
Sementara itu, dari semalam Reihan menunggu Alika di depan rumah kostnya. Namun, hingga pukul sepuluh malam Alika belum juga terlihat pulang membuatnya khawatir dan memutuskan untuk kembali ke mobil dan mencarinya.
"Kau kemana, Al? Harusnya tadi aku menahannya, atau mengikutinya." Sesal Reihan. "Kenapa kau jadi begitu bodoh, Reihan." Rutuknya pada diri sendiri.
Ia kembali, menuju jalanan tempat Alika memintanya turun tadi, lalu melaju perlahan untuk mencari gadis itu.
Sebuah panggilan di ponselnya segera ia jawab. "Ya, Tuan."
"Kenapa kau begitu lama, Rei? Queenza sudah menunggu kedatangan Alika." Ucap Tuan mudanya.
"Maaf, Tuan. Tadi Nona Alika meminta turun dijalan, dan sekarang saya sedang berusaha menemukannya." Ucapnya.
"Kenapa kau membiarkannya turun di jalan? Astaga Rei, segera temukan dia dan bawa kesini." Perintah Tuan mudanya, lalu menutup telponnya.
Ia menghela napas panjang, "Sebenarnya kau kemana, Al?" keluhnya.
Ia terus mencari, tapi hingga menjelang pagi ia masih belum menemukan gadis itu.
Dengan wajah lesu, Reihan kembali ke rumah sang Tuan Muda. Pagi ini ia kembali di panggil oleh Tuan mudanya itu.
Selain membicarakan pekerjaan kantor, Raja juga menanyakan perkembangan Alika, tapi nihil ia menggeleng pertanda tidak tahu.
"Ada apa denganmu, Rei? Kau sudah dua kali mengecewakanku." Keluh sang Tuan muda. Dan ia hanya bisa menjawab dengan permohonan maaf.
"Aku tak butuh permohonan maafmu! segera cari Alika! Kau harus Ingat, orang yang penting bagi Queen, itu berarti penting juga bagiku." Ucap Raja.
Ia mengangguk, "Saya akan segera menemukannya, dan membawanya kemari hari ini juga, Tuan." Tekadnya.
"Harus! Semalam aku bisa memberikan alasan, kalau Alika kelelahan dan memilih untuk tidur di kostannya. Tapi jika hari ini dia tidak datang, Queen akan curiga."
__ADS_1
Ia kembali mengangguk, "Kalau begitu saya permisi, Tuan."
Ia menghela nafas begitu keluar dari ruang kerja atasannya itu. Ia mengusap kasar wajahnya, "Aku harus mencarimu kemana, Al." Gumamnya Frustasi.
Kekhawatirannya bukan sebatas karna desakan dari Raja tapi juga perasaan bersalah pada gadis itu yang masih terus menggelayut di fikirannya.
Pertemuan dan kedekatan mereka beberapa bulan kebelakang, cukup membuat gadis itu punya tempat tersendiri di hatinya. Hidupnya terasa lebih berwarna sejak mengenal gadis periang dan juga cerewet itu.
Namun, kebenaran tentang dirinya sebagai asisten yang ditugaskan untuk mencari informasi membuat gadis itu salah faham, mengira sikap hangatnya selama ini hanyalah cara untuk menggali informasi darinya.
Meski...tak bisa ia pungkiri tujuan awalnya mendekati Alika memang untuk itu, tapi seiring berjalannya waktu gadis itu menempati ruang kosong di hatinya.
Ia kembali melangkah menuju tempat mobilnya berada, mencari Alika adalah tujuannya saat ini. Namun baru saja ia hendak membuka pintu mobil, sebuah mobil sport mewah keluaran terbaru memasuki halaman rumah Tuan mudanya, dan yang lebih mengejutkannya gadis yang ia cari dari semalam yang turun dari mobil itu.
Gadis itu turun dari mobil dengan dibantu seorang pria yang tak asing untuknya, seketika hatinya terasa berdenyut nyeri melihat kedekatan mereka.
🌺🌺🌺🌺
"Raja benar-benar ingin membuat gadis itu merasa nyaman bersamanya." Pikirnya saat melihat rumah itu.
Ia memapah Alika untuk berjalan ketika netranya menangkap sesosok pria yang memandang mereka dengan wajah tak senang.
"Alika!" Pekikan, Za membuat mereka menghentikan langkah, membiarkan gadis itu berlari kecil menghampiri mereka.
"Ya ampun, kok bisa jadi gini sih, Al?" Tanya Za.
"Gak apa-apa, cuman ada sedikit insiden kemarin!" Ucap Alika.
"Sebaiknya ngobrol didalam saja, Za. Alika belum boleh terlalu lama berdiri." Ucapnya mengingatkan.
__ADS_1
"Iya, Mas! ayo kita kedalam saja." Ucap Za, sembari membantu memapah gadis itu.
"Aku langsung balik, ya." Ucapnya, setelah mendudukkan Alika di sofa ruang tengah. "Inder ada jadwal syuting pagi soalnya." Sambungnya lagi.
"Oh, ya sudah. Makasih udah nganterin Alika kesini, ya Mas!" ucap Za.
Ia mengangguk, "Inder pasti senang kalau tau kamu sudah berada di kota ini." Ucap Rega kemudian.
"Aku memang belum sempat memberi kabar kepulanganku, tapi nanti aku akan menghubunginya." Ucap Za.
"Baguslah! Kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Rega melirik Alika sekilas, "Aku balik dulu!" Pamitnya pada wanita itu.
"Makasih untuk semuanya." Ucap Alika yang ia angguki.
"Aku anter Mas Rega kedepan dulu, ya!" Ucap Za yang masih bisa ia dengar, sebelum kemudian melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.
"Hati-hati, Mas." Ucap Za saat mengantarnya. "Dan makasih udah antar Alika kesini." Sambung gadis itu lagi.
Reza mengangguk. "Masuk gih, kasian Alika nunggu sendirian." Ucap Rega pada Za.
"Oke, Hati-hati dijalan, Mas. Aku masuk dulu." Ucap Za.
Ia baru akan memasuki mobilnya ketika suara pria dari belakang bertanya padanya.
"Ada hubungan apa antara kamu dan Alika?"
Ia menoleh, "Menurutmu?" Jawabnya membalikkan pertanyaan seraya menyeringai, kemudian masuk kemobilnya dan melajukannya.
Meninggalkan lelaki itu kesal di tempatnya.
__ADS_1
"Sial! Bagaimana aku bisa kecolongan begini? Sejak kapan Alika dekat dengan pria itu?"