TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 38


__ADS_3

Mohon maaf untuk yang heran karna Episode tidak sesuai dengan daftar episode. Author salah update episode, Sehingga beberapa part terlewat dan malah terganti. disini author sudah meminta untuk di hapus, Jadi harap jangan kecewa ya.


----------------


Mendengar kabar kelahirannya baby Viona, Renata tersenyum hangat, Dia merasa kalau takdirnya memang kini harus sampai disini.


Renata dan Rey menjenguk baby Viona dan Yuda, Mereka ingin mengucapkan kata selamat.


Renata masuk ke dalam ruangan rawat Viona sambil menggendong baby Darriel. Sedangkan Rey, Dia menggendong baby Dhanesh.


Untuk Danniel dan Devans keduanya sedang berada di mansion utama.


Klek...


Renata membuka pintu setelah dipersilahkan untuk masuk.


Renata menghampiri Viona yang saat ini sedang bersandar, Dia ber cipika-cipiki degan Viona.


"Selamat atas kelahirannya ya." Ucap Renata yang memberikan Viona ucapan selamat.


Viona tersenyum manis. "Terimkasih, Mbak." Viona melirik Darriel, "Astaga, Ini??"


"Darriel." Jawab Renata.


Viona meminta untuk menggendong baby Darriel, Entah kenapa justru Darriel beda dari bayi-bayi lainnya. Entah karna dia kakak, atau apapun itu.


"Tampan sekali, Pasti nanti banyak cewe cewe yang akan naksir sama Darriel."


"Haha.."


Renata beralih dengan Baby Viona, Terlihat baby itu sedang tertidur dengan nyenyak. "Siapa nama Baby cantik ini?" Tanya Renata.


"Alya Putri Kusuma," Bukannya Viona yang menjawab, Tapi Yuda lah yang menjawabnya.

__ADS_1


Deg.


Renata terdiam, Dia cukup tercengang dengan nama bayi Ini. Pasalnya nama Alya telah disiapkan oleh Renata dan Yuda saat dulu.


Renata mengalihkan pandangannya, Dia tak habis pikir apakah Yuda masih mencintainya? Renata ingin Yuda bahagia juga.


Melihat sikap Renata, Rey mengajaknya untuk pulang. Dia tau situasi saat ini, Yang dimana status Yuda Dan Renata adalah mantan.


"Aku ada meeting sebentar lagi, Sebaiknya kita pulang?" Sahut Rey.


Renata menganggukkan kepalanya, Dia kembali menggendong baby Darriel. "Aku pulang dulu ya, Sehat terus buat kamu dan Baby nya." Pamit Renata kepada Viona.


Viona menganggukkan kepalanya, "Iya, Mbak. Terimakasih ya,"


Rey keluar dari ruangan rawat Viona dengan menggandeng tangan Renata. Terlihat jelas raut wajah Rey sepertinya cemburu.


Renata mendongak menatap wajah suaminya, "Ada apa dengan wajahmu mas??" Tanya Renata.


Rey tak menjawab, Dia membukakan pintu mobil dan menyuruh Renata untuk masuk ke dalam.


"Ck! Aku tidak suka dengan cara Yuda menatapmu! Kamu tau? Dia seakan masih mencintaimu."


Bukannya marah atau apa, Renata justru tertawa. "Hahaha... Ternyata seorang Rey bisa juga cemburu??"


Rey memutar bola matanya malas, Dia menyosor bibir Renata.


Cup.


Awal kecupan namun Rey menahan tengkuk Renata. Dia memperdalam kecupan itu.


"Euuummm... Euuummm!!" Renata memukvl dada Rey. Dia merasa sesak.


Rey melepas tautan itu, Dia mengusap bibir mungil Renata yang basah karna ulahnya. Saat hendak mengecupnya lagi, Renata terlebih dulu menghindar.

__ADS_1


"Sabar sayang..." Tahan Renata dengan di iringi tertawanya.


Rey menggelengkan kepalanya, Dia mengecup kening istrinya.


Mereka melaju menuju mansion utama, Tanpa mereka sadari sendiri tadi ada yang menatap ke arah mereka. Tatapan sedih, Cemburu, Sakit, Dan sakit.


"Keputusanku ternyata benar, Semoga kamu bahagia Ren..."


Sesampainya di mansion utama, Renata dan Rey sudah disambut dengan tangisan Dhanesh dan juga Devans.


Renata menghampiri kedua baby nya itu, "Hey.. Boy.. Ini bunda.." Renata menggendong baby Devans yang tengah menangis.


Terbukti dengan dekapan hangat Renata, Baby Devans langsung tediam, Dia malah menegangi rambut Renata seakan meminta Renata untuk tidak meninggalkannya lagi.


Cup...


Renata mengecup pipi gembul Devans, "Bunda tidak akan pergi lagi sayang."


"Bunda??" Rey melirik Renata.


Renata menganggukan kepalanya, "Dulu saat di panti, Ibu panti lebih suka anak-anaknya memanggilnya dengan sebutan bunda. Dan aku ingin juga,"


Rey tersenyum manis, Dia memeluk Renata. Dia merasa kalau Renata adalah wanita hebat setelah ibunya, Wanita yang bisa mengurus semuanya dengan sendirian.


Renata tak pernah mengeluh karna baby twins yang kadang terus merengek. Renata justru malah senang.


"Apa kamu lelah sayang??" Tanya Rey.


Renata menggelengkan kepalanya, Dia menatap suaminya. "Aku tidak merasa lelah. Bagi semua wanita, mengurus anak dan suami adalah kebahagiaan besar."


"Tapi tetap saja, Aku tidak mau kamu lelah."


"Bukannya kamu yang sering membuatku lelah setiap malam?"

__ADS_1


Gluk!


__ADS_2