TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 96


__ADS_3

"Jadi, apa kalian menyesalinya?"


"Ampun tuan, maafkan kami!!"


Ringisan demi ringisan terdengar di sebuah tempat yang dimana menjadi saksi atas pembelaan untuk Ega. Tangisan dan teriakan menjadi saksi betapa sakitnya yang dulu mereka perbuat kepada Ega.


Dan saat ini, mereka menyesalinya. Menyesali akan apa yang dulu mereka perbuat kepada Ega. Namun, penyesalan hanyalah penyesalan. Tidak akan ada lagi kesempatan untuk memperbaiki keadaan.


"Ampuni kami tuan, kami mohon... jangan lagi... ampun!!"


"Sakit bukan? Inilah yang diterima oleh Ega sejak kecil!" teriak seseorang dengan tatapan tajam nya. "Tidak ada lagi kata ampun, kalian harus membalasnya!"


"*Arghhhhhh"


"Arrgggggg"


"Arghhhh*"


"Tuan, mereka sudah sangat lemah. Sudah cukup tuan." ucap salah satu bodyguard nya yang mencoba menghentikan seseorang yang hendak kembali memberikan pelajaran kepada tawanan mereka.


"Ck, urus mereka! jangan sampai mereka keluar dari sini!" tegas seseorang itu.

__ADS_1


~


Sedangkan itu, Canika kini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kelas pagi nya. Dia tidak lupa untuk menghubungi Ega dan memberitahukan kalau dirinya tidak bisa mengunjungi Ega dahulu.


^^^"*Kakak, apa kakak akan meninggalkan aku?" tanya Ega di balik telpon.^^^


"Kata siapa hmm? kakak tidak akan meninggalkan kamu, sayang. Kakak akan selalu ada di samping Ega."


^^^"Aku hanya takut saja kakak meninggalkan aku, sama seperti Ayah dan Ibu."^^^


"Sayang, kakak hanya pergi kuliah. Kakak tidak akan meninggalkan kamu, kakak janji?"


^^^"Baiklah, tapi kakak harus berjanji kalau kakak tidak akan meninggalkan aku? kakak janji?"^^^


Setelah menelpon Ega, dia langsung bergegas untuk keluar dari kamarnya. Canika menghampiri Aunty Happy yang sedang mempersiapkan sarapan untuk mereka semua.


"Pagi aunty," sapa Canika.


Aunty Happy melirik ke arah Canika, dia tersenyum manis. "Pagi juga sayang, yuk sarapan dulu." Canika mengangguk, dia menarik kursi untuk di duduknya.


Mereka berdua sarapan tanpa adanya Vian dan Uncle Ken, suami dari Aunty Happy dan Ayah dari Vian. Setelah sarapan, Canika berpamitan kepada Aunty Happy.

__ADS_1


"Baikan sayang, hati-hati ya!"


"Iya aunty!!" teriak Canika yang sudah berada di luar mansion. Dia masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh supir pribadi keluarga Vian. Canika memejamkan matanya sambil mendengar lantunan musik yang dia putar.


Entah kenapa rasanya sangat lama sekali perjalanan menuju kampusnya. Canika mengerutkan keningnya sesaat melihat jalanan yang dituju oleh supir bukanlah jalan menuju kampusnya.


"Pak, bukannya ini bukan jalan menuju kampus saya?" ucap Canika dengan was-was.


Supir melirik Canika di balik kaca, dia tersenyum miring dengan menatap Canika. "Maafkan saya nona, tadi ada yang memberitahukan saya kalau jalan utamanya sedang di tutup." jawab supir dengan suara lirih.


"Kenapa suara supir ini tidak seperti biasanya? apa jangan-jangan?" batin Canika cemas.


Dia melihat sekeliling jalan yang hanya terkelilingi oleh pohon-pohon besar, jalanan nampak sangat sepi. Tidak ada manusia yang terlihat sepanjang jalan.


"Damn! ini sudah pasti jebakan! bagaimana ini?"


Canika membuka ponselnya. Namun sangat sial, tidak ada jaringan di dalam ponselnya itu. Kini apa yang harus Canika lakukan? jelas ini adalah jebakan yang akan mengantarkan Canika ke dalam masalah besar.


"Nona, kenapa anda terlihat gelisah seperti itu?"


Deg.

__ADS_1


"Siapa kamu?"


"Haha, anda tidak perlu tahu siapa saya nona. Yang jelas, saya akan menjadi malapetaka untukmu!"


__ADS_2