TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 48


__ADS_3

"Kita berangkat sekarang?" Tanya Gio. Dia bertanya setelah memastikan kalau semuanya sudah siap.


Aulia menganggukan kepalanya. "Iya. Kita berangkat sekarang." Jawab Aulia. Dia menggendong baby Agam.


Keduanya terlebih dulu berpamitan kepada keluarganya Abraham.


Ibunya Gio yang awalnya menolak keras kehadiran Aulia. Namun kini dia menangis karena tidak mau berpisah dengan Aulia apalagi dengan baby Agam.


Ya, semenjak kehadiran sosok Agam. Keluarga yang awalnya tidak jelas namun kini sangat jelas. Bahkan kini keluarga Abraham lebih sering menghabiskan waktu bersama.


"Apa tidak bisa tahun depan saja?" Lirih ibunya Gio dengan wajah yang melemas. Dia mengambil Agam dari pangkuan menantunya.


"Oma, tidak mau berjauhan dengan Agam."


Aulia tersenyum manis. Dia memegangi tangan ibu mertuanya. "Jangan bersedih seperti itu, bu. 3 bulan sekali kami akan kesini. Atau ibu bisa juga ke Indonesia." Ujar Aulia.


Ibunya Gio menganggukan kepalanya. "Hm.. baiklah. Tapi ingat, kalian janji bukan?"


Gio dan Aulia menganggukan kepalanya secara bersamaan. "Sudahlah, bu. Kami akan kembali kesini lagi kok."


Setelah berpamitan. Gio dan Aulia mulai masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Apa kamu masih memikirkan masalalu mu?" Gio bertanya saat melihat raut wajah cemas istrinya.


Aulia menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak, mas. Aku sama sekali tidak memikirkan apapun yang ada di masa lalu. Bagiku, masalalu hanyalah masalalu. Dan sekarang (Aulia menggenggam tangan suaminya, Gio.) aku harus pokus dengan kalian." Jawab Aulia dengan lantang.


Sudut bibir Gio terangkat. Dia memeluk istrinya. Rasanya masih tidak menyangka kalau dirinya kini sudah menjadi seorang suami dan juga seorang ayah.


Cup!


Gio mengecup kening Aulia. "Terimakasih, sayang. I love u my wife."


"I love u too, my husband."


Keduanya telah sampai di bandara. Mereka langsung menuju ke pesawat pribadi Gio.


Gio merangkul istrinya. "Karna jika memakai pesawat umum. Yang ada nanti malah banyak yang memandangmu." Sahut Gio sambil mencolek dagu Aulia.


Blush!


Pipi Aulia merona malu. Astaga! Bisa-bisanya suaminya itu.


Keduanya langsung masuk ke dalam pesawat yang melesat ke Indonesia.

__ADS_1


Ya, Aulia dan Gio memutuskan untuk pindah ke Indonesia. Bukan tanpa sebab. Tapi kerjaan Gio dipindahkan ke Indonesia. Dan Aulia juga harus menjaga ibunya.


Sebelumnya ibunya Aulia sudah terlebih dulu pulang ke Indonesia.


Selama perjalanan, baby Agam terlihat anteng. Dia bahkan tidak merengek atau menangis.


"Sini, biar Agam sama aku."


Aulia menganggukan kepalanya. Dia memberikan baby Agam kepada Gio. "Aku titip sebentar ya, mas." Kata Aulia.


Agam terlihat sangat senang. Bayi yang baru 1 bulan itu sungguh terlihat tampan.


Aulia memejamkan matanya sebentar. Dia sangat kelelahan karna semalaman Gio terus menggempur nya. Ya maklum pengantin baru. Gio seperti menemukan mainan baru.


Gio menyelimuti Aulia. Dia menjaga baby Agam yang sedang menatapnya.


"Ada apa baby? kenapa kamu menatap daddy? apa kamu marah karna daddy membuat ibumu kelelahan?"


Bluuuummm... bluuuummm..


Gio tertawa dia sungguh gemas dengan baby Agam. Meskipun bukan anak kandungnya. Tapi bagi Gio, Agam adalah segalanya.

__ADS_1


Sesampainya di Indonesia. Aulia, Gio, dan baby Agam, langsung disambut dengan para wartawan. Mereka terkagum-kagum karna sosok dokter muda Giovanno mau menikah dengan Aulia yang jauh dari levelnya.


"Tuan, Gio. Mohon waktunya sebentar. Kami butuh penjelasan dari anda!"


__ADS_2