
Jhon memisahkan satu persatu kedelai dari beras dari semalam dan baru selesai pagi. "Akhirnya selesai juga." Jhon yang duduk sampai merebahkan tubuhnya terlentang menatap langit-langit bangunan itu.
"Jhon, sudah beres belum?" tanya Juned penjaga kepercayaan Syafira.
"Lihat saja sendiri! Beres apa belum? saya mau tidur dulu sebentar. Capek tahu bekerja begitu, kalau tidak ingat pulang mana mau saya mengerjakannya," oceh Jhon memejamkan mata saking lelahnya dan mengantuk.
"Ok, hasilnya bagus. Saya kasih kamu waktu istirahat 3 jam dan setelah itu kau harus mengerjakan pekerjaan lain!"
"Hmmmm," hanya deheman yang Jhon berikan. Matanya sudah benar-benar ngantuk.
****
"Mah, aku ingin membuka toko baju online. Aku akan menggunakan uang ini sebaik mungkin. Aku akan mencari tempatnya dulu, doakan aku semoga aku berhasil, Mah." Pinta Bella mengecup punggung tangan Mamanya dan di lanjut bersujud di kaki wanita yang telah melahirkannya.
Elsa berkaca dan terus mengusap kepala anaknya penuh sayang. "Mama akan mendoakan yang terbaik untukmu, dan semoga kamu mendapat kebahagiaan, Nak." Doa Elsa tulus, dan akan selalu berada di sisi Bella meski anaknya pernah berbuat salah.
"Aamiin."
Tid-tid
Suara klakson motor terus menerus berbunyi di depan rumah Bella.
"Siapa sih, berisik banget?" Bella berdiri dan menghampiri kebisingan itu dan Elsa juga ikut menghampirinya.
"Mas berisik tahu, tidak punya sopan santun banget berisik di depan rumah orang."
"Pasti kamu, Bella. Kenalin, aku Dimas, asisten kamu sekaligus ojek yang siap mengantarkan kemanapun kamu pergi," katanya memperkenalkan diri tersenyum ramah kepada Bella.
"Maaf, aku tidak mengenalmu." Jawab Bella ketus.
"Makanya kita kenalan, kalau sudah kenal pasti kamu tahu, kalau sudah tahu pasti kamu mau, lalu cinta kepadaku." Dimas malah memplesetkan ucapannya menjadi sebuah nyanyian.
"Aneh bin sinting," gumam Bella.
"Ayo naik! Aku antar kemanapun kamu pergi, kalau tidak naik, Bos akan marah."
"Bos? Syafira?" tanya Bella memastikan.
"Iya, siapa lagi kalau bukan Bos Syafira yang memberikan tugas negara ini."
__ADS_1
"Ternyata, Fira sudah mempersiapkan ini juga?" batin Bella terharu.
****
Byur...
Air satu gayung kembali di siramkan ke wajah Jhon.
"Uhuk..uhuk.." Jhon sampai tersedak air sebab ada yang masuk lewat hidungnya. "Hobi banget nyiram gue pakai air, Bang? baru aja gue tidur udah di bangunin lagi, dan bisa tidak membangunkannya di goyang-goyang?" gerutu Jhon mengusap kasar wajahnya.
"Kalau kau tidak di siram, kau tak akan bangun Jhon Vernando! Buruan makan dan lanjut lagi bekerja!" sentak Juned mencak pinggang.
"Kerja apa lagi, sih? gue ini tahanan, bukannya tahanan seharusnya diem meringkuk di jeruji besi, kenapa gue malah di suruh kerja ini itu?" Jhon berdiri dan membuka bajunya karena basah.
"Ini tahanan zaman modern, nurut apa kata saya kalau kau ingin segera pulang!"
"Iisshhh, iya, iya, bawel banget kayak emak-emak kehabisan duit." Jhon akhirnya mengalah.
"Buruan Jhon...!!" sentak Juned.
"Iyaaaaa, Bang Junaedi...." Pekik Jhon kabur dari hadapan Juned menuju tempat ia tidur.
Jhon dan para tahanan lain sudah sampai di tempat yang telah di sediakan. Sebuah lahan kosong terhampar luas di hadapan mereka semua.
Ngaseuk adalah istilah dalam bahasa Sunda yang digunakan untuk menyebut proses menanam padi/jagung di huma yang memang menggunakan aseuk sebagai alat utamanya. Hal ini berbeda dengan proses menanam padi di sawah yang disebut dengan istilah tandur.
Istilah ngaseuk diambil dari kata aseuk, yakni sebatang kayu yang besarnya kira-kira sekepal tangan dan salah satu ujungnya diruncingkan. Dengan aseuk inilah lubang-lubang pada tanah di huma dibuat, untuk kemudian diisi bulir padi/jagung dengan cara dijatuhkan ke setiap lobangnya.
"Hah, apa?! hukuman macam apa ini?" para tahanan yang baru sampai terkejut begitupun dengan Jhon.
"Di penjara kok di suruh bertani? aneh ni author." Jhon mencebikkan bibirnya merasa tidak masuk akal akan pikiran authornya.
"Jangan kau salahkan author nya, Jhon! Kalau tidak ada dia kita tak akan jadi pemerannya. Dia tak dapat duit kita pun tak akan terkenal. Author sutradara jadi bebas mengatur kita semaunya. Sudah, kalian kerjakan sekarang juga! Jangan ngoceh mulu, kayak emak-emak yang gak kebagian sembako dari pemerintah saja kalian ini," ucap Juned.
"Baiklah, Bang Junaedi..!"
Mau tak mau semuanya harus mau mengerjakan tugas dari sang author nya biar semua urusan cepat selesai dan cepat pulang.
Kehidupan Jhon di tahanan butuh perjuangan dan doa sampai bisa kembali berkumpul dengan adiknya dan ia berjanji akan meninggalkan kehidupan Jhon dan kembali menjadi Nando si cowok berkacamata.
__ADS_1
****
"Berhenti, Dim!" Bella menepuk-nepuk pundak Dimas saat melihat sebuah ruko di jual.
"Kenapa?"
"Tunggu disini! Aku mau menanyakan perihal penjualan rukonya." Bella melepaskan helm dan langsung berjalan ke ruko, sedangkan Dimas diam menunggu di motor.
"Permisi..!"
"Iya, Nak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita seusia Mamanya keluar dari dalam.
"Maaf, Bu. Apa benar ruko ini akan di jual?"
"Benar, Nak. Kami akan menjualnya. Apa Nak.."
"Bella, panggil saja Bella."
"Apa nak Bella mau membelinya?" ibu itu langsung bertanya kepada intinya berharap Bella mau membeli.
"Benar, Bu. Saya ingin membelinya namun apa boleh saya melihatnya dulu?" ucap Bella sopan.
"Silahkan, Nak." Ibu itupun menunjukan keseluruhan setiap sudut rukonya.
Ruko terdiri dari dua lantai berukuran 6x12 meter cukup besar. Di bagian bawah tampak luas karena tidak ada sekatan apapun dan akan di di isi produk yang akan di jual, meja kasir, dan sebagainya . Di lantai atas sudah ada ruang tidur, kamar mandi, dan dapur kecil.
Bella menyukai rukonya dan diapun men dealkan membeli ruko itu. Sekarang tujuannya mencari tempat penjualan baju-baju anak, dewasa, muslim dan lain sebagainya.
"Dim, kamu tahu tidak tempat penjualan baju-baju untuk di jual kembali? murah namun kualitas tidak murahan." Tanya Bella saat keduanya sudah beranjak dari tempat itu.
"Mending kita ke konveksinya langsung dan bekerja sama dengan mereka untuk memberikan barang yang akan kamu jual. Harganyapun akan lebih murah dan bisa mendapatkan diskon harga tentunya. Tapi, soal kualitas barangnya di jamin mantul." Usul Dimas terus mengemudi dengan fokus.
"Aku ikut saja usul kamu."
Bella berharap usahanya maju supaya bisa menghidupi kehidupan dirinya, anaknya, Mamanya dan tentunya untuk masa depan sang anak. Bella juga berharap bisa mengembalikan uang yang Syafira berikan karena ia tidak ingin memiliki hutang.
Bella akan terus berjuang demi anak dan berjuang dan berdoa untuk keberhasilan usaha yang akan ia rintis. "Semoga Tuhan meridhoi niatku, aamiin" batin Bella.
Bella menganggap uang yang di berikan Syafira adalah sebuah pinjaman meski Syafira sendiri ikhlas memberikannya dan dia akan bekerja keras sampai sukses untuk mengembalikan pinjaman tersebut.
__ADS_1
Hidup itu sebuah pelajaran, pelajaran menuju sukses, pelajaran menuju dewasa, pelajaran tentang makna menghargai kehidupan. Jika kita bisa menghargai kehidupan dan waktu, maka hidup kita akan terasa lebih tenang lebih legowo dalam setiap ada masalah, dan pastinya selalu berprasangka baik terhadap rencana Allah.
Bersambung....