TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 89


__ADS_3

"Sebaiknya kamu istirahat dulu. Apa kamu tidak lelah seharian terus berhadapan dengan laptop mu itu?"


Laki-laki tampan yang kini sedang berkutat dengan laptop nya itu, dia mendongak ke arah sahabatnya.


Dia menunjukan senyuman tipisnya. "Apa kamu tidak ingat? aku harus melawan Reyendra untuk mendapatkan istriku kembali."


"Tsk... Iya maksudnya itu kamu jangan terlalu berkerja keras seperti ini, kesehatanmu bisa terganggu!"


"Kamu mengkhawatirkan aku?" tanya laki-laki tampan itu dengan wajah sinisnya.


"Menjijikan!!" sertak sahabat laki-laki tampan itu, dia langsung keluar dari ruangan sahabatnya.


Sedangkan laki-laki tampan itu, dia mengusap sebuah bingkai foto yang dimana di situ terdapat sebuah foto cantik yang dimana itu adalah istrinya. Namun lebih tepatnya adalah mantan istrinya.


..."Tunggu aku sayang, aku akan memperjuangkanmu. Aku berjanji akan berusaha keras untuk mendapatkanmu kembali, aku janji itu. Tunggu aku," gumam laki-laki tampan itu sambil mengusap bingkai foto tersebut. ...


.

__ADS_1


.


.


Sedangkan disisi lain, tepatnya di sebuah taman yang cukup indah. Terlihat kedua wanita cantik yang tengah menikmati hembusan angin yang sangat sejuk, keduanya larut dalam pikirannya masing-masing.


Sampai akhirnya sebuah bola meluncur tepat di hadapan Canika, dia langsung menunduk untuk mengambil bola itu.


"Maaf, kak. Kita enggak sengaja." Ucap seorang laki-laki mungil yang meminta maaf kepada Canika dan Imel, mereka terlihat ketakutan karna mungkin yang mereka pikiran akan mendapatkan hukuman dari Canika dan Imel.


Canika tersenyum manis menanggapi ucapan permintaan maaf dari anak kecil dihadapannya itu. "Hati-hati ya, kalian kalau main bola sebaiknya jangan disini. Lihat (Canika menunjuk ke arah lapangan) disana tempat kalian main bola, bukan disini. Disini banyak anak kecil, nanti mereka bisa terluka jika terkena bola kalian." jelas Canika sambil tersenyum manis kepada anak-anak yang ada dihadapannya.


"Loh, kok sampai seperti itu? memangnya kalian main bola dengan keras?"


"Tidak, kak! Kami main bola dengan pelan," jawab mereka semua.


"Bapak-bapak itu menang sering memarahi kami dengaan hal yang sepele, kami tidak berani melawannya."

__ADS_1


Melihat wajah sendu dari anak-anak kecil dihadapannya. Hati Canika mendadak ikut sedih juga, dia tidak membayangkan bagaimana anak kecil seperti mereka harus mendapatkan pvkvlan dari orang dewasa.


"Sudah jangan sedih, bagaimana sebagai gantinya... Kakak traktir eskrim buat kalian, mau?"


"Mau!!"


"Mau!"


"Edis juga mau kak!"


Imel tersenyum melihat sikap Canika yang sekarang mulai dewasa, dulu Canika bahkan tidak tahan berdekatan dengan anak kecil, tapi sekarang? dia justru membahagiakan anak kecil.


"Baiklah, ayo anak-anak kita beli eskrim!!" ajak Imel sambil bertepuk tangan.


"Asikk!!!"


Dengan wajah yang sangat antusias, mereka semua langsung berlarian menyusul Imelda yang tengah berlari ke arah warung eskrim yang jaraknya tak jauh dari taman.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, sendari tadi sepasang mata menatap dalam ke arah mereka. Tatapan haru yang penuh kerinduan, dia bahkan mengambil foto Canika yang tengah memegangi wajah anak kecil laki-laki.


"Kamu banyak berubah honey, aku semakin mencintaimu. Lihatlah nak? Ibumu sangat baik bukan? papa mohon, izinkan papa untuk mendapatkan ibumu kembali."


__ADS_2