TERLANJUR JATUH CINTA

TERLANJUR JATUH CINTA
TJC EPISODE 59


__ADS_3

Rasanya sangat bosan seharian berada di dalam apartemen mewah dan megah.


Meskipun fasilitas nya lengkap, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa bosan seorang wanita cantik yang baru saja menata makanan di atas meja.


"Semuanya sudah beres, kalau begitu... Bibi pulang dulu ya non.." Pamit Bi Darmi kepada istri tuannya.


"Tunggu, bi." Wanita cantik itu menghentikan Bi Darmi yang hendak keluar dari apartemen. Dia berlari menghampiri Bi Darmi dengan membawakan paper bag.


Wanita itu menyodorkan paper bag itu kepada Bi Darmi. "Ini, bi. Bawa buat keluarga di rumah." Ucap wanita cantik itu.


"Aduh, non. Jangan, nanti tuan marah." Tolak Bi Darmi.


Wanita cantik itu meraih tangan Bi Darmi. "Gak akan, percaya sama aku bi. Lagian berbagai ini tidak akan membuat kak Wildan bangkrut."


Dengan berat hati. Bi Darmi menerima paper bag yang isinya sangat berat. "Baiklah kalau begitu, ini bibi terima ya non. Terimakasih, non Cika."


Ya, wanita cantik itu adalah Canika. Adik Reyendra yang kini telah menjadi istri dari seorang sekertaris Wildan.


"Sama-sama, bi."


Canika melambaikan tangannya saat bi Darmi mulai pergi dari hadapannya.


"Huft..."


Dia menjatuhkan dirinya di sopan yang empuk. Untuk sesaat, dia mencoba memejamkan matanya.

__ADS_1


Dering ponsel membangunkan dirinya. Canika meraih ponselnya.


"Hallo?"


"Hallo, sayang. Kamu apa kabar, nak?"


Mendengar suara mamanya. Canika langsung berdiri.


"Mama?" Pekik Canika.


Mama Widia: "Iya, sayang. Ini mamah."


Canika: "Mama apa kabar? Cika kangen sama mama, kabar Cika baik, mah." Jawab Canika. Sebisa mungkin dia menahan air matanya.


"Oh iya, mama sama yang lainnya mau berkunjung ke apartemen kalian. Apa boleh?" Lanjut mama Widia.


Canika: "Tentu saja boleh, mah." Jawab Canika dengan antusias.


Mama Widia: "Baiklah kalau begitu, setelah papa dan kakakmu pulang, kita langsung ke situ."


Canika: "Iya, mah."


Canika memutuskan sambungan telpon dengan perasaan yang bahagia. Dia sudah sangat merindukan keluarganya. Termasuk mamanya.


Canika melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 2 siang. Dia langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya. Canika bersiap-siap untuk membeli cemilan dan makanan lainnya untuk menyambut kedatangan keluarganya.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap-siap. Canika langsung keluar dari kamarnya. Akan tetapi langkahnya langsung terhenti saat melihat seseorang berada tepat dihadapannya. Canika menundukan pandangannya.


"K-kak," Lirih Canika. Dia dengan beraninya menatap ke arah Wildan, suaminya.


"Kamu, mau kemana?" Tanya Wildan dengan suara beratnya.


"A-aku a-aku mau beli makanan sama cemilan, kak." Jawab Canika dengan suara terbata-bata.


Wildan mengerutkan keningnya. "Apa ada tamu?"


Canika menganggukan kepalanya. "I-iya, kak. Mama, papa, kak Rey, kak Rena, kak Aulia, dan yang lainnya mau berkunjung ke apartemen ini." Jawab Canika. Dia dengan berhati-hati berbicara dengan suaminya. Jujur Canika takut kalau Wildan akan marah kepadanya.


Akan tetapi...


"Ayo,"


Deg.


Canika terdiam, dia sepertinya salah dengar atau entahlah. Tapi dia mendengar kalau Wildan mau mengantarkannya membeli makanan?


"Kenapa diam? Jadi tidak?!"


Canika langsung tersentak. Dia langsung menganggukan kepalanya. "J-jadi, kak. Ayo." Dengan semangat yang menggebu, Canika langsung menyetujui ucapan suaminya.


Momen seperti ini sungguh tidak pernah terbayangkan oleh Canika. "Aku harap kita akan seperti ini terus, mas."

__ADS_1


__ADS_2