TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 52


__ADS_3

Mama Widia sebenarnya tidak setuju saat anaknya, Canika, meminta izin pergi keluar. Setelah kejadian kemarin itu membuat mama Widia menjadi takut anak perempuan satu-satunya itu kenapa-kenapa.


Apalagi saat dirinya tau kalau acara itu diadakan malam hari.


"Apa tidak bisa menolak?"


Canika memutar tubuhnya. Dia menatap ke arah mamanya. "Menolak gimana maksdunya. Mah?" Tanya Canika dengan wajah yang bingung.


Mama Widia menghela nafasnya. "Ini sudah malam, Cika. Mama takut terjadi apa-apa kepadamu. Dan lagian kenapa kamu tidak hadir ke pesta kakakmu saja?"


"Mah, please ya.. Mama udah janji mau ngizinin aku. Aku ga bisa nolak, mah. Dia sudah bilang ke temen-temen Cika yang lainnya."


"Please ya, mah. Cuma sebentar kok, aku janji.." Lanjut Canika. Dia memohon izin dari mama nya.


"Baiklah. Tapi ingat! Jam 10 harus sudah pulang!" Final mama Widia. Dia akhirnya mengizinkan anaknya itu untuk pergi. Tapi dengan syarat harus pulang jam 10 malam.


Canika memeberikan hormatnya kepada mamanya. "Siap, mah!"


Canika melanjutkan merapihkan penampilannya. Dia menghias sedikit wajahnya dengan make-up.


"Sepertinya ini sudah cukup." Gumam Canika sambil memeriksa hasil make-up nya.


Terakhir, Canika menyemprotkan parfum kesukaannya. Dia mengambil tas yang senada dengan gaunnya. Canika keluar dari kamar dengan tampilan yang sungguh cantik.


Sedangkan itu Renata yang tengah bermain dengan baby twins, dia mengerutkan keningnya saat melihat adik iparnya itu sudah sangat rapih.


"Cika. Kamu mau kemana?" Tanya Renata.


Canika menghampiri kakak iparnya. Dia menyalami tangan Renata. "Aku mau ke acara ulah tahun Imel, kak." Jawab Canika.


Renata melirik jam tangannya. "Acaranya malam?" Canika menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar. Kakak minta mas Rey untuk mengantarmu." Lanjut Renata.


Saat hendak berdiri. Terlebih dulu tangannya ditarik oleh Canika.


Canika menggelengkan kepalanya. "Tidak usah, kak. Aku di jemput sama Agnes."


"Baiklah. Hati-hati, ya."


Setelah berpamitan. Canika langsung menuju mobil Agnes yang sudah terparkir tepat di gerbang mansion nya.


"Kenapa ga masuk?" Tanya Canika sambil memasangkan sabuknya.


"Hehehehe... Gua belum siap ketemu kak Rey. Masih malu." Jawab Agnes dengan cengegesan. Dia masih malu dengan sikapnya yang dulu kepada Reyendra. Kini dia malu akan perbuatannya yang dulu.


Canika menggelengkan kepalanya. Mobil itu langsung melaju menuju pesta ulangtahun, Imel.


Sesampainya disebuah taman yang luas. Taman yang sudah disulap menjadi mewah dan merah. Banyak lampu-lampu yang berkedip.


Alunan musik terdengar cukup jelas.


Terlihat disana banyak teman-teman SMA, Cika. Bahkan kini tatapannya tak sengaja tertuju kepada seorang laki-laki yang sungguh bejad baginya.


Semua orang tertuju kepada Canika. Mereka seolah terpesona dengan penampilan Canika. Cantik dan Sexy.


Sama halnya dengan semua orang. Aldo juga merasakan hal yang sama. Dia kagum dengan penampilan mantan kekasihnya itu.


"Cantik sekali dia."


Para teman-teman wanita Canika langsung menghampiri Canika. "Astaga! Cika. Kamu cantik sekali!! Spil bedaknya dong, hahha" Pujian yang berujung spil.


Canika menggelengkan kepalanya. "Heh! Emangnya si oren, hahaha.."

__ADS_1


Setelah mengobrol sebentar. Pembawa acara langsung membuka acara ini.


"Oke. Selamat malam semuanya. Terimakasih karna sudah menyempatkan untuk datang ke acara ini. Mari kita sambut, inilah... Imel!!!"


"woowoow"


"Huuuuuu"


"Huagghh"


Sora semuanya.


Imel menyapa para teman-temannya. Dia juga memberikan sepatah katanya. "Sekian dari saya. Silahkan nikmat acara ini!!" Teriak Imel.


Semua orang langsung berjoget. Mereka menikmati alunan musik DJ yang lumayan enak dan juga mantap untuk joget.


"Ayo joget dong, mel!"


"Ngga deh. Kamu aja, Nes. Aku ga bisa joget." Jawab Canika.


Suara musik yang cukup keras ditelinga Canika. membuat dia memilih menjauh sebentar..


Namun saat hendak mengambil minum. Dia di kagetkan dengan suara seseorang.


"Hay... apa kabar?" Sapa Aldo yang menghampiri Canika.


Canika menoleh. Dia menatap sinis ke arah Aldo. "Kabarku mendadak buruk setelah kedatangan mu." Ketus Canika.


Sedetik kemudian. Mereka dibuat terkejut karna Imel terjatuh ke dalam kolam.


Tentunya itu membuat Canika dan juga yang lainnya langsung menghampiri Imel.

__ADS_1


Tapi itu menjadi kesempatan emas bagi Aldo. Dia menuangkan sesuatu ke dalam gelas Canika.


"Hahaha... malam ini kamu akan menjadi milikku, Canika."


__ADS_2