TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Untuk Apa Kau Datang?


__ADS_3

Rega melenggang santai menuju rumahnya, bibir nya tak berhenti bersiul gembira. Tentu saja itu memancing keingintahuan dari orang sekitarnya.


Para pelayan rumahnya menatap heran, tapi tak ada satupun yang berani bertanya. Hingga sampai diruang tengah seseorang mengagetkannya.


"Sepertinya kau sedang sangat bahagia." Tanya seseorang dari arah belakangnya.


Rega menghentikan langkahnya, ia tau benar siapa pemilik suara itu.


Itu Mamanya yang kini tengah duduk di sofa ruang tengah, dan menatapnya penuh rasa ingin tau.


Rega menoleh, tak disangka ternyata sang Mama masih berada di rumah ini. Padahal biasanya kedua orang tuanya hanya akan tinggal beberapa hari kemudian kembali bertualang dengan kesibukan dan dunia mereka sendiri.


"Sebuah kejutan Mama masih ada di sini." ucapnya tak menjawab pertanyaan Mamanya.


Tadinya ia bermaksud untuk menengok para pekerjanya di sini sembari bersantai sejenak melepas lelah setelah seharian bekerja, tapi sepertinya ia tak akan bisa melakukan itu.


"Kenapa kau mengatakan pada Thalia jika kau menolak perjodohan ini, kau mengecewakan kami semua." ucap sang Mama tak menanggapi ocehannya.


Rega mendengkus, sekarang ia tahu apa yang menahan sang Mama hingga lama berada di rumah.


"Bukankah Mama sendiri yang bilang, aku bisa menolak jika tidak menyukai perempuan yang kalian pilihkan." Ucapnya.


"Apa yang kurang dari dia? Dia bahkan lebih cantik dari gadis-gadis manja yang kau kencani." ujar sang Mama.


Rega tersenyum miring, "Karena itulah aku menolaknya, dia memang cantik, sama seperti perempuan-perempuan lainnya di sekitarku." ucapnya.

__ADS_1


"Dan aku sudah bosan dengan wanita cantik macam dia." Imbuhnya.


"Tapi Rega, dia berbeda! Hanya dia yang bisa membantu Papamu." bujuk Mamanya lagi. "Apa susahnya sih, nurutin maunya kami, toh itu tidak akan merugikanmu."


"Jangan terus memaksaku, atau aku akan melupakan bahwa kau adalah orang tua yang harus ku hormati." ucapnya seraya berlalu.


"Rega, kau mau kemana lagi?" teriak sang Mama.


"Pulang!"


"Pulang kemana? Bukankah rumahmu di sini?" tanya Mama lagi membuat langkahnya berhenti.


Ia menoleh, "Tempat ini sudah lama tak menjadi rumahku." ucapnya kemudian benar benar melangkah pergi meninggalkan rumah itu.


Sementara itu Alika baru sampai di rumah Za, ia tersenyum saat melihat motor matic kesayangannya terparkir di halaman rumah itu. "Ternyata dia tidak bohong." gumamnya.


Ia melangkah masuk ke dalam, tak ada siapapun disana hanya beberapa pelayan yang hilir mudik sedangkan Za pasti sedang bersama keluarganya.


Alika mendudukan bokongnya di sofa ruang tamu, menyandarkan kepala dan memejamkan matanya, ia ingin mengistiratkan tubuhnya sejenak.


Pertemuan tadi sore dengan lelaki menyebalkan itu kembali muncul di benaknya, ia menghela napas begitu mengingat esok hari ia harus mulai bekerja pada lelaki itu.


Huh!! ia mendengus kasar, saat mengingat bagaimana lelaki itu memaksanya membuat surat pengunduran diri dari tempatnya bekerja.


"Syukurlah kau sudah pulang! Aku sempat khawatir karena tak mendapatimu saat tiba di sini." Ucap seseorang membuatnya membuka matanya dan membuyarkan lamunannya. Ia tentu tau siapa pemilik suara itu.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat lelah? Apa kau sudah makan? Aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan makan malam, bagaimana kalau kita makan dulu?" Ujar pria itu lagi.


Alika memutar bola matanya, kenapa juga pria itu harus berada di sini, bukankah Kak Raja sedang tak ada? Lalu untuk apa pria itu datang kemari?


"Untuk apa kau datang" ucapnya.


"Kak Raja dan Za sedang di rumah keluarganya, lalu untuk apa kau datang kemari?" tanyanya lagi.


"Justru karena itu, aku ingin memastikan kalau kau baik-baik saja." ucap pria itu seraya menatapnya lembut. "Aku sedikit khawatir karena kau sendirian di rumah ini." Imbuhnya.


"Kenapa?"


"Karena..."


"Jangan di jawab!" pangkas Alika, "Kau melakukannya karena Kak Raja yang menyuruhmu, iya, kan?" ujar gadis itu. "Karena semua itu adalah tugasmu." Ada nada sedih dari suaranya.


"Alika... aku..."


"Katakan pada Kak Raja, aku baik-baik saja dan sudah sampai di rumah dengan selamat, jadi kau bisa pulang! Tugasmu sudah selesai." ucap gadis itu, bibirnya tersenyum lembut tapi kata-katanya terasa begitu menghujam hingga menusuk hati Reihan.


"Aku mau istirahat dulu, kau bisa pulang, terima kasih sudah melakukan tugasmu dengan sangat baik, Tuan asisten." Sambung gadis itu lalu beranjak dan melangkahkan kakinya meniti anak tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua rumah ini.


Sementara Reihan hanya bisa menatap punggung gadis itu tanpa berkata apapun, hatinya terasa begitu pedih melihat sikap Alika yang begitu dingin dan asing padanya.


"Apa aku benar-benar tak punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita, Al?" gumamnya seraya menatap bayang gadis itu yang kini sud maenghilang.

__ADS_1


__ADS_2