TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 51


__ADS_3

"Mas!!!" Teriak Renata. Dia berteriak memanggil suaminya.


"Ada apa, sayang?" Tanya Rey sambil mengerutkan keningnya. Pagi-pagi sekali istrinya itu berteriak memanggilnya.


Renata bergegas menghampiri suaminya. "Mas lihat deh (Renata menunjukkan ponselnya.) Lia udah pulang. Dia udah nikah mas!" Pekik Renata dengan wajah berbinar nya.


Rey memutar bola matanya malas. Bisa-bisanya istrinya itu hanya memberikan berita seperti itu saja.


"Terus?"


"Ihhh!!! Ya kita temuin dong mas. Aku kangen sama Aulia."


"Mau ya mas? Tapi kalo kamu gamau juga gapapa, aku bisa sendiri."


Rey mengeram kesal. "Ck! iya iya. Nanti kita temui." Jawab Rey..


Renata tersenyum manis. Dia memeluk suaminya. Setelah itu dia langsung turun dari kamarnya untuk menemui baby twins.


Saat menuruni tangga. Renata terdiam saat melihat Canika dan Wildan yang asik berbicara dengan twins.


"Seru banget nih..."


Canika tersenyum kaku. "Hehehe."


"Sudah cocok tuh,"


"Ih apasih, kak!"


Renata tertawa ringan. Dia menggelengkan kepalanya.


Sedangkan itu Wildan dan Rey kini sudah berada di perusahaan. Mereka sedang mengadakan meeting untuk acara nanti malam.


"Jadi ada yang mau memberikan usul?"

__ADS_1


"Tidak!!" Jawab semuanya.


"Baiklah, kalau begitu samapai bertemu nanti malam." Ucap Rey. Dia langsung keluar dari ruang rapat.


Rey meminta Wildan untuk mengikutinya ke ruangannya.


"Ada apa tuan?" Tanya Wildan setelah berada di dalam ruangan tuannya.


"Perketat keamanan malam ini. Aku tidak ingin kejadian dulu terulang kembali."


"Dan satu lagi. Persiapkan kado yang indah untuk istriku." Lanjut Rey. Dia meminta Wildan untuk mempersiapkan acara untuk malam ini.


Setelah itu Rey menyuruh Wildan untuk keluar dari ruangannya.


Sedangkan itu kini Canika sedang membuju mamanya.


"Ayolah, mah!" Pinta Canika.


"Tidak, mama tidak mengizinkannya. Canika!" Tegas mama Widia.


*Flasback on.


"Lu lagi dimana Can?" Tanya Imel dibalik telpon.


"Lagi dirumah. kenapa?"


"Nanti malem jangan lupa dateng ke pesta ulang tahun gua."


"Ta--"


"Gak ada tapi-tapian! Pokonya lu harus dateng!"


Tut..

__ADS_1


Imel memutuskan sambungan telpon*.


Flasback of.


Mama Widia menghela nafasnya. "Baiklah. Tapi harus ditemani oleh Wildan."


"What? Mama!! yang benar saja!!" Kesal Canika. Bagaimana bisa dia menghadiri pesta dengan dikawal? Dia bukan anak kecil lagi!


"Tidak mau yasudah."


Ingin rasanya Canika berteriak keras. Dia sungguh kesal karna lagi-lagi dia harus berdekatan dengan Wildan. Bukannya tidak mau, tapi hatinya menjadi tidak sehat jika bersama Wildan.


"Ahh.. iya-iya baiklah. Aku pergi sama Kak Wildan." Pasrah Canika.


Mama Widia langsung menelpon Wildan.


Kurang dari 5 menit menelpon. Wajah mama Widia langsung suram.


Dalam hati Canika bersorak ria. Dia sungguh bahagia karna kali ini tidak ada sosol Wildan.


"Bagimana, mah?" Tanya Canika.


"Wildan ada urusan."


"Kan udah aku bilang. Aku bisa sendiri, mah."


"Baiklah. Tapi kamu harus segera pulang!"


Canika memberikan hormatnya kepada mama Widia. "SIAP IBU RATU." Tegas Canika.


Dia langsung berlari mempersiapkan dirinya. Dia terlebih dulu ke ruang dress yang biasa dia pakai.


"Kenapa semua dress ini seperti membosankan?" Lirih Canika dengan lemas. Bola matanya tertuju dengan dress cantik yang terpajang dilemari kaca.

__ADS_1


"Itu yang aku cari." Ucap Canika. Dia langsung mengambil dress cantik itu.


"Astaga.. bukannya ini dress pemberian kak Wildan?"


__ADS_2