TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 60


__ADS_3

Bak mimpi yang tidak ingin terbangunkan. Canika sungguh merasakan aura kasih sayang dari suaminya.


Momen seperti ini sungguh sangat dinantikan olehnya. Jika bisa memilih, dia ingin selalu seperti ini.


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Wildan. Dia mengerutkan keningnya saat melihat istrinya itu terus tersenyum kepadanya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, tentunya membuat Canika terpekik. Dia gelagapan saat kedua matanya terkunci dengan tatapan mata Wildan, suaminya.


"E-emm..."


Cit...


Wildan meng-rem mendadak saat melihat dihadapannya ada seorang nenek-nenek yang tengah melintas. Hampir saja dia menabraknya.


Wildan langsung luar dari mobilnya. Dia membantu nenek itu untuk menyebrang jalan.


Canika terhipnotis dengan perlakukan suaminya. Sungguh, Wildan adalah orang yang luar biasa.


"Apa aku layak menjadi istrimu?" batin Canika.


Setelah memastikan nenek yang dia tolong itu sudah aman. Wildan langsung masuk kembali ke dalam mobilnya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun. Wildan kembali menjalankan mobilnya.


Sesampainya mereka di pusat perbelanjaan. Wildan menghentikan mobilnya tepat di parkiran.


Dia keluar dari mobil. Wildan membukakan pintu untuk Canika.


Ingin rasanya Canika terbang ke awan. Dia sungguh merasa kalau hari ini adalah hari yang cerah.

__ADS_1


Dia melihat senyuman manis suaminya. Astaga!!!


"Ma-makasi, kak."


Tidak ada jawaban dari Wildan. Dia malah menutup pintu mobilnya. Dia langsung berjalan dihadapan Canika.


"Apa yang mau kamu beli?" Tanya Wildan.


"A-aku bingung, kak. Apa kita buat barbeque aja?" Jawab Canika.


"Terserah. Cepatlah!"


Canika langsung bergegas ke toko daging. Dia membeli beberapa daging untuk barbeque.


Tatapan Canika tidak sengaja menyorot ke arah seorang wanita yang tengah hamil. Terlihat suaminya dengan telaten menyuapi wanita hamil itu.


Tanpa sadar, Canika mengusap perut ratanya. "Apa nanti aku akan merasakan kebahagiaan seperti itu?" Lirih Canika.


"kenapa kamu melamun? Sudah belum?!" Wildan membuyarkan lamunan Canika. Dengan suara yang sedikit keras, dia menyadarkan Canika dari lamunannya.


"S-sudah, kak." Jawab Canika. Dia langsung membayar daging yang tadi dia beli.


Melihat Canika kesusahan membawa barang bawaannya. Wildan mengambil alih beberapa kantung kresek yang dibawa oleh Canika.


"Terimakasih, kak." Canika tersenyum manis. Dia tak menyangka kalau suaminya itu bisa memperlakukannya seperti ini. "Aku harap, selamanya kamu akan seperti ini."


Keduanya masuk ke dalam mobil. Wildan menjalankan mobilnya menuju apartemen nya.


Selama perjalanan, sama seperti awal. Tidak ada percakapan apapun di antara keduanya.

__ADS_1


Melihat tukang bakso yang tengah mangkal, entah kenapa Canika ingin sekali memakan bakso. Melihat orang-orang yang tengah memakan bakso, sungguh membuat Canika ileran.


"Kak aku ingin makan bakso." Ucap Canika dengan lantangnya. Tanpa sadar. Canika langsung menutup mulutnya.


Mendengar ucapan itu, Wildan langsung menghentikan mobilnya. Dia menatap ke arah Canika. "Bisa kan tidak perlu berteriak seperti itu? kamu hampir saja membahayakan orang lain!" Bentak Wildan.


Canika menundukan pandangannya. Tanpa sadar, air matanya ikutan menetes. "Ma-maaf, hiks..."


Deg.


Wildan terdiam saat mendengar isakan tangis Canika. Dia keluar dari dalam mobilnya. Ia menghampiri penjual bakso yang berada tepat disamping pintu Canika.


"Baksonya, tuan?"


Wildan mengangguk. "Baksonya satu, pak."


"Baik, tuan. Sebentar, ya." Penjual bakso langsung membungkus bakso untuk Wildan.


Setelah membungkusnya. Beliau langsung memberikannya kepada Wildan.


"Ini, tuan. Anak anda pasti sudah menunggu." Ucap Penjual bakso.


Wildan mengerutkan keningnya.


Penjual itu tertawa renyah. "Mungkin istri anda sedang mengidam. silahkan."


Deg.


...----------------...

__ADS_1


...Hallo, semuanya. Aku punya rekomendasi novel yang bagus banget nih. Alurnya menarik untuk kalian baca! ayo mampir ke sini👇...



__ADS_2