TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 91


__ADS_3

"Kakak, apa aku boleh memeluk kakak? aku sangat merindukan ibu ku."


Deg.


Canika terdiam sesaat mendengar ucapan anak kecil laki-laki yang tengah berada di sampingnya itu. Dia menatap anak kecil yang meminta dirinya untuk memeluknya.


Canika tersenyum manis, dia mengusap wajah tampan anak kecil laki-laki itu. "Tentu saja boleh, sini peluk kakak." Canika merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan anak kecil di hadapannya.


Tanpa sengaja, dia dapat merasakan kalau tubuh anak kecil itu bergetar, dia menangis. Canika mengusap punggung anak kecil itu sambil menepuk-nepuk perlahan pundaknya.


Teman-teman kecil nya yang melihat itu, mereka menyaksikan betapa Ega sangat merindukan mendiang ibunya.


Canika melonggarkan pelukannya. Dia mengusap air mata Ega, anak kecil laki-laki yang memeluknya tadi. "Jangan menangis," ucap Canika sambil mengusap air mata yang menetes membasahi pipi Ega.

__ADS_1


"A-aku sangat merindukan ibu ku," ucap Ega sambil menangis, dia kembali memeluk Canika.


Imel yang melihat itu, dia bingung harus bagaimana. Karna di sisi lain dia juga sudah mengetahui kalau mendiang ibu Ega telah tiada setelah melahirkan Ega, beliau melahirkan Ega di saat usianya yang masih muda. Jadi wajar jika Ega menganggap ibunya seperti Canika.


Ya, teman-teman Ega menceritakan bagaimana Ega hidup di dunia yang benar-benar sempit. Dia bahkan sering di si*sa oleh paman dan bibi nya.


Mendengar itu semua, Canika sungguh marah. Dia dapat melihat kalau Ega sangat ketakutan, dia seperti sangat tidak ingin pergi dari Canika.


"Jangan takut sayang, ada kakak di sini." Canika memeluk Ega.


Teman-teman Ega menggelengkan kepalanya. "Kami tidak tahu, kak. Setahu kami, Ega sangat takut jika orang-orang tau dan itu akan membuat Ega mendapatkan hukuman dari paman nya." ucap salah satu teman Ega.


Canika menatap Imel, dia seolah berkata kalau Ega sedang dalam bahaya. Bisa saja nanti paman dan bibi gila nya itu melakukan hal yang lebih dari ini.

__ADS_1


"Kalian mau membantu Ega?" tanya Canika.


"Tentu saja kami mau, kak. Tapi kami masih kecil, kami tidak bisa melawan orang-orang dewasa seperti paman dan bibi Ega." jawab teman-teman Ega.


Canika berdiri dari duduknya. Dia mendudukan Ega di kursi, dia mengecup kening Ega. "Kamu jangan takut ya, kakak janji akan membantu kamu." ucap Canika sambil mengusap rambut Ega.


"Kalian bantu Ega dengan jika paman dan bibi Ega bertanya dimana Ega, kalian jawab saja tidak tahu. Jangan mengatakan kalau Ega ada bersama kakak. Kalian mau kan bantu kakak?"


Semuanya mengangguk, mereka setuju dengan apa yang diucapkan oleh Imel. "Kami akan membantu Ega kak, tolong jaga teman kami."


Canika menganggukan kepalanya. "Tentu saja, kalian sekarang pulang ya, jangan membuat paman dan bibi Ega curiga."


"Baik kakak, kami pulang dulu.. dadah Ega.."

__ADS_1


"Ternyata kamu masih sama saja Canika, kamu sangat baik. Betapa bodoh nya aku baru melihat bagaimana baik nya kamu, aku sungguh sangat menyesal karna baru melihat kamu dalam versi terbaik ini. Aku janji, aku akan ikut memberikan pelajaran kepada orang-orang tidak tahu malu itu, terimakasih sudah tetap menjadi Canika ku. aku mencintaimu sayang~"


__ADS_2