TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
Bab 35


__ADS_3

Karena aku tak suka melihat kau bersama pria itu. Aku tak suka melihatmu dekat dengan pria lain, apa kau sudah paham?"


"Jadi mulai sekarang kau tak boleh dekat dengan pria manapun selain aku, paham!"


Alika mengernyit, kedua alisnya sampai hampir menyatu karena kerasnya ia berpikir. apa maksud kalimat Rega? Kenapa dia tak suka melihatnya bersama pria lain? Apa pria itu menyukainya?


Andai yang mengatakan hal itu orang lain tentu ia akan langsung mengartikannya seperti itu. Tapi ini Rega Arya prakarsa. Playboy kelas kakap yang bisa berganti wanita dalam hitungan jam, haruskah ia mempercayainya?


"Hei. Malah bengong."


Jentikan jemari pria itu membuyarkan lamunannya, Alika menatap pria di depannya dan bertanya, "Kenapa?"


"Memangnya apa hak mu melarangku dekat dengan pria lain? Kau memang bos ku tapi bukan berarti kau bisa seenaknya mengatur hidupku."


Nada bicaranya lembut tapi mampu membuat pria di depannya terdiam.


"Berikan aku satu alasan kenapa aku tak boleh dekat dengan pria lain." sambungnya.


Tentu saja karena aku mencintaimu.


Ingin sekali Rega mengatakan hal itu, tapi tidak, ia tak bisa mengatakan itu sekarang. Ia harus membereskan masalah Thalia dulu, memastikan gadis itu menerima penolakannya dan mau membatalkan perjodohan mereka, baru dia bisa mengungkapkan perasaannya pada Alika. Pikirnya.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Rega membuat Alika memutuskan untuk beranjak, seharusnya ia memang tak menanyakan hal seperti itu pada Rega.


Apa yang kau harapkan Al? Dia berlutut dan menyatakan perasaannya padamu?


Sekali lagi kau terjebak dalam rasa yang hanya bertepuk sebelah tangan. Cukup sudah! Aku tak mau berharap apapun lagi. Batin Alika menjerit frustasi.


Ia beranjak hendak melangkah pergi, tapi tangannya di tahan oleh Rega, "Kau mau kemana? Kau kan belum mendapatkan jawabanmu."


"Aku ingin menemui Za dan mengucapkan selamat padanya." ucap Alika. "Dan untuk pertanyaan ku, kau tak perlu menjawabnya."


Alika berusaha keras melepaskan tangannya dari genggaman Rega, tapi sulit.


Pria bertubuh jangkung dan berhidung mancung itu semakin mengeratkan genggamannya, ia ikut berdiri dan mendekati Alika.


Suaranya terdengar begitu serius, membuat atmosfer di ruangan itu terasa berubah. Mata Rega memandangnya lekat, kemudian melanjutkan kalimatnya.


"Tadinya aku tidak ingin mengatakan ini sekarang. Tapi setelah kupikirkan lagi, aku tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya."


Ya, Rega berubah pikiran. Dulu ia pernah kehilangan cinta pertama karena terlambat menyatakan perasaannya, dan ia tak mau hal itu terulang.


Alika sampai menahan napasnya saat lelaki itu mendekatkan wajah mereka, udara seakan menyempit membuat dadanya terasa sesak kala pria itu memangkas jarak yg ada hingga hidung mereka saling bersentuhan. Alika bahkan bisa merasakan embusan hangat napas pria itu di wajahnya.

__ADS_1


Cup.


Sebuah kecupan hangat mendarat di bibirnya membuatnya membesarkan bola mata ingin melayangkan protes. Tapi kata-kata Rega berikutnya membuatnya terdiam.


"Apa itu cukup untuk menjawab pertanyaanmu?"


Alika masih mematung.


"Aku menyukaimu, Al. Sudah sangat lama aku ingin mengatakannya." ucap pria itu.


"Dan bahkan mungkin aku sudah jatuh cinta padamu tanpa ku sadari, itulah kenapa aku tak pernah suka melihatmu dengan pria lain, karena aku mencintaimu dan ingin memilikimu seutuhnya."


Rasanya bunga-bunga bermekaran di sekitarnya, kupu-kupu seakan menari-nari di benaknya saat mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut lelaki di depannya itu.


Rega menyukainya. pria itu jatuh cinta padanya, itu berarti cintanya kali ini tebalas bukan?


Aha rasanya ia ingin melompat dan berteriak bersamaan saking senangnya.


"Kau sudah mendapatkan jawabanmu, sekarang apa boleh aku meminta jawaban ku?"


"Alika... maukah kau menjadi pacarku?"

__ADS_1


Alika mengangguk, apalagi yang bisa di lakukan nya? Dia juga tak bisa membohongi dirinya kalau ia juga mempunyai perasaan yang sama dengan pria itu.


__ADS_2