
Deg.
Dia sungguh terkejut saat melihat istrinya itu baru saja lari dari hadapannya.
"Cika?" Lirih nya.
"Ada apa, Wil?" Tanya seorang wanita dengan mimik wajah bingung nya.
Wildan menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak apa-apa." Jawab Wildan.
Ya, Wildan tanpa sengaja melihat istrinya yang tak lain adalah Canika, baru saja berlari keluar dari cafe. Dia juga terkejut saat melihat seorang laki-laki menyusul istrinya.
"Siapa laki-laki itu? apa itu Aldo?"
Sedangkan itu. Canika berlari tanpa memperdulikan teriakan dari Aldo. Hatinya sungguh sakit saat melihat laki-laki yang dia cintai, sedang bersama wanita lain.
"Kenapa hatiku sakit sekali?" Lirih Canika. Dia memegangi dadanya.
"Cika!" Teriak Aldo. Dia mencekal tangan Canika. Dengan nafas yang tergesa-gesa. Aldo perlahan mulai menetralkan nafasnya. "Lu apa-apaan sih?! gimana kalo tadi lu ketabrak?!" Bentak Aldo. Dia mengkhawatirkan Canika yang terus berlari tanpa memperdulikan sekelilingnya.
Bukannya menjawab. Justru Canika malah menangis. "Hiks... hiks.."
"Heh.. hey?!" Aldo memeluk Canika. Dia kebingungan saat melihat mantan kekasihnya itu malah menangis.
Untuk sesaat, Aldo membiarkan Canika untuk menangis dalam pelukannya. Dia juga menyadari kalau Canika melihat sosok Wildan bersama wanita lain.
Kurang dari 2 menit, Aldo mencoba menghentikan tangisan Canika.
__ADS_1
"Sudah! berhentilah menagis!" Bisik Aldo tepat di telinga Canika. "Lihatlah, kita menjadi bahan tontonan orang-orang." Sambung Canika.
Tidak ada respon apapun dari Canika. Dia hanya terdiam. Saat hendak pergi, justru pandangan Canika menjadi kabur.
Canika memegangi kepalanya. Dan...
Bruk!
Dengan singgap, Aldo menangkap tubuh Canika yang ambruk tepat di hadapannya.
"Hey! Cika! bangun!!" Aldo menepuk-nepuk pipi Canika.
Aldo bergegas untuk membawa Canika ke rumah sakit yang ada di sekitarnya. Dia meminta temannya untuk membawakan motornya. Sedangkan dia menggunakan taksi untuk membawa Canika ke rumah sakit.
"Sebegitu cintanya kamu sama laki-laki itu, Can. Maafin gua ya, dulu gua nyia-nyiain lu." Lirih Aldo. Dia mengusap wajah cantik Canika.
"Suster!!"
"Dokter!!"
Teriak Aldo yang menggema di setiap sudut rumah sakit.
Sedetik kemudian, 2 suster dan dokter langsung menghampiri Aldo. Mereka mengambil alih Canika.
"Tolong dia, dok!" Pinta Aldo kepada dokter.
Dokter menganggukan kepalanya. Dia menutup pintu ruangan.
__ADS_1
Aldo tidak henti-hentinya mendoakan Canika. Dia khawatir Canika mengalami gatal-gatal atau penyakit tiba-tiba.
"Ck! coba aja lu gak ajak Cika ke cafe itu! emang be-go lu Aldo!!" Gertak Aldo kepada dirinya sendiri.
Beberapa menit kemudian. Dokter keluar dari ruang rawatnya. Dia mempersilahkan Aldo untuk masuk ke dalam.
Dokter itu tersenyum manis ke arah Aldo. "Selamat ya, pak. Sebentar lagi, bapak akan menjadi ayah." Ucap Dokter.
Aldo mengerutkan keningnya. Dia terheran saat mendengar ucapan dari dokter. "Ma-maksud dokter?!"
"Istri bapak saat ini sedang hamil. Usia kandungannya baru masuk 3 minggu."
Deg.
Aldo terdiam. Dia sungguh terkejut saat mengetahui wanita yang masih dia cintai, saat ini sedang mengandung.
"A-apa, dok?"
Dokter menganggukan kepalanya. "Iya, pak. Dari hasil pemeriksaan, Istri anda sedang hamil. Jika ingin lebih jelasnya. Silahkan datang ke dokter kandungan." Jelas Dokter. Setelah mengatakan itu, dia permisi untuk pergi.
Tes...
Air mata Canika menetes saat mendengar kabar kalau dirinya saat ini sedang mengandung. Canika mengusap perut ratanya.
...----------------...
Hallo, semuanya. Aku punya rekomendasi novel yang bagus nih buat kalian, yuk baca juga😉👇
__ADS_1