TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 88


__ADS_3

"Ada apa, Cika?" Imel bertanya sesaat melihat sahabatnya itu yang terdiam diri, seakan tengah terkejut.


Canika dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Ti-tidak, Imel. A-aku tidak apa-apa," jawabnya.


Karna tidak mau terlalu mencampuri urusan pribadi sahabatnya. Imel akhirnya mengajak Canika untuk kembali ke dalam kelas karna buku yang mereka inginkan sudah mereka dapati.


..."Kenapa suara itu sangat mirip dengan suaranya? astaga, apa-apa aku! kenapa aku malah memikirkannya. Tidak-tidak, mungkin aku hanya salah dengar saja." batin Canika....


"Kamu kenapa sih, Canika? dari tadi aku perhatiin kamu kebanyakan melamun, ada masalah?" Imel menatap dalam kedua mata Canika. Ya, kini keduanya telah sampai di dalam kelas, Imel langsung menanyakan hal yang membuatnya khawatir itu.


"Eummm, aku tidak apa-apa, Imel. Aku hanya sedikit pusing saja, mungkin karna belum bisa beradaptasi dengan udara di sini."


"Kamu yakin hanya karna itu?" seolah tidak percaya dengan jawaban Canika, Imel menatap dalam kedua mata Canika seolah mencari apa kecemasan Canika.


"Yakin, Imel." tegas Canika, dia berdiri dari duduknya. Canika menggenggam tangan Imel. "Sudahlah, sebaiknya ayo kita ke kantin. Perutku sungguh sudah sangat lapar."


"Ck, baiklah."

__ADS_1


Keduanya berjalan menuju kantin dengan berpegangan tangan, kedua sahabat itu saling bercakap-cakap dengan sesekali tertawa bersama. Keduanya memilih bangku yang berada di depan, mereka memesan makanan.


"Kamu mau makan apa, Can? biar aku pesankan."


"Samakan saja dengamu, Imel. Hari ini aku malas memilih makanan," jawab Canika dengan malas nya.


Imel mengangguk. "Baiklah, tunggu aku akan membawa makanan kita." Imel berdiri dari duduknya. Dia berjalan menuju kedai makanan yang berada di hadapannya.


Sedangkan Canika, dia menundukkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya. Entah kenapa hatinya mendadak gelisah, hatinya seakan cemas akan sesuatu.


"Ini, Cika. Makanlah,"


Canika mulai memakan makanannya. Dia nampak sangat tidak berselera untuk memakan makanan tersebut.


"Oh iya, Cika. Tadi aku dengar kalo kita tidak ada kelas lagi, kamu mau pulang atau kita jalan-jalan? kebetulan aku ada teman yang tinggal disini."


Canika mengangguk. "Boleh tuh, kita jalan-jalan aja. Aku belum mau pulang ke rumah aunty,"

__ADS_1


"Baiklah, setelah ini kita akan pergi."


Setelah menghabiskan makanannya. Keduanya kini berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil Imel yang terparkir disitu.


"Tunggu sebentar, aku akan memarkirkan mobilnya." Canika mengangguk. Dia menepi ke pinggir memberikan jalan untuk mobil Imel. Canika masuk ke dalam mobil Imel, mobil itu melaju meninggalkan area kampus.


Imel menyalakan lagu yang membuat mobilnya cukup enak untuk dibawa, Canika mengkritik karna lagu yang dipuar Imel cukup membuat gendang telinga nya begetar.


"Astaga, Imel! kecilkan suaranya!" ucap Canika sambil menutup telinga nya.


"Ck, kamu tidak asik sekali Canika. Padahal lagu ini sangat enak untuk di dengar, cobalah mendengarkannya." sahut Imel.


Canika memutar bola matanya malas, dia memilih untuk memejamkan kedia matanya. Namun tanpa sadar dia juga menikmati lagu yang diputar oleh Imel.


Entah kenapa terlintas kenangan masalalu sesaat mencoba mengikuti alur musik ini. Canika mengingat bagaimana dulu hidup indah dijalani olehnya. Hidup yang sungguh berwarna.


Hati Canika bergetar sesaat hatinya mengingat bagaimana dulu Wildan dengan manisnya mengungkapkan kalau dirinya sangat mencintai Canika.

__ADS_1


"Kenapa hatiku sungguh sakit mengingat ini semua? kenapa aku terus mengingat dia!"


__ADS_2