TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 93


__ADS_3

Hari-hari berlalu, semenjak kedatangan Ega di dalam hidup Canika, membuat dirinya semakin bersemangat untuk membantu anak kecil itu mendapatkan hak nya.


Canika sangat bersyukur karna Ega ternyata adalah anak yang sangat baik dan sopan, tidak hanya itu saja... ternyata Ega adalah sosok yang sangat suka sekali menggambar. Banyak karya-karyanya yang sangat bagus dan rapih.


"Kamu sangat pintar sekali menggambar, siapa yang mengajarkanmu?" tanya Canika kepada Ega. Dia bertanya sesaat melihat hasil gambar yang di buat oleh Ega sangat rapih dan bagus.


"Almarhum ibuku, dulu ibu sangat suka sekali mengajarkan aku menggambar, kak. Ibu bilang kalau aku merindukannya... ibu menyuruhku untuk menggambarkan kerinduan itu." jawab Ega dengan tatapan sendu, terlihat dari raut wajahnya yang terlihat sangat merindukan ibu-Nya.


Canika mengusap rambut Ega, dia menyeka air mata Canika. "Jangan bersedih seperti itu, kalau kamu bersedih seperti itu... nanti ibu kamu ikutan sedih,"


Dengan singgap, Ega langsung menyeka air matanya. "Aku tidak mau membuat ibu bersedih lagi, maafkan aku." lirih Ega.


"Kamu mau mengunjungi makam kedua orangtuamu?"


"Aku sangat mau sekali kak, tapi aku tidak tahu dimana makam kedua orang tuaku." Ega menundukan pandangannya. Dia sangat ingin sekali mengunjungi makam kedua orangtuanya. Namun sayangnya dia tidak mengetahui dimana makam kedua orangtuanya itu..

__ADS_1


Ya, sejak kecil paman dan bibi nya itu melarang dirinya untuk mencari tahu tentang orangtuanya. Ega juga di larang untuk mengunjungi makam kedua orangtuanya... mereka selalu bilang kalau makam kedua orangtuanya itu telah hancur.


Canika tersenyum manis, dia ingin sekali membawa Ega mengunjungi makam kedua orangtuanya. Canika ingin melepaskan kerinduan Ega terhadap orangtuanya, dengan cara membawanya mengunjungi makam kedua orangtuanya.


"Sudah, sebaiknya kamu lanjutkan gambarannya. Setelah selesai, kita akan langsung mencari makam kedua orangtuamu."


"Ka-kakak serius?" tanya Ega dengan raut wajah berbinar.


Canika mengangguk, dia tersenyum manis. "Tentu saja serius, kamu mau kan?"


"Sama-sama, sayang... yuk kita lanjutkan dulu, setelah itu baru kita bersiap-siap untuk menemui makam kedua orangtuamu."


~


Sedangkan itu, di tempat lain. Tepatnya di sebuah gedung perusahaan raksasa yang terlibat sangat megah dan mewah, banyak karyawan yang bekerja di sana.

__ADS_1


Terlihat di sebuah ruangan CEO, kini terlihat kedua pasang mata yang tengah memejamkan kedua matanya. Dia terlihat sedana menahan nafasnya sesaat mendengar ucapan dari sekretarisnya.


"Diam!" bentaknya sesaat sudah muak dengan semua ucapan dari sekertarisnya itu. Dia menatap tajam ke arah sekertarisnya. "Apa kamu sudah mulai bosan bekerja di sini, Lan?"


"Te-tentu saja tidak, tuan. Maafkan saya."


Laki-laki tampan nan gagah itu berdiri dari duduknya. Dia menatap sebuah foto yang berisikan seorang wanita cantik yang tengah tersenyum manis.


"Kamu melihat senyuman itu? senyuman itu yang ingin aku lihat kembali," ucapnya sambil memandang foto seseorang yang ada di hadapannya.


Dia membalikan tubuhnya. "Aku yang lebih tau dengan apa yang akan dihadapi olehku, dan... sebaiknya kamu harus banyak belajar untuk tidak membuat aku marah, Lan!"


"Tapi tuan, apa anda sudah yakin dengan keputusan anda? itu akan sangat membahayakan nya-wa anda tuan!"


"Aku tidak perduli dengan nya-waku, aku hanya peduli dengan wanita yang aku cinta."

__ADS_1


__ADS_2