Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Pemeriksaan


__ADS_3

"Dokter, tolong anak saya, Dok." Teriak Alex berlari memasuki area rumah sakit memangku tubuh Hasna. Elsa juga ikut berlari di belakang Alex, sedangkan bi Sri tunggu di rumah menunggu Bella pulang.


Calista yang baru saja keluar dari ruangannya terkejut, ia ikut berlari ke arah Alex. "Hasna kenapa, Tante?"


"Tolong dia, Dokter, cepetan!" sentak Alex khawatir.


Calista segera bertindak, ia langsung menyuruh Alex membawa Hasna ke ruang pemeriksaan.


Dengan setia Alex menemani Hasna saking panik dan khawatir, ia sampai lupa ada neneknya Hasna keluarga kandung dari Hasna sendiri.


Setelah menunggu beberapa saat, Hasna selesai di periksa. Alex duduk di bibir ranjang pasien mengusap pucuk kepala Hasna.


Keadaan Hasna mulai membaik dari sebelumnya. Nafasnya sudah normal tidak seperti tadi yang terasa sesak. Mimisannya pun sudah berhenti.


Pintu ruangan itu di buka oleh seseorang. Alex menoleh ke arah pintu dan ternyata itu adalah Elsa. Nenek satu cucu itu menenteng makanan untuk Hasna dan Alex. Ia menaruh plastik berisi makanan di atas meja dekat sofa.


"Maafkan saya, Tante. Saya terlalu khawatir sampai melupakan keberadaan Tante," ucap Alex tak enak hati.


"Tidak apa Nak Alex. Saya mengerti perasaanmu yang sangat mengkhawatirkan keadaan Hasna."


Elsa berdiri di pinggir ranjang menatap iba cucunya. "Bagaimana keadaannya? apa kata dokter? Hasna sakit apa?"


"Untuk saat ini keadaan Hasna membaik. Kata dokter, Hasna harus menjalani beberapa pemeriksaan untuk memastikan lebih lanjut penyakit yang menyerang Hasna."


"Dokter belum memberitahukan penyakit apa yang Hasna derita. Katanya, membutuhkan waktu untuk mengetahui penyakitnya."


Elsa mengkerut memikirkan ucapan Alex. "Kenapa harus membutuhkan waktu lama? apa penyakit Hasna cukup parah?"


"Aku juga tidak tahu pasti, Tante. Tapi tadi dokter Calista sempat berkata, Hasna disarankan untuk berpuasa selama kurang lebih 12 jam sebelum pemeriksaan darah dilakukan. Ketika dilakukan pemeriksaan, darah akan diambil dengan teknik venipunktur atau melalui pembuluh darah vena dengan media jarum suntik kecil."


"Dokter akan melakukan tes darah pada Hasna. Prosedur cek darah ini biasanya hanya berlangsung selama 5 hingga 10 menit, dan bisa lebih singkat apabila pembuluh darah vena mudah ditemukan. Begitu katanya," jawab Alex masih memperhatikan wajah pucat Hasna yang terlelap.


"Semoga Hasna segera sembuh. Lalu kemana Dokter Calista?" Ia tidak melihat Calista keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Tadi dia tidak sempat bertemu dengan Tante karena ada panggilan darurat jadi ia begitu terburu-buru ke ruangan ICU."


Elsapun mengangguk mengerti.


"Oh, iya, Tante. Bella harus tahu Hasna ada di rumah sakit. Dia ibunya dan dia harus mengetahui keadaan putrinya," lanjut Alex turun dari ranjang.


"Tante sudah menghubungi Bella. Katanya dia sedang berada di perjalanan bareng Dimas."


Alex mengangguk. "Kalau gitu saya mau kedepan dulu."


"Silahkan, maaf sudah merepotkan nak Alex."


"Tidak apa-apa. Aku akan sangat khawatir kalau Hasna tidak di bawa ke dokter."


*******


Sementara di perjalanan, Bella terus meremas jari-jari nya mengkhawatirkan sang putri. "Dim, apa rumah sakitnya masih jauh?"


"Sebentar lagi sampai, kok. Sebenarnya apa yang terjadi sama Hasna sampai di bawa ke rumah sakit?" tanya Dimas penasaran. Bella hanya menelpon minta tolong antarkan kerumah sakit dimana putrinya dirawat. Ia tidak menjelaskan perihal penyakit Hasna.


Dimas memarkirkan motornya. "Kita sudah sampai, Bel."


*******


"Mama," panggil Bella setelah sampai di ruangan Hasna.


Elsa yang duduk memangku Hasna sedang membacakan dongeng pun menoleh. "Bella, Dimas."


"Apa yang terjadi sama Hasna, Mah? kenapa anakku sampai mimisan?" Bella mencari keberadaan Hasna dan ia langsung memeluk tubuh putrinya setelah dapat.


"Aku baik-baik saja, Ma. Mama jangan nangis! Aku pasti sehat dan kuat," ucap Hasna menghapus air mata Mamanya.


"Mama juga belum tahu karena dokter belum mengatakan apapun. Tapi Hasna harus melakukan tes darah."

__ADS_1


******


Nando berlari menyusuri koridor rumah sakit mencari kamar inap Hasna. Dia mendapatkan kabar dari Calista kalau Hasna masuk rumah sakit.


Ia sampai meninggalkan pekerjaannya, padahal pada saat itu ia sedang mendapatkan banyak orderan menjahit baju di tempat dirinya bekerja.


"Hasna," ucapnya ngos-ngosan. Nando melihat Hasna terlelap tidur lalu mendekati putrinya. Matanya mengedarkan pandangan mencari keberadaan seseorang dan tak ada satupun yang menunggu Hasna.


Hatinya perih melihat Hasna terbaring lemah, matanya berair tak tega melihat tangan mungil Hasna tertusuk jarum infus.


Nando mengusap pucuk kepala Hasna dan mengecup kening putrinya. "Cepat sembuh, sayang. Ayah akan tetap berada di samping kamu sampai kamu sembuh."


"Kemana mereka? bukannya menunggu Hasna malah tidak ada." Gerutunya berpikir Bella maupun Elsa tak peduli pada Hasna.


Nando memutuskan keluar karena tak ingin mengganggu istirahat putrinya. Rahangnya menggeram melihat Bella jalan bareng Alex.


"Jadi ini alasan kamu tidak menunggu Hasna karena ingin jalan bareng dia?" tuding Nando tak bertanya dulu lebih tepatnya terbakar api cemburu.


Dahi Alex mengkerut, begitupun dengan Bella kebingungan langsung di tuduh seperti itu padahal mereka baru saja menemui dokter. Kalau Elsa sedang ke bagian administrasi setelah Hasna tidur. Sedangkan Dimas sudah pulang duluan karena ada orderan ojek.


"Aku tidak mengerti maksudmu, Jhon."


"Kamu meninggalkan Hasna sendirian di dalam padahal Hasna sedang sakit. Ibu macam apa sampai tega membiarkan anaknya sendirian terbaring lemah?"


"Aku tidak mungkin meninggalkan putriku sendirian kalau tidak ada yang jaga. Tadi ada Mama yang jaga. Lagian aku sama Alex sedang berbicara sama dokter." Jelas Bella, ia tak habis pikir kalau Nando akan berpikiran seperti itu. Tidak ada niatan sedikitpun untuk meninggalkan Hasna kalau bukan dokter sendiri yang meminta ia keruangan dan kebetulan Alex ada ingin ikut dengan Bella.


"Aku tidak percaya. Baru sakit segini saja kamu tidak becus menjaga putriku. Dia sampai sakit karena kamu tidak bisa menjaganya, Bella." Kata Nando menyalahkan Bella akan kondisi Hasna.


"Hei....!" Alex menarik kerah baju Nandi, ia geram dan tak terima Bella di salahkan.


"Kau bilang Bella tidak becus menjaga Hasna? apa kau sadar dengan ucapanmu, hah?" sentak Alex mendorong tubuh Nando.


"Alex," Bella mencekal tangan Alex untuk tidak berkelahi.

__ADS_1


"Dia harus tahu seberapa besar kamu berjuang mempertahankan putrimu, dia harus tahu bahwa kamu begitu menjaga dan merawat anak dari baj*ngan ini. Sekarang dia bilang kamu tidak becus menjaganya? lalu seberapa besar Nando berjuang menjaga Hasna?" sentak Alex menatap tajam Nando.


Bersambung....


__ADS_2