TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 68


__ADS_3

Tanpa mengatakan sepatah katapun. Aldo mengantarkan Canika tepat di samping gedung apartemen nya.


Canika turun dari motornya. Dia menatap ke arah Aldo. "Terimakasih," Ucapnya.


"Aldo?" Panggil Canika.


Aldo melirik ke arah Canika. "Emm.. I-iya?"


"Aku minta, kamu jangan memberitahukan siapapun kalau saat ini aku sedang mengandung." Pinta Canika. Setelah mengatakan itu, Canika bergegas masuk ke dalam gedung apartemen nya.


"Kenapa dia memintaku untuk merahasiakan kehamilannya? Apa dia sedang ada masalah dengan laki-laki itu?" Gumam Aldo. Dia tidak mengerti dengan apa yang pinta oleh mantan kekasihnya itu.


Aldo kembali melakukan motor sport nya.


Saat sudah berada di dalam apartemen. Canika langsung membersihkan dirinya. Lagi dan lagi, Canika mengusap perut ratanya.


"Terimakasih telah hadir di dalam kehidupan bunda, sayang. Bunda janji, bunda akan menjaga mu." Lirih Canika. Dia mengusap perutnya.


Canika melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 4 sore. Sebentar lagi, Wildan pasti akan pulang.


Dia berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan suaminya. Canika memang tidak pandai dalam urusan dapur, karna sendari kecil. Pak Bram melarang keras anak perempuannya itu menyentuh dapur.


Tapi semenjak menikah dan menjadi seorang istri. Perlahan-lahan Canika mulai belajar memasak.


Setelah menyiapkan masakannya. Canika bergegas membukakan pintu untuk suaminya.


Canika menyalami tangan Wildan. "Aku sudah siapkan makanan untukmu, kak. Kamu mandi dulu gih!"


Tidak ada respon apapun dari Wildan. Dia berjalan menyelonong tepat di hadapan Canika.


Kurang dari 10 menit. Wildan kembali turun ke lantai bawah untuk menikmati masakan istrinya.

__ADS_1


Selesai makan. Wildan meninggalkan meja makan begitu saja.


Ingin sekali Canika menanyakan ada apa? Tapi nyali Canika terlalu kecil. Dia takut, Canika takut Wildan semakin marah kepadanya.


"Apa aku beritahukan saja kepadanya. Kalau aku saat ini sedang hamil?" Lirih Canika.


Setelah mempertimbangkannya. Canika akhirnya dengan beraninya. Dia perlahan mulai masuk ke ruang kerja suaminya.


Klek...


Canika membuka pintu ruang kerja suaminya. Dia menangkap sosok suaminya itu sedang bermain henpon nya.


"K-kak?" Panggil Canika.


Wildan melirik ke arah Canika. "Ada apa?" Tanya Wildan dengan suara berat nya.


Dengan tangan yang gemetar. Canika memberikan sebuah amplop yang berisikan laporan kehamilan dirinya.


Wildan mengambil amplop itu. Dia perlahan mulai membuka isi amplop itu.


Sedetik kemudian... Wildan membulatkan matanya saat melihat tes kehamilan yang menyatakan kalau istrinya saat ini sedang mengandung.


DUAR!


Bagai tersambar petir. Wildan tidak percaya kalau istrinya itu saat ini sedang mengandung anaknya.


"Ba-bagaimana bisa?!" Pekik Wildan.


Deg.


Canika terdiam saat melihat reaksi Wildan. Dia sungguh tidak percaya saat suaminya itu malah merespon dengan kata "Bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Ke-kenapa, kak?" lirih Canika.


Brak!


Wildan menghempaskan amplop itu bersamaan dengan henpon nya. Dia menatap tajam ke arah Canika.


"Bagaimana bisa, hah?! Bukannya aku sudah menyuruh mu untuk menggunakan kb!" bentak Wildan.


"Tapi kata dokter, itu akan merusak perkembangan rahimku, kak!" Balas Canika. Dia sungguh tidak bisa menahan lagi air matanya.


Bugh!


Wildan memvkvl dinding ruang kerjanya.


"Persetan dengan itu semua! Kamu ingin mengikatku kan?! Apa kamu tidak puas, hah? Karna kamu! (Wildan menunjuk ke arah Canika) aku menjadi melukai perasaan wanitaku! Apa kamu tidak tahu diri hah?!"


DUAR!


Seketika, tubuh Canika menjadi lemas. Dia sungguh terkejut dan tidak menyangka dengan ucapan suaminya itu.


Jadi, selama ini suaminya itu terpaksa menjalankan pernikahan mereka?


Sikap manis dan perhatian itu semata hanya untuk membuat Canika sakit hati?


Wildan mencekal erat tangan Canika. "Aku tidak mau tau! Gugurkan anak itu!"


...----------------...


Mampir juga ke novel temenku, yuk! Ceritanya tak kalah seru juga loh! ayo mampir👇


__ADS_1


__ADS_2