TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 45


__ADS_3

"Kalau begitu. Bawa Canika ke dalam kamarnya." Ucap mama Widia. Dia meminta Wildan untuk membawa anaknya ke dalam kamarnya.


Wildan menganggukan kepalanya. Dia mulai membawa Canika ke dalam kamarnya. Deru nafas Canika menyapu wajah tampannya. Beberapa kali Wildan menahan nafasnya karna bagaimanapun, dia juga laki-laki normal.


Klek...


Wildan membuka pintu dengan tangan satunya. Dia perlahan mulai masuk dengan membawa Canika.


Dengan perlahan-lahan. Wildan menidurkan Canika tepat di kasurnya.


Saat hendak pergi. Terlebih dulu tangan Wildan ditarik oleh Canika sehingga membuat keduanya seakan berpelukan.


"Hiks... Jangan pergi." Rancau Canika.


Wildan menempelkan tangannya tepat di jidat Canika. "Panas. Dia demam?" Lirih Wildan.


Setelah beberapa saat terdiam. Dia mulai melepaskan tangan Canika dari tubuhnya. Dia mengambil selimut untuk menyelimuti Canika.


Baru kali ini Wildan menyentuh wanita yang tidak ada ikatan dengannya. Ya bisa dibilang kalau Wildan itu anti wanita. Dia bahkan tidak mempunyai kekasih.


Bukan karna tidak laku atau apa lah. Yang intinya. Wildan suka berdekatan dengan wanita yang menurutnya tidak penting.

__ADS_1


Terkadang dia berdekatan dengan wanita karna perkerjaan. Selebihnya Wildan tidak pernah berurusan dengan wanita.


Setelah menyelimuti Canika. Wildan berbalik untuk keluar dari kamar adik tuanya itu.


"Bagaimana, Wildan?" Tanya mama Widia.


"Non Cika sepertinya sedang demam, nya." Jawab Wildan. Dia memberitahukan kalau Canika saat ini sedang demam.


Mendengar anaknya demam. Mama Widia langsung berteriak memanggil maid. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


Pak Bram menghampiri Wildan. "Terimakasih. Terimakasih karna kamu sudah mengantarkan anak saya." Ucap Pak Bram. Dia sebenarnya sudah mengetahui dengan apa yang terjadi kepada putrinya itu. Tapi bersyukurnya Canika bertemu dengan Wildan.


Wildan tersenyum tipis. Dia memberikan hormatnya kepada Pak Bram yang dulu sudah merawat dan juga menyekolahkannya sampai dia bisa seperti ini.


Bruk!


Pak Bram menepuk pundak Wildan. Dia ikut menyusul istrinya yang masuk ke dalam kamar anaknya.


Sedangkan itu saat Wildan hendak pulang. Terlebih dulu dia dipanggil oleh Rey.


Rey meminta berbicara berdua dengan Wildan. Hanya berdua di dalam ruangannya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan adik saya?" Tanya Rey. Dia langsung meminta penjelasan lebih diteal dari Wildan.


Wildan memberikan ponselnya kepada tuannya. "Ini, tuan."


"Nona Canika menyusul kekasihnya ke hotel *** saat berada kamar kekasihnya. Nona Canika mendengar suara **** setelah menggebrak kekasihnya. Nona Canika langsung pergi." Jelas Wildan.


Flasback On.


"Suara itu?" Langkah kaki Wildan terhenti saat mendengar suara wanita yang seakan familiar di telinganya.


Dia berbalik ke kamar hotel **** suara tadi berasal dari dalam kamar ini.


Dengan langsung nya. Wildan lansung menghampiri Kamar itu. Dan benar saja, suara tadi adalah suara Canika. Adik tuannya.


"Persetan dengan semuanya! mulai sekarang, kita putus!" Teriak Canika. Dia langsung berlari keluar dari kamar hotel itu. Beruntungnya Wildan terlebih dulu bersembunyi.


"Ada apa dengan nona Cika? Kenapa di menangis?" Heran Wildan. Dia langsung masuk ke dalam kamar hotel yang baru saja dikeluari oleh Canika.


"Jadi ini?" Wildan sekarang paham. Dia langsung berlari mengejar Canika. Dia tau hati wanita itu sensitif dia pasti rapuh.


Wildan takut Canika melakukan hal yang tidak-tidak.

__ADS_1


Maka dari itu Wildan menyusul Canika dari arah yang berlawanan sehingga seakan membuatnya seperti kebetulan bertemu saja.


Flasback Of.


__ADS_2