TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 95


__ADS_3

"Siapa kalian? kenapa kalian bisa masuk ke rumah kami!" teriak seorang wanita setengah baya yang terlihat sedang membersihkan barang belanjaannya. Terlihat jelas sebuah gelang emas yang cantik itu menempel pada lengannya.


Beberapa orang yang berseragam hitam itu bergegas untuk mengepung setiap sudut sisi, salah satu dari mereka langsung meringkus wanita setengah baya itu.


"Lepas!! siapa kalian? kenapa kalian ada di sini, pergi!!" teriaknya dengan keras, namun sangat sayangnya dia pingsan karna terkena han-ta-man di belakang kepalanya.


"*Kami sudah mendapatkannya, tuan."


"Bagus, bawa wanita tidak tahu diri itu. Jangan lupa bawa tikus satu itu!"


"Baik tuan*!"


Mereka dengan singgap langsung membawa wanita setengah baya itu. Mereka menutup semua sisi rumah yang memperlihatkan kalau rumah itu kosong, mereka juga tak lupa untuk berjaga-jaga jika ada target mereka selanjutnya... mereka akan langsung menangkapnya.


Beberapa orang langsung pergi dari rumah itu, namun tidak semuanya. Sisa dari mereka kini tengah bersembunyi untuk menangkap target mereka selanjutnya.

__ADS_1


Dan benar saja, tidak lama setelah rekan mereka pergi. Pintu tiba-tiba saja di buka oleh seseorang yang berjalan sambil sempoyongan. Terlihat seperti seseorang yang tengah mab*k.


"Astri, dimana kamu? cepat ambilkan aku air!" teriaknya yang langsung menggema di setiap sudut rumah. Namun karna tidak kunjung mendapatkan jawaban, seorang laki-laki yang sudah berumur itu mulai berdiri kembali dari duduknya. Dia berjalan dengan sempoyongan menuju kamarnya.


"Dasar wanita tidak tahu diri, sudah syukur aku bisa mengusir anak sial*n itu, dia malah tidak tahu dirinya menikmati hasilnya sendiri." ucapnya tanpa sadar sedang di rekam oleh seseorang.


BRAK!


Laki-laki tua itu mendobrak pintu kamarnya. Dia kembali berteriak memanggil nama istrinya. Namun tetap saja tidak ada yang menjawabnya. Saat hendak berbalik, dia terlebih dulu terjatuh pingsan.


"Ck! sudahlah ayo sebaiknya kita bawa pak tua itu untuk menemui bos kita, kita tidak boleh membuatnya menunggu."


"Ya, kamu benar. Kita harus bawa pak tua ini*!"


~

__ADS_1


Di sisi lain, tepatnya disebuah gedung besar yang sangat cantik. Terlihat seorang wanita cantik tengah berjalan dengan seorang anak kecil laki-laki, terlihat senyuman manis dari anak kecil laki-laki itu seperti sangat senang.


Tidak henti-hentinya dia mengucapkan kata 'terimakasih' kepada wanita cantik yang ada di sampingnya. Dia terlihat sangat senang setelah mendapatkan kembali masa-masa kecilnya.


"Kakak, terimakasih banyak." ucap Ega dengan mata yang berkaca-kaca, dia memeluk Canika dengan isakan tangisnya.


Canika membalas pelukan Ega, dia mengusap lembut rambut Ega dengan kasih sayangnya. "Sama-sama sayang, sudah sepatutnya kakak mengembalikan masa-masa kecil Ega, Ega pantas mendapat itu semua." ucap Canika dengan lembut. Dia mendongakkan kepalanya menatap Ega.


"Jangan menangis lagi yah? kamu itu harus menjadi laki-laki yang kuat, bukannya kamu mau jadi seorang polisi?"


Ega mengangguk. "Iya kak, aku ingin menjadi seorang polisi agar suatu saat nanti bisa melindungi dan menjaga kakak."


Canika tersenyum manis. "Anak pintar, kakak sangat senang dengan jawaban kamu itu."


Ega terdiam sesaat tangan kekar Vian mulai menyentuhnya. Dia menatap Vian dengan tatapan takut, entah kenapa dia takut sekali jika berhadapan dengan Vian. Mungkin karna belum terbiasa.

__ADS_1


Canika tertawa lirih, dia mengambil tangan mungil Ega untuk bersalaman dengan tangan Vian. "Ini kak Vian, dia sepupu kakak. Dia juga yang sudah membantu kakak untuk membebaskan Ega."


__ADS_2