TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 61


__ADS_3

"Ini, makanlah." Ucap Wildan. Dia menyodorkan bakso yang baru saja dia beli kepada Canika.


Dengan wajah yang berbinar. Canika mengambil bakso itu. Dia sudah tidak sabar untuk melahap nya.


"Harumnya..."


Wildan kembali menjalankan mobilnya. Sesekali dia melirik ke arah Canika. Pikirannya saat ini sedang runyam. Dia memikirkan perkataan penjual bakso tadi.


"Apa mungkin dia hamil? Tapi bagaimana bisa?" Batin Wildan.


Sesampainya di apartemen. Wildan memarkirkan mobilnya. Namun saat hendak keluar dari mobil, dia melihat Canika yang sudah terlelap tidur.


"Cantik,"


Satu kata itu lah yang tanpa sadar keluar dari mulut Wildan. Dia keluar dari mobilnya. Wildan menggendong Canika masuk ke dalam apartemen. Untuk barang belanjaannya. Wildan meminta satpam untuk membawanya.


klek..


Dengan berhati-hati, Wildan membawa masuk Canika. Dia merebahkan Canika di atas kasurnya.


"Jika memang kamu saat ini sedang mengandung. Maafkan aku, aku tidak bisa bersamamu." Lirih Wildan.


Dia menutup pintu kamar Canika. Wildan masuk ke dalam ruang kerjanya.


Sekarang, apa yang harus dilakukan olehnya. Jika benar Canika sedang hamil. Itu akan menjadi bahaya terbesar.


Wildan memejamkan kedua matanya. Entah kenapa tiba-tiba saja rasa kantuk menyerangnya.

__ADS_1


Di bawah alam sadar. Wildan mendengar suara anak kecil yang memanggilnya.


"Papa, papa, papa..."


Spontan Wildan langsung terbangun. Bak nyata, Wildan merasakan hatinya berdenyut. Dia melihat sekelilingnya.


"Suara siapa itu?"


Hatinya tertuju untuk membuka laptop nya. Dia langsung mengutak-atik laptopnya. Wildan mencari informasi.


Setelah mendapatkan sebuah informasi. Jujur Wildan sungguh kaget. Dia tidak menyangka kalau saat itu Canika sedang dalam masa subur.


Tidak mau berpikir panjang. Wildan langsung pergi dari apartemennya. Dia menuju ke perusahaan untuk menenangkan pikirannya.


Sedangkan itu. Canika yang terbangun dari tidurnya. Dia kaget saat dirinya sudah berada di dalam kamar.


Klek...


Suasana sepi dirasakan oleh Canika. Matanya mencari keberadaan suaminya. Namun tidak ada tanda-tanda suaminya.


"Dimana, kak Wildan?" Lirih Canika. Dia melihat sekeliling apartemen yang terlihat sangat kosong.


Tatapan Canika beralih ke ponselnya yang berdering. Terlihat sebuah pesan Whatsapp dari Wildan.


"Ada meeting mendadak. Makanlah, aku sudah memanaskan bakso untukmu."


Deg.

__ADS_1


Jantung Canika rasanya mau me-ledak. Dia sungguh tidak menyangka kalau sikap Wildan akan seperti ini.


Dengan semangatnya. Canika langsung menuju ke semua mangkuk yang sudah tersaji bakso hangat.


"Terimakasih, suamiku." Lirih Canika. Dia terharu karna perlakukan kecil dari Wildan untuknya.


Canika melahap habis bakso itu. Tak lupa dia meracik bakso itu agar rasanya semakin mantap.


Setalah memakan habis bakso nya. Canika berlanjut untuk menyajikan hidangan untuk keluarganya. Dia membenahi semua makanan yang tadi dia beli.


Canika menata semuanya. Dia juga menggelar karpet untuk para keponakannya. Dia sungguh tidak sabar melihat para twins dan juga baby lainnya.


Setelah memastikan semuanya sudah beres. Canika berlanjut untuk memasak makanan kecil. Dia juga membuat puding kesukaan keponakannya.


"Ha... Rasanya tidak sabar mendengar suara dan tingkah lucu twins." Gumam Canika.


Dia bergegas untuk membersihkan tubuhnya. Canika berlanjut mengoleskan make-up tipis.


Canika memakai dress yang sungguh elegan ditubuhnya. Terakhir, Canika menyemprotkan sedikit parfum.


"Aku rasa sudah cukup." Canika memperhatikan penampilannya di cermin. Dia menatap kagum akan kecantikannya sendiri. Dia tidak sabar melihat reaksi suaminya itu.


...----------------...


Hallo, semaunya. Aku punya rekomendasi novel yang bagus banget buat kalian. Alur ceritanya menarik. Yuk langsung baca👇


__ADS_1


__ADS_2