Vian menyusul Canika. Dia melihat sepupunya itu sedang memberikan makan ikan-ikan, terlihat jelas dari raut wajah sepupunya itu kalau dia sedang dalam perasaan sedih.

__ADS_1


Sebuah ide terlintas dari pikiran Vian, dia dengan singgap langsung berlari ke arah Canika.


Hap!


Tanpa ba bi bu, Vian langsung menggendong tubuh Canika dan membawa nya ke kolam renang.


Byurrr!!


Semua orang yang berada di kolam, dibuat terkejut saat melihat Vian yang berlari menyebur ke kolam dengan menggendong tubuh Canika.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


"VIANNNN!!!" Teriak Canika dengan kesalnya.


Dengan cengengesan, Vian memberikan kimono kepada Canika. "Yehh, mesem gitu tu mukanya neng."


Canika memutar bola matanya malas. sebelum dia pergi, Canika terlebih dahulu menginjak kaki Vian dengan kesal.


"Augh! ah! Cika!!" Teriak Vian yang di iringi ringisannya saat kakinya di injak oleh Canika.

__ADS_1


Canika tidak memperdulikan teriakan dari Vian. Dia berjalan menuju kamarnya. Canika mengambil pakaian hangat untuk dirinya.


Setelah berganti pakaian, arah pandangan Canika teralihkan dengan ponselnya yang selalu berbunyi.


Ternyata ada pesan dari Imel.


Canika mengambil ponselnya. Dia mulai membaca pesan dari Imel.


..."Cika, kamu mau lanjut dimana? aku mau ke LA, kamu ikut aku aja di sana ya? sekalian kamu juga bisa nenangin diri kamu di sana. Aku gamau kamu terus-terusan ngerasa bersalah seperti itu." isi pesan dari Imel. ...


Membaca pesan itu, Canika sedikit terdiam. Apa dia juga harus melanjutkan pendidikannya di LA saja? jika dia terus-terusan disini, mungkin saja mentalnya akan kembali terguncang.


Tapi, bagaimana caranya meminta izin kepada orangtuanya? ah, itu hal yang mudah. Tapi, meminta izin dari kakaknya, Rey. Sangatlah berat, Kak Rey pasti tidak akan mengizinkannya.


Canika membalas pesan dari Imel, dia bilang kalau dia akan membicarakannya dengan keluarganya.


Saat hendak menutup ponselnya. Canika lupa kalau wallpaper ponselnya masih berwallpaperkan foto dirinya dan Wildan.


__ADS_1


...(Foto wallpaper ponsel Canika) ...


Canika terdiam sambil menatap wallpaper ponselnya. Tanpa sadar, air matanya ikut kembali menetes kala mengingat bagaimana banyak hal manis yang dilalui oleh Canika bersama Wildan.


__ADS_2