
Rega berjalan memasuki sebuah restoran mewah, hari ini ia akan menepati janjinya untuk bertemu dengan gadis pilihan orang tuanya.
Ahhhh ternyata begini rasanya di jodohkan, dulu ia sering mengejek Inder ketika tak mau menemui wanita yang di pilihkan Ayah dan Bunda, dan sekarang ia mengalaminya, dan rasanya benar-benar tak nyaman.
Rega menghela napasnya ketika seorang pelayan mengantarnya menuju ruang yang lebih privasi, rupanya perempuan itu memilih ruangan vvip yang berada di lantai dua restoran ini.
"Silahkan, Tuan. Nona sudah menunggu Anda." Ucap pelayan resto itu.
Rega melangkah masuk kedalam ruangan itu, sudah ada seorang gadis yang berada di sana dan tersenyum saat melihatnya.
"Hai, akhirnya kau datang juga." Ucap gadis itu. "Ayo silahkan duduk." Ucapnya lagi.
"Maaf, membuatmu menunggu lama." Ucapnya, wajahnya cenderung datar tak ada keramahan seperti yang biasa ia perlihatkan pada gadis-gadis lainnya.
Rega menatap gadis itu, Mamanya tak bohong, gadis itu memang cantik dan juga seksi tapi entah kenapa ia tak berniat menjadikan gadis itu untuk menjadi salah satu wanitanya.
"Tak apa, aku bisa menunggu selama apapun untuk bertemu denganmu." ucap gadis itu sembari tersenyum manis.
"Oh ya, sudah ku pesankan makanan untukmu, tante bilang ini semua makanan kesukaanmu." Ucap gadis itu lagi.
"Maaf, tapi aku kesini bukan untuk makan!" Ucap Rega pada perempuan itu, ia memang menuruti permintaan orang tuanya, tapi tak berarti ia menerima perjodohan ini.
"Aku datang kemari untuk menegaskan padamu, aku tak bisa menerima perjodohan ini!" tegas Rega.
"Kenapa? Apa aku kurang cantik?" ucap perempuan itu.
__ADS_1
Rega menggeleng, "Bukan! Bukan karena itu." Ucapnya. "Hanya saja aku sama sekali tak menginginkan perjodohan ini, aku tak mau terikat dengan pernikahan, perjodohan, atau apapun namanya itu, aku lelaki bebas, aku tak ingin terkekang dengan hubungan apapun, jadi maafkan aku, aku tak bisa menerima perjodohan ini." Ucap Rega seraya beranjak dari tempatnya.
"Aku masih banyak pekerjaan, sekali lagi aku minta maaf!" ucap lelaki itu lalu pergi meninggalkan gadis yang kini mematung menatap punggungnya.
Rega berjalan gonta menuju mobilnya, ia tau keputusannya untuk menolak perjodohan ini akan membuat berang kedua orangtuanya, tapi ia tak ingin terlibat dengan rencana busuk mereka.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Sementara itu di villa keluarga Pramudza, Alika menyandarkan kepalanya. Sudah tiga hari ia berada di sini menemani sang sepupu, kakak angkat Za menyuruhnya untuk menemani sepupunya itu.
Bosan! Benar-benar sangat membosankan, setiap hari ia hanya bersantai dan bermain ponsel tanpa melakukan hal yang berarti membuatnya merasa merindukan aktivitasnya si resto.
Ahhh entah sampai kapan ia akan berada disini, semoga saja ini tidak berlangsung lama.
Reihan... ahhh dadanya sesak mengingat pria itu, dia benar-benar merasa kecewa saat tahu apa alasan Rei mendekatinya selama ini.
Marah dan kecewa bercampur aduk di hatinya, membuatnya selalu emosi setiap melihat pria itu, entahlah mungkin karena ia merasa terhianati, dan bahkan lelaki itu tak berniat untuk meminta maaf padanya, benar-benar menyebalkan!
Samar-samar Alika mendengar keributan di luar, karena penasaran ia gegas melangkah untuk melihat apa yang terjadi.
Rupanya keributan itu juga sampai di telinga Queenza hingga akhirnya mereka sepakat untuk keluar dan melihat ada keributan apa di luar.
"Astagaaa!" pekiknya saat melihat banyak orang yang berkumpul di halaman villa.
Alika tak mengerti apa yang terjadi, semua orang menatap marah kearahnya dan juga Za. Umpatan, dan bahkan hinaan dilayangkan pada Queenza, ia mencoba membela tapi tak guna, ia kalah jumlah dengan mereka yang berbondong-bondong menghina sepupunya itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan, tapi pada siapa?
Alih-alih menghubungi Reihan atau Raja, otaknya justru mengingat pria menyebalkan yang sudah menabrak motornya.
Ia memutar bola matanya saat pria itu malah menggodanya begitu mengangkat telpon.
Ia meninggikan suaranya meminta bantuan dari pria itu.
"Pak Rega tolong, Za!" pekiknya.
Hening sejenak lalu kemudian terdengar jawaban dari sana. "Tenang, bicara pelan-pelan ada apa dengan, Za?" ucap pria itu.
"Aku tak bisa bicara sekarang, tapi kumohon, tolong kami." Ucap Alika lagi.
"Ok, jangan panik, sharelock posisi kalian kami menuju kesana sekarang juga."
Alika menurut ia segera memberitau posisi mereka sekarang, ia hanya bisa berharap Rega segera datang dan membantu mereka.
๐บ๐บ๐บ๐บ
Assalamualaikum, gimana kabarnya All๐ semoga selalu ada dalam lindungan Allah.
Mau ucapin banyak terimakasih buat kalian yang masih stay disini, semoga kedepannya aku bisa tetap lanjutkan cerita ini sampai tamat.
Makasih untuk semua dukungannya selama ini, lov u all๐๐
__ADS_1