TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 62


__ADS_3

"Sayang, apa semuanya sudah siap?" Tanya Renata.


Rey menganggukkan kepalanya. "Sudah, sayang. Semuanya sudah siap." Jawab Rey.


Renata tersenyum. Dia memberikan baby Darriel kepada suaminya. "Pegang sebentar. Aku mau menggantikan popok Dhanesh. Sepertinya dia pup."


"Biarkan sus saja yang membersihkan pup Dhanesh."


Mendengar itu. Renata menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, suamiku. Sebentar ya."


Dengan telatennya Renata menggantikan popok Dhanesh. Tidak terasa olehnya kalau anaknya itu sudah aktif. Bahkan kini banyak tingkah lucu yang diperlihatkan oleh twins D.


Cup...


Renata mengecup pipi gembul Dhanesh. "Humm... anak mama udah harum."


"Namm.. Nam..." Dhanesh merespon ucapan Renata.


Renata menggendong baby Dhanesh untuk bergabung bersama yang lainnya. Usia twins yang mau menginjak 6 bulan. Sudah saatnya mereka mpasi.


"Uu.. cucu Omah udah ganteng." Mama Widia mengambil alih Dhanesh.


Setelah semaunya sudah selesai. Mereka berlanjut masuk ke dalam mobil yang sudah siap mengantarkan mereka ka apartemen Canika dan Wildan.


Sebelumnya. Renata meminta semua orang untuk menunggu rombongan Aulia, Yuda, dan teman-temannya.


Setelah rombongan yang lainnya sudah sampai. Mereka langsung bergegas langsung menuju apartemen Canika.

__ADS_1


Karna hari sudah mulai malam. Jadi mereka tidak mau mengulur waktu. Apalagi mereka membawa baby kecil.


Sesampainya di apartemen Canika. Semua orang langsung bersalaman dengan Canika. Mereka menatap kagum dengan kawasan apartemen Canika. Ya apartemen yang bisa di bilang sangatlah mewah.


"Astaga. Twins cepat sekali tumbuhnya." Pekik Canika. Dia sungguh menatap haru dengan ke-4 keponakannya.


Darriel, Danniel, Devans, Dhanesh.


Canika mempersilahkan semuanya untuk masuk ke dalam apartemen nya. Canika mempersilahkan semua orang untuk mencicipi hidangan yang dia hidangkan.


"Bi, buatkan minuman untuk semua orang ya!"


"Baik, non."


Canika memeluk erat mama nya. "Apa kabar, mam?" Tanya Canika.


Mama Widia mengusap wajah cantik putrinya. Rasanya sungguh sangat sakit melihat kondisi anaknya yang terlihat menurun. "Apa yang terjadi, nak? Kenapa kamu kurusan seperti ini?" Tanya balik mama Widia. Dengan nada berbisik. Dia menanyakan kenapa kondisi anaknya itu menurun.


Tidak mau mengacaukan acara. Mama Widia mengajak putrinya itu untuk bergabung dengan yang lainnya.


Mereka semua nampak bercanda. Banyak gelak tawa dari semuanya. Dari sini Canika mengambil kesimpulan. Kalau hal yang sedih, pasti akan diakhiri dengan kebahagiaan.


"Mam.. mam.. mam.." Twins D tengah bermain bersama para baby lainnya.


Baby Alya (Anak Yuda & Viona)


Baby Agam (Anak Aulia & Gio)

__ADS_1


"Oh, iya. Dimana suamimu?" Dewi bertanya kepada Canika tentang dimana suaminya. Dia tidak melihat keberadaan Wildan. Orang yang pernah dia kagumi namun sekarang telah menjadi suami adik ipar sahabatnya.


"Emm... mas Wildan ada rapat mendadak katanya. Mungkin sebentar lagi akan pulang." Jawab Canika. Dia mengatakan kalau Wildan pergi karna ada rapat mendadak.


Rey mengerutkan keningnya. Kenapa dia tidak mengetahui kalau ada rapat mendadak. Dan sepertinya hari tidak ada rapat ataupun jadwal rapat.


"Rapat? Kenapa Wildan tidak memberitahukan aku kalau ada rapat mendadak?" Heran Rey. Dia membuka hape nya.


Rey permisi dulu ke belakang. Dia menelpon Wildan. Adik ipar sekaligus sekretarisnya.


Rey: "Hallo, Wildan!"


Wildan: "Iya, hallo. Tuan. Ada apa?"


Rey: "Dimana, kamu? cepat pulang!"


Wildan: "Sa-saya.."


Rey: "Tidak usah banyak alasan! Tidak ada rapat mendadak hari ini. Cepat pulang!" Tegas Rey.


Wildan: "Baik, tuan."


Tut...


Rey memutuskan sambungan telpon dengan rahang yang sudah menegaskan.


Tanpa disadari oleh Rey. Tanpa sengaja Canika mendengar percakapan kakaknya. Hatinya sungguh nyeri saat mendengar kalau tidak ada rapat mendadak.

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2