TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 69


__ADS_3

Plak!


Canika menampar wajah tampan suaminya. Dia sungguh tidak menyangka kalau suaminya akan berpikiran seperti itu.


"Jaga ucapanmu, kak. Kalau memang kamu tidak menginginkannya. Biar aku saja yang merawat bayi ini!" Tegas Canika.


Brak!


Cantika menutup pintu ruangan kerja Wildan dengan sangat keras. Air mata yang sendari tadi dia tahan, kini turun juga. Dia sungguh tidak menyangka kalau suaminya akan meresponnya seperti itu.


"Bodoh! bodoh! kamu memang bodoh, Canika! seharusnya kamu sadar diri! hiks... kenapa hatiku sungguh sakit?!"


Semenjak kejadian itu. Hubungan Canika dan Wildan menjadi renggang. Mereka bahkan bisa dibilang jauh, meskipun serumah tapi mereka tidak pernah bertemu. Atau lebih tepatnya, mereka saling menghindar.


Canika melirik jam tangannya yang sudah memasuki pukul 7 pagi. Dia bergegas membersihkan tubuhnya. Karna hari ini ada kelas pagi.


Setelah membersihkan dirinya. Canika memberikan polesan make-up tipis di wajahnya.


Langkah kakinya terhenti saat mendengar namanya dipanggil oleh seseorang yang suaranya tidak asing lagi di telinganya.

__ADS_1


"Ayo, aku antar."


Tidak ada respon apapun dari Canika. Dia memilih melanjutkan kembali langkah kakinya. Namun, baru saja selangkah. Terlebih dulu tangan Canika dicekal.


"Jangan membuatku marah, Canika!" Sentak Wildan. Dia menarik istrinya itu untuk masuk ke dalam mobil. Dengan terpaksa, Canika ikut masuk ke dalam mobil suaminya.


Selama perjalanan menuju kampus Canika. Tidak ada percakapan apapun di antara keduanya. Mereka sama-sama terdiam diri.


Sesampainya di kampus Canika. Wildan terlebih dulu menahan tangan Canika.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan. Setelah kelasmu berakhir, kabari aku!" Ucap Wildan.


Canika mendongakkan kepalanya. Dia menatap ke arah suaminya. "Tidak ada yang perlu di bicarakan, aku sudah tahu itu." Tungkas Canika. Dia melepaskan cekalan tangan suaminya.


Setelah memastikan istrinya itu masuk ke dalam kampusnya. Wildan kembali menjalankan mobilnya. Dia terdiam sambil memikirkan dengan apa yang baru saja istrinya katakan.


"Apa Cika sudah mengetahuinya? tapi bagaimana bisa dia mengetahui kalau aku mau menceraikannya setelah bayi itu lahir?" Gumam Wildan bingung.


Dia dilanda kebingungan dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi dia merasakan sakit saat melihat air mata Canika menetes, tapi di sisi lain Wildan juga ikut sakit saat melihat wanitanya juga menangis.

__ADS_1


Wildan tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Dia tidak mau menyakiti Canika lebih dalam lagi. Dia tidak mau Canika berharap lebih kepadanya.


Wildan menjalankan mobilnya menuju ke perusahaan MHNA GROUP.


Beberapa jam kemudian. Setelah kelas Canika selesai, dia tidak memberitahukan Wildan kalau dirinya telah selesai kelas.


Canika memilih untuk menghindar untuk menenangkan pikirannya.


"Can, lu kenapa?" Tanya Imel. Dia bertanya karna sendari tadi sahabatnya itu terus saja melamun.


Canika tersentak dari lamunannya. Dia menggelengkan kepalanya. "Enggak, Mel. Aku gapapa,"


Bila memegangi pergelangan tangan Canika. "Kalau lu ada masalah, lu bilang aja sama kita, Can. Kita sahabat lu," Ucap Bila.


Canika tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya itu. "Aku beneran gapapa, Bila. Cuma lagi ada problem dikit."


Ingin rasanya Canika mengatakan sebenarnya kalau dirinya itu sedang tidak baik-baik saja. Tapi dia juga berpikir kalau itu adalah aib suaminya. Canika tidak harus menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang lain.


...****************...

__ADS_1


Mampir juga yuk ke novel temenku, ceritanya tak kalah seru loh!



__ADS_2