TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 73


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling bahagia yang dirasakan oleh Canika. Ya meskipun hanya sandiwara saja, tapi ini lebih cukup mengobati hatinya.


Dengan senyuman yang mengembang, Canika mengajak Wildan untuk masuk ke dalam rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.


"Kamu duduk saja, biar aku yang mengambil nomor antriannya." Ucap Wildan. Dia meminta Canika untuk duduk dan memberikan dirinya yang mengambil nomor antriannya.


Canika menganggukan kepalanya. "Baiklah," Dia mengusap perut rata nya. Tanpa sengaja, kedua mata Canika menangkap kedua pasutri yang sedang bahagia saat keluar dari ruangan dokter.


"Apa ekspresi mas Wildan, akan sama seperti itu?" Lirih Canika.


Tidak lama kemudian, Wildan menghampiri Canika. Setelah menunggu kurang dari 5 menit, tiba lah nama Canika di panggil oleh perawat untuk masuk ke ruang dokter.


"Silahkan duduk," Dokter itu mempersilahkan Canika dan Wildan untuk duduk.


"Baik, apa kakak sudah di tes menggunakan tes kehamilan?" Tanya dokter kepada Canika.


Canika menganggukan kepalanya. "Sudah, dok. Dan disitu tergambar 2 garis biru." Jawabnya.


Dokter mengajak Canika untuk rebahan, dia permisi kepada Canika untuk mengoleskan jel khusus untuk memeriksakan kandungannya. Sebelumnya dokter kandungan itu wanita.

__ADS_1


Deg.


Kedua mata Wildan tertuju dengan layar monitor yang tergambar jelas sebuah titik hitam yang berhasil membuat hatinya berdetak kencang.


"Lihatlah, itu anak kalian. Janin nya sangat sehat. Usia nya baru saja 2 minggu."


Wajah Canika dan Wildan berbinar saat dirinya menyaksikan buah cinta mereka. Keduanya tanpa sadar saling bergenggaman tangan.


Setelah memeriksakan kandungan Canika. Dokter menyarankan Canika untuk tidak mengerjakan perkerjaan yang melelahkannya. Karna usia kandungan Canika masih sangat rentan.


"Ini resep dari saya, kak. Mohon untuk jangan banyak pikiran, ya." Dokter itu mengusap perut rata Canika. "Sehat terus ya adek nya."


"Terimakasih, dok." Ucap Canika.


"Langsung pulang, atau kita kemana dulu?"


"Emm, aku ingin ke taman... apa boleh?"


Wildan menganggukan kepalanya. "Tentu saja boleh, ayo!" Wildan menjalankan mobilnya menuju taman yang letak nya tidak jauh.

__ADS_1


Sesampainya di taman. Keduanya langsung memilih bangku untuk mereka duduki. Canika menghirup udara segar dari taman itu.


Banyak anak kecil yang saling berlarian. Mereka bermain bersama kedua orang tuanya. Canika berharap, suatu hari dirinya akan merasakan hal seperti itu.


Tatapan Canika langsung teralihkan dengan pedagang cilok yang kebetulan sedang mangkal di samping taman.


"Aku ingin membeli itu," Ucap Canika tiba-tiba. Dia langsung menarik tangan suaminya untuk mengikutinya.


Wildan mengikuti kemauan bumil itu. Dari mulai membeli jajanan kaki lima, sampai bermain bersama.


Entah kenapa, hati Wildan menghangat setiap melihat senyuman Canika. Senyuman yang sangat manis.


"Walaupun aku bukan wanita yang aku cintai, tapi aku sangat bersyukur karna mendapatkan suami sepertimu. Laki-laki yang aku cintai sejak dulu, terimakasih karna mau menerimaku sebagai istrimu. Aku sangat bahagia. Jika suatu saat, kita memang harus berpisah. Aku harap, wanita itu bisa membahagiakanmu." Batin Canika. Dia menatap senyum ke arah suaminya.


Setelah puas bermain di taman. Wildan mengajak Canika untuk kembali ke apartemen. Karna cuaca cari ini sudah mulai gelap, jadi dia mengajak istrinya itu untuk pulang.


Sepanjang perjalanan, Canika tertidur pulas. Mungkin dia kecapean. Wildan mengusap wajah cantik istrinya itu.


...----------------...

__ADS_1


Yuk mampir ke sini juga!



__ADS_2