TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 41


__ADS_3

"A-aku dimana??" Lirih seorang wanita cantik yang tak lain adalah Aulia.


"Kamu dirumahku."


Deg.


Aulia tercengang melihat seorang laki-laki menghampirinya, Siapa lagi kalau bukan Giovanno?


"Gi-gio?"


Gio menganggukan kepalanya, Dia menghampiri Aulia dan memeluknya. "Jangan takut lagi, Dia tidak akan lagi mendekatimu. Aku akan menjagamu."


Aulia hanya terdiam diri, Dia masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Gio. Aulia melepaskan tangan Gio yang tengah memeluknya.


"Jangan bersamaku. Aku bukan wanita yang sempurna, Aku kotor. Aku bukan wanita yang pantas untukmu."


Gio menggelengkan kepalanya, Dia membalikan tubuh Aulia yang kini menghadap ke arahnya. "Lihat aku. Lihat apakah aku ini sempurna? Tidak, Aku tidak sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, Dan tugas pasangan itu adalah melengkapi kekurangan maupun kelebihan."


Tes...


Air mata Aulia menetes, Dia menangis dalam pelukan Gio.


Gio membalas pelukan Aulia. Dia sudah mantap untuk menjadi Aulia sebagai istrinya. Tidak perduli apapun yang akan diucapkan oleh publik.


"Secepatnya, Secepatnya aku akan menikahimu. Aku akan menunjukkan kepada dunia kalau kamu adalah wanita yang paling sempurna. I Love U..." Bisik Gio tepat ditelinga Aulia.


Semenjak saat itu, Keduanya semakin dekat. Bahkan kini Aulia tidak ketus seperti biasanya, Dia malah bersikap maja kepada Gio.


Bukannya risih atau apapun itu, Justru Gio malah senang melihat sikap Aulia. Ya walaupun bisa dibilang aga aneh dengan ngidamnya.


Seperti saat ini, Aulia meminta Gio untuk membagikan sebuah pembalut? Astaga!


"Apa tidak ada yang lain?" Tanya Gio dengan wajah lemas nya, Dia terkenal sebagai dokter muda yang sukses dan namanya juga dikenal banyak orang. Tapi apakah dia bisa melakukan hal seperti ini? Astaga!!!


Tatapan sendu Aulia layangkan. "Su-sudah biarkan saja." Ucap Aulia dengan lirih, Dia menahan isak tangisnya. Entah kenapa semenjak hamil, Mood dirinya itu sering berubah-ubah. Kadang Aulia sendiripun tidak mengetahui dengan apa yang terjadi.


Melihat cairan bening keluar dari sudut mata Aulia, Gio langsung memeluk Aulia. "Maafkan aku sayang... sudah jangan menangis lagi. Aku akan melakukannya?"


Aulia menganggukkan kepalanya, Senyuman manis mengembang dibawah cantik Aulia. Dengan semangatnya, Dia menyerahkan beberapa kantong kresek kepada kekasihnya itu.


Cup.


Gio mengecup kening Aulia, "Tunggu sebentar ya? Jangan kemana-mana, Aku akan segera kembali." Ucap Gio, Dia berjongkok tepat hadapan perut Aulia yang sudah membuncit.


Gio mengusap perut kekasihnya. "Hallo, Boy? Papa titip Mama sebentar ya, Jagain Mama, Oke boy?"


"Ote.. Papa!" Jawab Aulia dengan menirukan suara anak kecil. Gio tertawa ringan, Dia kembali mengecup pipi Aulia.

__ADS_1


Setelah itu, Gio langsung masuk ke dalam mobilnya. Dia menjalankan mobilnya.


Aulia beruntung, Dia bersyukur juga karna mendapatkan laki-laki sepeda Gio. Meskipun umurnya masih muda, Tapi justru Gio sangat bertanggungjawab. Gio adalah cerminan seorang suami idaman.


Apapun yang diinginkan oleh Aulia, Gio pasti akan mengabulkannya. Ya bisa dibilang berlebihan, Tapi kali ini Aulia juga sadar diri. Dia tidak boleh membuat Gio merasa kalau dirinya itu sungguh matre.


Tanpa sepengetahuan siapapun, Sejujurnya Aulia sudah mempunyai tabungan yang bisa dibilang cukup. Karna selama menikah dengan Reyendra, Aulia menakungkan setiap uang yang diberikan oleh Rey.


Sedangkan itu kini Gio sudah sampai di sebuah komplek yang sudah banyak sekali para ibu-ibu berkumpulan.


"Astaga, Yang bener dong Gio! Masa kita harus bagiin kaya gini?"


Gio melayangkan tatapan tajamnya. "Banyak baccot lu! Buruan bagiin!" Sentak Gio.


Ya, Gio meminta 3 temannya itu untuk membantunya membagikan pembalut ini. Tentunya dengan tidak memberikan awalnya.


"Jatuh harga diriku." Nanar seorang laki-laki dengan wajah lemas nya.


Gio hanya tertawa kecil. Dia juga ikut membagikan itu.


Melihat ke-empat laki-laki tampan dan gagah, Para ibu-ibu komplek langsung menjerit histeris. Banyak dari mereka yang langsung menghampiri Gio dan yang lainnya.


"Astaga... Ini dokter Gio?"


"Ya ampun sangat tampan,"


Gio maju selangkah, Dia meminta para ibu-ibu itu untuk berbaris. "Hallo semuanya, Sebelumnya saya meminta maaf karna membuat kalian terkejut atau apapun itu. Tapi sebelumnya, Saya ingin membagikan hal yang mungkin akan membantu para ibu-ibu." Gio meminta teman-teman nya untuk membagikan itu.


"Istri saya sedang hamil, Dia mengidam ingin membagikan ini kepada kalian semua. Saya mohon diterima." Sambung Gio, Dia mengatakan kalau Aulia adalah istrinya yang tengah mengandung.


Dibalik layar ponsel, Aulia melihat itu hanya tersenyum manis. Dia sangat beruntung mendapatkan Gio yang benar-benar menerima apa adanya dirinya.


"Aku mencintaimu." Lirih Aulia. Ya, Dia sudah mulai mencintai Gio.


Setelah semuanya habis, Gio langsung berpamitan untuk pulang. Dia tidak mau berlama-lama berpisah dengan Aulia, Ya rasanya seperti kosong saja.


Gio langsung menancap gas untuk menemui kasihnya, Saat sudah sampai, Gio langsung berlari masuk.


"Sayang..." Teriak Gio memanggil Aulia.


Hap!


Gio menangkap tubuh Aulia, Dia memeluk tubuh Aulia. "Lama?" Aulia menggelengkan kepalanya.


"Terimakasih,"


Cup.

__ADS_1


Gio mengecup kening Aulia. "Tidak perlu berterimakasih, Sayang. Aku melakukannya karna aku mencintaimu."


"I Love U..."


"I Love U Too.." Balas Aulia yang membuat Gio sedikit tercengang.


"A-apa?" Gio ingin memastikannya, Apa dia salah dengar atau apa? Dia mendengar kalau Aulia mengatakan dirinya mencintainya juga.


Aulia mengalungkan tangannya ke leher Gio. "Aku mencintaimu, Aku mencintaimu... I Love U..."


Jiwa Gio rasanyaa langsung full, Dia merasakan semangat yang ekstra. Dia langsung memeluk Aulia.


"Ka-katakan sekali lagi?"


"I Love u..."


Gio memeluk tubuh Aulia. "Terimakasih sayang... Terimakasih karna kamu sudah mau mencintaiku..."


Gio memiringkan wajahnya, Dia mendekat ke arah bibir manis Aulia. Dia mulai mengecup bibir itu, Bibir yang sudah lama dia rindukan. Ya, Terakhir Gio merasakan bibir ini saat di cafe.


Namun kini, Gio sudah bisa lagi merasakan bibir manis dihadapannya.


Gio menahan tengkuk leher Aulia, Dia memperdalam kecupan yang kini berubah menjadi sebuah Ciuuman.


Cukup lama Gio menguasai bibir Aulia, Dia tidak memberikan celah kepada Aulia. Tangannya sudah mulai berkeliaran.


Aulia tersentak saat tangan Gio mulai masuk kedalam kaus yang dia kenakan. Aulia memukvl dada bidang Gio. "Emmm!! ehummm!!"


Gio melepaskan tautan bibirnya, Dia mengusap bibir manis Aulia yang ba.sah karna ulahnya.


"Maafkan aku, Hampir saja hehee."


Aulia tersenyum kecil, Dia mengecup pipi Gio. "Tahan, Nanti kamu akan mendapatkannya."


Gio menganggukkan kepalanya, Keduanya sudah sepakat untuk tidak melakukan apapun itu. Ya walaupun negri ini bisa dibilang bebas, Tapi itu tidak membuat Aulia dan Gio mau melakukan hal seperti itu.


Gio memeluk Aulia, "Meskipun anak yang dikandungmu bukan bibitku, Tapi aku akan menerima nya sebagai anakku. Kita akan merawatnya bersama-sama.


 


Hay, Salam hangat dari Author. Seperti biasa, Author minta dukungan dan support nya dari kalian semua untuk novel author.


Ayo dong berikan dukungan kalian!! Ayo buat semangat author meningkatkan!!


LIKE+KOMEN+VOTE!!!


TEBARKAN BUNGA KALIAN!!!

__ADS_1


__ADS_2