TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 82


__ADS_3

"Kamu sudah mantap dengan pilihan mu itu, Canika?" Tanya Reyendra dengan suara berat nya.


Canika mengangguk lemah, dia memandang ke arah kakaknya yang saat ini memandang lekat ke arah nya.


"Iya, kak. Aku sudah mantap dengan pilihanku," jawabnya.


Renata mengusap lembut punggung adik ipar nya. "Kakak mendukung kamu jika kamu ingin melanjutkan pendidikanmu di sana," Canika tersenyum menanggapi ucapan kakak iparnya itu.


Ya, Canika sudah meminta izin kepada keluarganya untuk dirinya melanjutkan pendidikannya di negri orang. Selain itu, Cantika juga ingin menenangkan hati dan pikirannya.


Setelah mendapatkan jawaban dari semua anggota keluarga nya. Canika bergegas untuk mempersiapkan barang bawaannya. Dia hari ini juga harus sampai di jakarta.


Dengan bantuan dari kakak ipar dan mama-nya, barang-barang Canika lebih cepat terkemas.


"Apa tidak di dalam negeri ini saja, sayang?" Mendengar suara lirih mamanya, Canika memeluk sang mama.


"Izinkan aku, mah. Aku ingin melanjutkan di luar negri, aku tida ingin terus terbayang-bayang oleh bayangan dirinya." Ucap Canika.

__ADS_1


Terdengar hembusan nafas kasar mama Widia, dia membalas pelukan putrinya itu. Setelah kejadian yang menerpa putrinya, jujur hati kecil mama Widia tidak ingin jauh dari putrinya itu.


"Baiklah, jika ini yang kamu inginkan... mama akan mendukung dan mendo'akanmu dari sini,"


Kurang dari beberapa menit untuk berkemas, Canika kini sudah siap untuk berangkat pulang ke jakarta. Dia di antar oleh Vian, sepupu jauh nya itu.


"Aunty tenang saja, aku akan menjaga Cina dengan baik."


Tuk!


Canika menjitak jidat sepupunya itu dengan kesal, sudah dari lama panggilan itu melekat dari mulut Vian.


"Iya, Cina."


Karna malas berdebat, Canika memilih untuk berpamitan dengan keluarganya.


"Aku pamit dulu ya semuanya, maaf Karna aku tidak bisa mengikuti liburan kalian. Lain kali aja ya, oh iya.. (Canika menatap ke arah kakak iparnya.) kakak jangan dulu hamil lagi, jangan dulu kasih aku keponakan! tunggu aku pulang dulu!" Ucap Canika tanpa jeda yang membuat Renata membulatkan kedua bola matanya.

__ADS_1


Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam mobil. Tentunya dengan di susul oleh Vian.


Dengan perlahan mobil itu melaju meninggalkan area Villa.


Renata mengajak mama mertuanya itu untuk masuk ke dalam Vila, karna kebetulan juga cuaca hari ini sedang dingin. "Ayo masuk, mah. Cuacanya dingin, tidak bagus untuk kesehatan mama."


Mama widia mengangguk, dia mengikuti langkah kaki menantunya itu untuk masuk ke dalam Villa.


Renata masuk ke dalam kamarnya setelah memanaskan air hangat untuk baby twins, menjaga mereka agar tetap hangat tubuhnya. "Putra-putra ku sangat tampan," Lirihnya sambil mengusap lembut pipi gembul anaknya.


Dia terkejut saat merasakan sebuah tangan kekar melingkar di pinggang nya. Terdengar deru nafas seseorang di belakang tengkuk lehernya.


"M-massh..." Renata meringis pelan saat merasakan suaminya itu menghi-sap lembut lehernya.


Merasakan tangan suaminya sudah mulai tidak terkendali, Renata bergegas untuk menghentikan aktivitas suaminya itu. "Berhenti, mas. Belum saatnya,"


"Fu*k!* " umpat Rey dengan kesal, dia kesal karna belum bisa menyentuh istrinya. Karna saat ini istrinya itu sedang haid.

__ADS_1


Dengan langkah malas, Rey melangkah menuju kamar mandi untuk melakukan solo karir. Dia mengeram nama istrinya itu.


Sedangkan Renata? dia justru tertawa geli saat mendengar suara suaminya yang berusaha mengeluarkan sesuatu.


__ADS_2