
Seorang wanita melangkah penuh percaya diri masuk keruangan dimana Mahendra berada. Bajunya sangat minim dan ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, buah besar terlihat menyembul seperti ingin melompat dari kandangnya. Cara jalannya berlenggak lenggok seperi model, dan wajahnya di rias sedemikian rupa supaya terlihat cantik.
"Bos, ini laporan pemasukan bulan kemarin." Wanita itu menyodorkan sebuah map ke depan Hendra.
"Jhon, kau keluarlah! Ingat ucapanku, kau harus menuruti apa yang ku mau!" ucap Hendra memperingati.
"Baik, Bos." Jhonpun pamit undur diri namun matanya melirik ke arah wanita yang ada di samping Mahendra.
Setelah Jhon keluar, Hendra memencet tombol otomatis sehingga membuat pintu ruangannya terkunci sendiri. Lalu Hendra menarik tubuh wanita itu kepangkuannya.
"Om..!" pekik dia terkejut karena Hendra langsung meremas miliknya.
"Om ingin di servis olehmu, Tiara." Ucap Hendra dan tangannya sudah menjalar kemana-mana bahkan salah satu tangannya sudah masuk ke dalam baju bagian bawah dan mengusap-usap paha Tiara.
Tiara, sekarang menjadi wanita simpanan Mahendra. Dia berhasil merayu Mahendra sampai membuatnya menjadikan Tiara sebagai sugar baby.
****
Bella sudah memarkirkan mobilnya, dia pun berjalan masuk ke dalam kantor ingin menemui Mahendra. Saat sedang dalam perjalanan, dia melihat Jhon berjalan ke luar kantor.
Bella sampai memberhentikan langkahnya dan menatap pria di hadapannya, rasa sakit kembali mencuat mengingat perlakuan Jhon. Dan rasa itu masih ada, hati Bella tidak bisa membohonginya kalau dia masih menyimpan perasaan kepada pria yang sudah memporak-porandakan relung hati terdalam.
Bella menengadahkan wajahnya mengerjapkan mata supaya buliran bening tidah jatuh. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara kasar. "Kamu harus kuat, Bella. Lupakan dia! dia tidak mungkin mencintaimu dan tidak mungkin mau sama wanita murahan seperti kamu," gumam Bella.
Bella menormalkan sikapnya supaya tidak terlihat lemah, dan dia pun menyapa Jhon. "Hai, Jhon. Kebetulan kita ketemu di sini."
Bella langsung merangkul lengan Jhon seperti biasa yang ia lakukan dulu.
Jhon yang kebetulan menunduk sampai terkejut, namun sedetik kemudian dia seperti biasa, dingin. "Kenapa? apa kamu perlu bantuan lagi? atau kamu merindukanku?" tanya Jhon dingin.
Bella tersenyum ramah berusaha menyembunyikan perasaannya. "Aku tidak pernah merindukanmu sama sekali, lagian sebentar lagi aku akan menikah dan kemungkinan kita jarang bertemu. Maka dari itu aku ingin menghabiskan waktu denganmu." Jawab Bella menatap polos mata Jhon seperti tidak terjadi sesuatu sebelumnya.
__ADS_1
Deg...!
Perasaan Jhon mendadak tak karuan, ada rasa tidak terima Bella akan menikah dengan pria lain. Ada rasa tidak rela kalau sampai Bella beralih bermanja. Jhon belum mengerti perasaannya dia masih saja menyangkal kalau dia tidak mungkin menyukai Bella.
Jhon tersenyum sinis, "Emang ada pria yang ingin menikahimu? sedangkan dirimu..." ejek Jhon.
Hati Bella tersentil, namun ia tetap tenang tidak terpengaruh. "Akan ada saatnya dimana sang pendosa menemukan cinta sejatinya. Selama roda kehidupan masih berputar tak akan ada yang mustahil." Bella berucap sambil mengganden tangan Jhon, bergelayut manja seperti sedang berpacaran.
"Tadinya aku mau menemui Papa, tapi ku urungkan setelah melihat kamu."
"Kenapa?" Jhon penasaran dan tidak menolak Bella bergelayut di tangannya.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu sebelum ku menikah dengan Reyhan. Kita kepantai yuk!" ajak Bella berbinar.
"Aku masih ada kerjaan, Bel. Lain kali saja," tolak Jhon sambil tangannya melepaskan rangkulan Bella.
"Ayolah, Jhon. Mumpung kita masih ada waktu, kita tidak akan pernah tahu kedepannya akan seperti apa? bisa jadi kita tidak akan mungkin bertemu lagi setelah kamu atau aku menikah."
****
Bella berlari menyusuri pinggir pantai, tangannya tak lepas menggandeng tangan Jhon. "Lihatlah, Jhon! Di sini pemandangannya sangat indah, apalagi di sore hari."
Bella melepaskan gandengannya lalu berlari sendiri sambil sesekali memutar tubuhnya dan merentangkan tangan menikmati angin pantai di sore hari. Bella memejamkan mata dan dalam hati berkata, "Tuhan, aku ingin bersamanya kali ini saja. Biarkan dia menjadi milikku untuk hari ini sebelum aku benar-benar menikah. Aku akan melupakan dia setelah hari ini dan akan memulai hidup yang baru bersama Reyhan."
Jhon memperhatikan Bella dari jauh, dia tersenyum tipis melihat tingkah Bella yang begitu menyukai pantai. Jhon melipatkan tangannya di dada dan matanya tak ingin berpaling dari wajah cantik Bella.
Jhon tersadar saat Bella menyipratkan air ke wajah Jhon. "Bella..!" pekik Jhon terkejut.
"Abisnya kamu melamun terus, rasakan ini..!" Bella kembali menyiramkan air ke arah Jhon.
"Bella... awas kamu, aku balas, rasakan ini..." Jhon juga membalasnya, mereka terus bermain air saling menyiram dan berlarian saling mengejar.
__ADS_1
Jhon mengejar Bella dan menangkap pinggangnya sesekali menggelitikinya. "Kena kamu...mau lari kemana, hah."
Bella yang ada di dekapan Jhon menggelinjang kegelian. "Hahaha ampun, geli. Ya, ya aku tidak akan menyirami kamu lagi." Bella sudah lemas akibat di gelitiki Jhon.
"Makanya jangan coba-coba jahil sama aku." Jhon memberhentikan gelitikannya dan dia juga tertawa.
Keduanya tertawa bahagia. Kalau orang lihat, mereka seperti pasangan yang romantis.
"Iya, iya, aku tidak akan menyirami kamu lagi," ucap Bella memberhentikan tawanya.
Dia menatap Jhon penuh perasaan, "Kamu sangat tampan kalau tertawa seperti ini."
Jhon yang tadinya tertawa tiba-tiba memberhentikan tawanya dan dia menatap mata Bella. Keduanya saling berhadapan dan Bella berada dalam dekapan Jhon.
Mata mereka saling beradu pandang, Bella mengungkapkan perasaannya lewat tatapan mata. Dia ingin membuat Jhon tidak bisa melupakan hari ini. Dan Jhon pun terhipnotis oleh tatapan teduh itu.
Perlahan Bella menangkupkan kedua tangannya ke wajah Jhon dan dengan berani menempelkan benda kenyal miliknya secara lembut penuh perasaan mengungkapkan semua isi hatinya lewat tindakan. "Aku mencintaimu, Jhon. Biarkan hari ini aku memilikimu," batin Bella di sela ******n nya.
Keduanya berci*man di saksikan matahari terbenam. Tiba-tiba hujan turun begitu deras tanpa ada aba-aba. Keduanya berlari mencari tempat berteduh karena area parkiran begitu jauh.
"Kenapa bisa hujan, sih? hujannya semakin deras lagi." Bella menggerutu sambil mendekap tubuhnya sendiri karena tadi mereka kehujanan sampai basah kuyup.
Mereka sedang berada di cafe dekat hotel pinggir pantai.
"Mana dingin lagi," batin Bella.
Jhon hanya diam menatap kedepan, jantungnya berdebar saat tadi mereka berc*uman. Waktu semakin larut namun hujan semakin deras saja.
"Kita menginap di hotel saja. Ini sudah larut malam dan kemungkinan jalanan akan banjir," kata Jhon berusaha menormalkan debarannya.
Tanpa banyak bicara Bella mengiakan. Saat sedang memesan kamar hotel, ternyata tinggal satu kamar lagi yang kosong dan setelah berdiskusi, keduanya memutuskan menginap di dalam satu kamar yang sama.
__ADS_1
Bersambung....