TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 94


__ADS_3

"Apa kamu yakin ini makam orangtua Ega?" tanya Imel kepada sahabatnya itu. Dia melihat sekeliling pemakaman yang terlihat sangat sepi, pemakaman di sana banyak yang tidak terurus dengan benar. Bulu kuduknya seketika langsung merinding jika membayangkan ada sosok lain yang sedang mengawasi mereka.


"Dari informasi yang aku dapatkan, ini benar makam kedua orangtua Ega." jawab Canika sambil memeriksa kembali ponselnya. Dia menggenggam tangan Ega dengan erat, dia melirik Ega yang saat ini sedang seperti memikirkan sesuatu.


"Ega sayang, kamu kenapa hmm? jangan takut, sebentar lagi kita akan sampai di makam kedua orangtuamu." ucap Canika sambil mengusap rambut Ega.


Ega mengangguk, dia memeluk Canika dengan erat. "Terimakasih kakak, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan kakak yang baik."


"Sudah, kita harus secepatnya sampai di makam kedua orangtua Ega. Sebelum matahari terbenam, kita harus sudah sampai di rumah!" ujar Imel, dia memimpin perjalanan menuju pemakaman kedua orangtua Ega.


Mereka bertiga menyusuri pemakaman sambil melihat sekeliling, namun ternyata sangatlah sulit mencari pemakaman orangtua Ega. Karna di sana, karna di situ tidak ada bantu nisan yang bertuliskan nama orangtua Ega.

__ADS_1


Ega menghentikan langkah kakinya. "Tunggu sebentar kak, aku mengingat sesuatu." ucap Ega tiba-tiba yang langsung membuat Canika dan Imel menghentikan langkah kaki nya.


Ega mengambil sebuah kertas yang ada saku celananya. Dia membuka kertas itu dan memberikannya kepada Canika. "Aku pernah mendengar paman dan bibi mengatakan kalau makam kedua orang tuaku dekat dengan pohon yang ada kainnya kak."


Canika memperhatikan gambar yang di buat oleh Ega, terlihat jelas gambar itu menggambarkan sebuah makam yang di sampingnya ada sebuah pohon yang terlapisi kain putih. "Hmmm, sepertinya kita harus mencari pohon dengan ciri-ciri ini." gumamnya.


"Yasudah ayo, kita cari pohon itu."


Ke-tiganya langsung kembali mencari pemakaman kedua orangtua Ega. Mereka mencari pohon yang ciri-cirinya sama yang di gambarkan oleh Ega.


Canika dan Imel mengikuti arahan dari Ega, keduanya langsung tersenyum puas sesaat mereka sudah menemukan makam kedua orangtua Ega.

__ADS_1


"Ega tunggu kakak!!" teriak Canika yang kaget sesaat melihat Ega yang sudah berlari menuju arah pohon tersebut. Dia langsung bergegas menyusul Ega dengan di iringi oleh Imel.


"Kakak lihat itu (Ega menunjuk ke-dua makam yang ada di samping pohon tersebut.) hiks... ibu, ayah." Ega menghambur makam kedua orangtuanya itu.


Tanpa sadar, Imel dan Canika meneteskan air matanya sesaat melihat bagaimana rindunya Ega kepada orangtuanya. Bisa dilihat dari cara Ega menangis sambil memeluk makam kedua orangtuanya.


Canika berjalan menghampiri Ega, dia berjongkok tepat dihadapan sebuah makam yang bertuliskan nama orangtua Ega.


"Kamu yakin ini makam kedua orangtuamu, Ega?" tanya Canika.


Ega mengangguk, dia menyeka air matanya. "Ini makam kedua orang tuaku, kak. Dulu ibu dan ayah pernah mengatakan jika mereka telah tiada, mereka ingin dimakamkan secara berdampingan. Lihatlah, temanku yang dulu ikut menguburkan orang tuaku telah memberikan tanda pengenal." jelas Ega dengan diteal, dia memperlihatkan tanda yang sudah dibuat oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


Canika terharu sesaat mendengar semua ucapan Ega yang sangat merindukan ibu dan ayah nya. Entah kenapa Canika tiba-tiba saja merindukan bayi nya. Merindukan seseorang yang dia cintai, merindukan semua keluarganya.


"Bersabarlah sayang, tunggu aku..."


__ADS_2