TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Jangan tinggalkan aku!


__ADS_3

Rega berencana kembali ke rumah Alika setelah seluruh keluarga mempelai pria termasuk kedua orang tuanya memutuskan untuk kembali ke Ibu kota sementara dirinya sendiri akan berada di sini beberapa hari lagi.


Menemani Inder! Alasan yang ia kemukakan saat kedua orang tuanya ketika menanyakan keputusannya untuk tetap tinggal.


"Kasian kalau Inder di tinggal sendirian." ucapnya. "Ini tempat asing baginya, dia pasti akan merasa jauh lebih nyaman jika ada orang terdekat menemaninya." ucap Rega yang diangguki semua orang.


Alasan bagus yang membuat seluruh keluarga menyetujui keputusannya, tapi justru mendapat cibiran Ivana dan juga Inder, dua kakak beradik itu tentu tau alasan sebenarnya ia tetap tinggal.


Wanita yang tengah berbadan dua itu bahkan membisikkan sesuatu di telinganya yang membuatnya terkekeh kecil. "Modus! Bilang saja kau ingin mendekati sepupu Za." bisik Ivana, membuatnya terkekeh sambil menggerlingkan mata pada wanita itu.


"Kalaupun iya memangnya kenapa? Lo cemburu?" Godanya pada wanita itu.


"Idihhh... ngapain gue cemburu." sergah Ivana seraya memutar bola matanya.


Wanita itu lalu memberikan sesuatu di tangan Rega. "Apa ini?" tanya Rega seraya melihat dua lembar kertas yang di berikan Ivana.


"Itu tiket nonton drama korea, tadi kami cukup banyak berbincang dan dari ceritanya aku tau kalau Alika juga sangat menyukai hal-hal berbau korea. ajaklah dia nonton besok siang, Oke!"


Rega tersenyum manis pada wanita yang tengah hamil muda itu. "Lo memang saudari yang paling baik, bagaimana lo bisa menyiapkan tiket nonton untuk kami secepat ini?" tanyanya heran.


Ivana menghela napasnya. "Anggap saja lo sedang beruntung." ucap wanita itu. "Tadinya gue berencana ingin liburan beberapa hari di sini, makanya kemarin memesan tiket itu agar bisa nonton bersama Razka, tapi pekerjaan Razka tidak bisa di ajak kompromi, dia harus kembali berangkat malam ini juga." tutur gadis itu dengan bibir mengerucut sempurna.


Rega tertawa kecil menanggapi keluhan wanita yang sempat singgah di hatinya itu, "Berarti gue memang lagi beruntung." ucapnya. "Thanks, ya." imbuh pria itu lagi.


Ivana mengangguk lalu segera berpamitan pada pria yang sudah ia anggap seperti saudaranya itu.


Rega melambaikan tangan pada mobil rombongan keluarganya yang mulai menjauh.

__ADS_1


"Emang paling bisa lo nyari alesan." protes Inder begitu mobil menjauh dari pandangan mereka.


Rega tersenyum pada sahabatnya itu, "Sekali -kali lah gue yang manfaatin nama lo buat kepentingan pribadi, jangan gue terus yang di jadikan korban buat kepentingan pribadi lo." ucap pria itu membela diri.


Inder terkekeh, mereka lalu duduk berdampingan di bangku panjang yang berada di halaman rumah Za. "Besok gue ada rencana buat ajak Za jalan-jalan, lo mau ikut? Ajak Alika juga." ucap sahabatnya itu.


Rega menggeleng, "Gue punya rencana sendiri." ucapnya yakin, membuat sang sahabat menoleh menatapnya.


"Lo bisa sepuasnya ngabisin waktu sama bini lo." ujar Rega lagi. "Gue punya rencana lain yang akan lebih menyenangkan dari pada sekedar melihat pengantin baru bermesraan. "


"Ya sudah, sekarang tidur sana, gue juga mau istirahat, mau nemenin istri gue bobok." ucap pria itu seraya beranjak dari tempatnya.


"Dih yang baru punya istri." cibirnya. "Ya sudah temani istri lo sana, gue juga mau nemenin bobok..." ucapnya yang membuat langkah sang sahabat berhenti dan kembali menatapnya dengan membesarkan bola matanya.


"Nemenin bobok siapa lo? Jangan macam-macam ya Ga, inget di kampung orang nih jangan sampai tar lo kena grebek." sungut Inder membuatnya tergelak.


Inder hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan kelakuan sahabatnya. "Ya sudah tidur sana." ucap Inder.


Rega melangkahkan kakinya menuju rumah Alika yang menjadi tempat peristirahatan sementara nya selama di sini, begitu sampai rumah terlihat sepi tak ada siapapun di sana.


Tentu saja orang tua Alika sedang berada di rumah Za dan itu membuatnya memutuskan untuk melangkah menuju kamar tidur yang menjadi tempatnya untuk melepaskan lelah.


Namun, niatnya untuk merebahkan diri agaknya harus ia urungkan saat melihat tubuh mungil Alika terbaring di tempat tidurnya. Ia segera mengambil pakaian gantinya, rasa lengket di badannya membuatnya bergegas membersihkan diri.


Setelah selesai, entah kenapa ia justru kembali ke kamar itu. Pria berkulit bersih dan berhidung mancung itu melangkah mendekati ranjang sederhana di mana tubuh mungil Alika berada.


Rega menatap wajah polos gadis yang tengah terlelap itu sembari tersenyum.

__ADS_1


"Dia benar-benar terlihat cantik kalau sedang tertidur begini." gumamnya.


Ia baru saja akan beranjak ketika tangan Alika meraih tangannya di susul gumaman kecil yang keluar dari bibirnya.


"Jangan tinggalkan aku. "


Pelan tapi terdengar jelas di telinga Rega. Pria itu kembali ke posisinya, ia tersenyum saat tangannya justru di jadikan bantal oleh gadis itu. "Jangan seperti pria mesum itu, jangan menyebalkan seperti dia." gadis itu bergumam lagi membuat Rega bertanya-tanya.


*Pria mesum? siapa yang dia maksud?


"Dia* terus saja menggodaku padahal dia sudah punya tunangan."


Apa yang dia maksud pria mesum itu gue? Wahhh bahkan dalam mimpipun dia mengataiku.


"Jangan seperti dia. " gumaman Alika masih berlanjut, kali ini di sertai wajah yang tampak sedih. "Dia benar-benar menyebalkan!"


"Dan bodohnya aku malah menyukainya! Menyebalkan!" ucap gadis itu lagi membuatnya membulatkan mata.


Dia menyukaiku?


"Kenapa aku selalu salah menempatkan perasaanku? Kenapa aku selalu menyukai orang yang salah?" gumam gadis itu lagi.


Rega menatap gadis itu, hatinya terasa menghangat mendengar kata-kata gadis itu, meski hanya mengigau, secara tak langsung gadis itu sudah mengungkapkan perasaannya, dan ia menyukai itu.


Ini bukan pertama kalinya seorang gadis mengungkapkan perasaan padanya, tapi gadis ini? Gadis yang selalu bersikap ketus padanya, dia ternyata menyukainya dan mengungkapkan perasaan padanya meski di alam bawah sadarnya. Tapi, bukankah perkataan orang yang mengigau itu jujur? karena berasal dari hati yang paling dalam.


Rega tersenyum,! ia tak bergerak sedikitpun dari tempatnya, membiarkan gadis itu terlelap nyaman berbantal lengannya hingga akhirnya rasa kantuk mulai mengambil alih kesadarannya dan membawanya ke alam mimpi juga.

__ADS_1


__ADS_2