
"Selamat atas kelahiran bayimu, Aku turut bahagia karna kini kamu sudah menjadi seorang Ayah." Lirih seorang wanita dengan tatapan sendunya.
Penyesalah hanyalah penyesalan, Tidak bisa diubah ataupun dikembalikan. Kini dirinya harus menanggung akibat perbuatannya sendiri.
Benar kata orang. "Siapapun yang menyakiti, Suatu saat akan tersakiti." Dan lihatlah, Sekarang dirinya yang tersakiti.
Wanita itu menutup televisinya, Dia berbalik. Tapi alangkah terkejutnya dia saat melihat seseorang berada tepat di hadapannya.
Deg.
"Zhico!!" Pekik Aulia terkejut.
Ya, Wanita itu adalah Aulia. Mantan istri Reyendra.
Zhico tersenyum miring, Dia membuka penutup kepalanya. "Hallo, sayang... i miss you.." Ucap Zhico dengan perlahan mendekat ke arah Aulia.
Dengan spontan, Aulia berjalan mundur. Dia menggelengkan kepalanya saat melihat tangan Zhico menggenggam sebuah pissau.
"Mau apa kamu Zhico! Mundur!!"
Zhico adalah mantan kekasih Aulia, Lebih tepatnya mantan ranjjangnya.
"Hahaha.. kenapa kamu ketakutan seperti itu baby?" Tanya Zhico sambil terus berjalan ke arah Aulia.
Bruk!
Damn!
Tubuh Aulia membentur tembok, Dengan singgap Zhico langsung mengunci tubuh Aulia. Dia menangkup kedua pipi Aulia.
"EMMMM!!"
Zhico meletakan jarinya dibibir Aulia,Dia menyuruh Aulia untuk terdiam. "Syuttt!!"
"Jangan takut baby, Aku tidak akan menyakitimu.." Zhico menggerakan tangannya membelai wajah Aulia.
Dia beralih ke perut Aulia yang kini sudah membuncit, Zhico berjongkok tepat di hadapan perut Aulia.
Cup...
Dia mengecup perut Aulia, "Hallo, Baby... apa kamu berada di dalam? bagaimana kondisimu disitu? apa baik-baik saja?"
"Ahh.. kenapa kamu tidak menjawabnya baby?!" Sentak Zhico, Dia kesal karna tidak mendapatkan sahutan dari bayi yang ada di kandungan Aulia.
Zhico mendongak, Dia melayangkan tatapan tajamnya ke arah Aulia. "Apa yang kamu lakukan kepada Baby ku?! kenapa dia tidak meresponnya?!!" Tanya Zhico dengan tegasnya.
Dia langsung berdiri. Dia menjammbak rambut Aulia, "Jawab!!"
"AAAAGHHH!! SAKIT!! LEPASKAN!!"
Bukannya melepaskan Aulia, Justru Zhico malah mengunci tubuh Aulia. Dia membalikan tubuh Aulia.
"Cih... apa jangan-jangan anakku sudah terpengaruh oleh ubur bocah itu hah?! jawab!!"
Plak...
Sebuah tam.paran keras menggema di wajah Zhico, Dia merasakan pipinya panas.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu, Zhico!!! Aku tidak serendah itu!!"
Tatapan tajam dilayangkan oleh Zhico, Rahangnya mengeras. Dia sungguh merasa lemah, Tatapan yang diberikan oleh Aulia membuat setan merasuki Zhico.
Dia menarik tubuh Aulia, Dia langsung melu.mat bibir Aulia, Tanpa jeda Zhico langsung menerobos bibir Aulia.
Aulia yang mendapatkan serangan itu, Dia memberontak! "Emmm!!!!! eemmmm!!!!" Aulia memu.kul dada bidang Zhico.
Zhico melepaskan tautan itu, "Kita buktikan seberapa rendahnya dirimu!" Ucap Zhico sambil membuka kemeja yang dia kenakan.
Deg.
Aulia menggelengkan kepalanya, Dia langsung menghindar dari hadapan Zhico.
"Tidak!! jangan lakukan hal yang bod0h Zhico!!" Teriak Aulia, Dia mencoba pergi dari Zhico.
Namun, Tenaga dirinya dan Zhico sungguh berbeda. Aulia kembali jatuh dalam pelukan Zhico.
Zhico tertawa sinis, "Hahaha... tidak semudah itu pergi dari hadapanku! ja.lang!" Zhico langsung menindih tubuh Aulia, Dia kembali menguasai tubuh Aulia.
"Tidak!!! hiks... pergi!!!" Aulia terus memberontak, Dia tidak mau Zhico menodai tubuhnya lagi.
Plak!
Zhico menam.par wajah Aulia. "Diam!!!" Bentak Zhico.
"Hiks... Hiks..." Yang bisa Aulia lakukan sekarang adalah menangis, Dia sungguh tak menyangka laki-laki yang dulu dia anggap adalah orang yang tepat namun kini sungguh membuatnya muak!
Apakah kini tubuhnya akan kembali kotor?
Zhico membuka semua pakaian Aulia, Dia sungguh marah kepada Aulia.
Melihat Zhico yang siap menikmati tubuhnya, Aulia kembali menggelengkan kepalanya. "Hiks... tidak!! jangan!! hiks..." Tangis Aulia kembali pecah, Dia sungguh takut.
Bukan takut akan dikotori oleh Zhico, Namun dia takut bayi nya kenapa-kenapa. Aulia cukup mengetahui Zhico.
"Kenapa baby? Hahaha... tidak perlu takut, Aku akan bermain seperti dulu..." Zhico mulai mengarahkan tongkat saktinya, namun saat hendak tancap terlebih dulu tubuhnya tersungkur.
Bugh!
Tubuh Zhico ambruk tepat di kasur, Aulia Yang melihat itu dia terkejut.
Aulia yang melihat siapa sosok pahlawan yang menolongnya, Dia langsung bangkit dan memeluknya. "Hiks... hiks... to-tong.." Tubuh Aulia gemetar, Dia sepertinya ketakutan.
Gio yang melihat wanitanya akan dilec*hkan, Dia langsung murka. Gio membuka kemejanya, Dia memakainya kepada Aulia.
Ya, Orang yang menolong Aulia adalah Giovanno.
Cup..
Gio mengecup kening Aulia, "Jangan takut, Ada aku disini."
Gio meminta Aulia untuk diam, Tangannya sudah gatal ingin memberikan pelajaran kepada brgssk itu. "Kamu tunggu disini,"
Dengan tatapan api amarah, Gio mendekat ke arah Zhico yang terbaring tak sadarkan diri setelah dihanntam oleh Gio.
Bugh!
__ADS_1
Gio memvkvl wajah Zhico, "Berani-beraninya kamu menyentuh wanitaku!"
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Tanpa ampun, Gio mengha.jar Zhico dengan membabibuta.
"Aku akan pastikan, Kamu membusuk didalam penjara!" Murka Gio. Dia langsung meng singkirkan tubuh lemah Zhico.
Gio mengangkat tubuh Aulia, Dia membawanya pergi dari apartemen Aulia. Tak lama setelah Gio pergi, Beberapa polisi langsung menangkap Zhico.
Gio membawa Aulia pergi ke apartemen nya, Dia menatap sendu ke arah Aulia yang kini kondisinya sungguh memperihatinkan.
Wajahnya memerah saat melihat sebuah cap bekas tam.paran yang ada di wajah cantik Aulia.
Dia meraih ponselnya, Gio menghubungi seseorang. "Aku tidak mau tau! Laki-laki itu harus habis sekarang juga!!" Tegas Gio dia kembali meng nonaktifkan ponselnya.
Sesampainya di apartemen, Gio kembali menggendong Aulia. Dia meminta pelayannya untuk mengusir semua orang yang ada di apartemen nya.
Gio merebahkan Aulia di kasurnya, Terlihat raut wajah ketakutan Aulia masih tergambar jelas, Dia sungguh ketakutan.
"Tidak!! Hiks... tolong!!! tidak!!" Teriak Aulia.
Gio langsung memeluk Aulia, "Hey... sayang... ini aku..." Gio memeluk erat tubuh Aulia yang bergetar.
"Hiks... Hiks..." Aulia kembali menangis, Dia menangis dalam pelukan Gio.
"Aku kotor... hiks... Di-dia kembali mengotori ku hiks.."
Gio menggelengkan kepalanya, Dia menangkup kedua pipi Aulia. "Tidak, Dia tidak melakukan apa-apa. Lihat aku, sayang..."
"Dia sudah pergi, Jangan takut.."
Aulia kembali memeluk Gio. Dia sudah cukup tenang saat Gio memeluknya.
"Maafkan aku, Maafkan aku.. seharusnya aku lebih dulu menemuimu.. Maafkan aku sayang.." Lirih Gio, Dia mengerutuki kebod0hannya yang memilih menemui temannya dulu daripada Aulia.
Jika terlambat sedetik lagi, Gio tidak akan membayangkan bagaimana kondisi Aulia nanti.
Gio sudah mantap, Dia mantap untuk mengikat Aulia sebagai wanitanya. Dia tidak mau ambil resiko, Dia tidak mau kehilangan Aulia.
"Secepatnya aku akan menikahimu, Kita akan pergi jauh dari sini..." Ucap Gio yang kembali memeluk tubuh Aulia.
----------------
Hay, Salam hangat dari author. Seperti biasa author minta dukungan dan support nya untuk novel author!
Ayo dong berikan dukungan kalian!! Dukung dan support author!!
Jadilah pembaca yang aktif!
LIKE+KOMEN+VOTE!!
TEBARKAN BUNGA KALIAN 🌹🌹🌹
__ADS_1